Dansektor 4 : Indonesia Tidak Akan Tinggal Landas, Bila Pola Pikir Masyarakat Tidak Berubah

Bandung Side, Majalaya – Indonesia tidak akan tinggal landas malah akan ketinggalan dilandasan bila pola pikir masyarakat tidak berubah dalam memperlakukan kotorannya sendiri saja hanya diselesaikan di Sungai Citarum, Selasa (30/7/2019) Gedung Olah Raga, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya.

Hal tersebut terungkap saat Komandan Sektor 4 Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso memberikan materi sosialisasi Program Citarum Harum kepada warga Desa Bojong yang didampingi Pjs.Kepala Desa Bojong; Piktoria, Kepala UPT Pengangkutan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung; Noor Rochman dan Kepala Puskesmas Majalaya; Dadan Tarmana dan Sekretaris Desa, Mustahiq.

Sosialisasi Program Citarum Harum dalam Penanganan Kerusakan DAS Citarum digelar Satgas Sektor 4 Citarum Harum di Gedung Olah Raga Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Selasa (30/7/2019)

Komandan Sektor (Dansektor) 4 Kolonel Kustomo kembali mengatakan bahwa masih banyak warga di Majalaya yang belum memiliki septictank, sehingga bila beraktifitas di kamar mandi saat buang hajat perpanjangan saluran kakusnya langsung ke Sungai Citarum. “Memang warga sudah punya wc atau kakus di kamar mandinya, tapi masih banyak yang belum memiliki septictank,”jelas Kolonel Kustomo.

Apa yang disampaikan oleh Kolonel Kustomo sesuai data dari Tim Survei Kodam III/Siliwangi pada Tanggal 20 – 27 Desember 2017 tahun lalu sebelum Satgas Sektor 4 Citarum Harum diturunkan diwilayah Kecamatan Majalaya, Kanupaten Bandung. “Tinja yang ada di Sungai Citarum menurut data tim survei Kodam III/Siliwangi sebanyak 35,5 ton/hari. Sedangkan yang berada diwilayah Majalaya sebanyak 903,396 kg/bulan dari 150.566 jiwa,”ungkap Kolonel Kustomo kembali.

Warga Desa Bojong, Majalaya antusias mengikuti sosialisasi Program Citarum Harum dalam Penanganan Kerusakan DAS Citarum oleh Satgas Sektor 4 Citarum Harum, Selasa (30/7/2019).

“Kotoran manusia itu mengandung bakteri e-coli yang sangat merugikan. Dapat menyebabkan kram perut, diare berdarah, gagal ginjal kronis, stroke dan tentunya dapat menyebabkan kematian. Bila sudah berada di air Sungai Citarum, kemudian air tersebut dikonsumsi untuk air minum akan sangat berbahaya, karena bakteri e-coli tidak bisa mati meskipun air tersebut dimasak dengan panas 400 derajat sekalipun,”jelas Kolonel Kustomo membuat reaksi geleng-geleng kepala peserta sosialisasi.

Masih dalam paparannya, Kolonel Kustomo menyampaikan, untuk meminimalisir warga buang air besar ke sungai saat ada pengerjaan normalisasi Sungai Citarum di Kecamatan Majalaya memasuki wilayah Desa Majasetra, warga menjadi termotivasi membuat sendiri septictank dirumahnya. Sebelumnya, mereka menjulurkan pipa paralon langsung ke sungai, sekarang pipa tersebut tertutup oleh urugan sedimentasi Sungai Citarum yang sedang dikeruk.

Peserta sosialisasi Program Citarum Harum didominasi oleh ibu-ibu warga Desa Bojong, Majalaya

Kolonel Kustomo berharap, dengan hadirnya Satgas Citarum Harum yang masuk dalam Sektor 4 diwilayah Majalaya dapat merubah pola pikir masyarakat, turut juga berpartisipasi dalam memperbaiki penanganan kerusakan DAS Citarum. Selain itu warga juga bisa menegur dan mengingatkan dengan cara yang sopan bila ada yang membuang kotoran ataupun membuang sampah ke Sungai Citarum. Kalau perlu ditangkap siapapun orangnya. Baik yang PNS, TNI, Polisi, atau pun apapun profesinya, bila membuat Sungai Citarum kotor tangkap saja.

Kepala Puskesmas Majalaya, Dadan Tarmana saat memberikan materi tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dan Rumah Sehat

Seperti Negara Singapore yang saat ini dikenal dengan lingkungannya yang bersih, kotanya tertata rapi, hal tersebut dikarena masyarakatnya disiplin tak buang sampah maupun meludah disembarangan tempat,”kata Kolonel Kustomo

Sementara itu dalam kata sambutannya, Pjs. Kepala Desa Bojong Piktoria menyampaikan bahwa kawasan Desa Bojong dikelelingi sejumlah sungai, di antaranya Sungai Cisungalah yang bermuara ke Sungai Citarik, anak Sungai Citarum. Untuk itu, Program Citarum Harum yang dikawal oleh Satgas Sektor 4 Citarum Harum harus didukung masyarakat dalam upaya penanganan Sungai Citarum. Hal tersebut berdampakkan positif, limbah industri yang ditangani Satgas sektor 4 membuat Sungai Citarum sudah mulai membaik, tidak berwarna hitam seperti dulu.

Komandan Sektor 4 Citarum harum, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso memberikan cinderamata kepada warga Desa Bojong, Majalaya

“Dampak positif bisa langsung dirasakan masyarakat, khususnya penanganan sampah yang dibuang ke Sungai Citarum sangatlah sulit ditangani. Meskipun dari pemerintahan Desa Bojong sudah kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung namun belum maksimal dikarenakan keterbatasan alat angkut,”seru Piktoria.

Piktoria pun mengatakan, di lingkungan RW 08 Desa Bojong sudah dibangun jembatan permanen bantuan pemerintah pusat untuk aktivitas warga sekitar. Sebelumnya, jembatan di atas Sungai Cisungalah itu sering terbawa hanyut aliran sungai disaat memasuki musim hujan karena terbuat dari bambu.

Pjs. Kepala Desa Bojong, Piktoria memberikan cinderamata kepada warga Desa Bojong, Majalaya

“Saya titip kepada masyarakat Desa Bojong, apa yang diperjuangkan oleh warga RW 08 itu, yakni dengan dibangun jembatan beton untuk dijaga dan dipelihara. Nanti bial ada dana bantuan lagi atau bila ada dana swadaya dari masyarakat akan dibangun tembok penahan tebing di sekitar jembatan pada tahap berikutnya,” harap Piktoria.

Untuk memungkasi sambutannya, Piktoria menyampaikan bahwa buang sampah sembarangan sangat menyedihkan. Desa Bojong sudah masuk kategori desa yang maju. Kedepannya, Desa Bojong bisa menjadi desa yang lebih maju, mandiri dan berdaya saing.

Kepala Puskesmas Majalaya, Dadan Tarmana juga mempresentasikan materinya yang tidak jauh berbeda dengan yang disampaikan oleh Dansektor 4 Kolonel Kustomo. Materi yang dibawakan lebih pada program dari Dinas Kesehatan meliputi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dan Rumah Sehat.

Foto Bersama usai sosialisasi Program Citarum Harum oleh Satgas Sektor 4 di Desa Bojong, Majalaya

Sesi pemateri Noor Rochman dari Kepala UPT Pengangkutan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, menegaskan bahwa sampah bisa dijadikan kawan bila diperlakukan dengan bijak, namun sampah akan menjadi lawan bila diperlakukan sembarangan.

Noor Rochman juga menyuplik Surat Ar-Rum ayat 41 yang artinya,”Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar)”.

Selain itu, Noor Rochman juga menyuplik Surat Al- Maidah ayat 33 yang artinya,”Hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rosul-Nya dan membuat kerusakan dibumi, hanyalah dibunuh atau disalib atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang atau diasingkan dari temapat kediamannya. Yang demikian itu kehinaan bagi mereka didunia, diakhirat mereka mendapat azab yang besar”.

“Jadi, untuk merubah pola pikir dalam menanggulangi sampah agar tidak dibuang di sungai bukan hanya dengan niat saja, tapi harus dengan tindakan,”pungkas Noor Rochman.***

Facebook Comments

Leave a Reply