Temuan Buang Limbah Cair Saat Patroli Sungai, Satgas Sektor 8 Tutup Kembali Saluran Outlet PT Prima Bangun Nusantara

Bandung Side, Cilampeni – Satgas Sektor 8 Citarum Harum kembali mendapatkan temuan limbah cair yang tidak dikelola dibuang langsung ke Sungai Citarum pada saluran limbah PT Prima Bangun Nusantara, jl. Clampeni No. 22, Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jumat (5/7/2019) saat melakukan patroli sungai dimalam hari (Kamis 4/7/2019).

Beberapa hari sebelumnya, PT Prima Bangun Nusantara (PT PBN) tepatnya Hari Kamis, (27/6/2019) telah dikenakan sangsi oleh Satgas Sektor 8 Citarum Harum dengan penutupan saluran pembuangan limbahnya pada outlet yang mempunyai 3 titik lubang untuk membuang limbah cairnya tidak dikelola serta adanya saluran lain yang didapati sebagai saluran pembuangan kotoran manusia.

Saluran air limbah PT Prima Bangun Nusantara yang telah ditutup oleh Satgas Sektor 8 Citarum Harum pada Kamis 27/6/2019 lalu.

PT PBN yang merupakan pabrik penyamakan kulit, diindikasi membuang limbah cairnya tanpa dikelola oleh instalasi pengolahan air limbah (ipal) yang dimilikinya. Limbah cair pada industri kulit nampak lebih menonjol dibandingkan dengan limbah padat dan limbah gas nya. Zat- zat pencemaran yang terkandung dalam limbah cair, dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan dampak yang paling cepat berpengaruh adalah berbau busuk dan kadang- kadang secara visual nampak berbuih banyak. Secara umum air limbah penyamakan kulit mengandung bagian-bagian dari kulit seperti bulu, sisa daging, potongan kulit dan bahan kimia sisa proses penyamakan kulit.

Penutupan kembali lubang saluran limbah cair PT Prima Bangun Nusantara yang terbukti membuang limbah cair dimalam hari, Kamis (5/7/2019)

Didalam industri kulit menggunakan bahan-bahan senyawa kimia dalam berbagai kondisi, ada yang berwujud bubuk, kristal, maupun cair, semi liguid yang bila terpapar secara langsung akan berbahaya terhadap kesehatan manusia. Bahan senyawa kimia tersebut akan kontak dengan pekerja industri kulit dengan berbagai macam cara, diantaranya melalui kulit atau dengan cara penghirupan dalam bentuk gas atau uap. Bagaimana dengan bahayanya limbah cair industri kulit bila dibuang langsung kesungai secara bertahun-tahun tanpa dikelola bagi lingkungan ?

Limbah cair PT Prima Bangun Nusantara yang dibuang dimalam hari menjadi temuan pelanggaran oleh Satgas Sektor 8 saat patroli sungai.

PT PBN bukan hanya melanggar dan sengaja membuang limbah cairnya secara langsung ke Sungai Citarum, lebih tidak manusiawinya lagi yakni tidak memiliki bak penampungan kotoran manusia atau septictank pada toiletnya. Sehingga 3 pipa saluran yang lokasinya di jalan inspeksi tepatnya dibelakang pabrik langsung menggelontor ke Sungai Citarum.

Berkat kesigapan Satgas Sektor 8 Citarum Harum saat melakukan patroli sungai dimalam hari, Kopda Hasan Alex, Praka Heri Wahyono dan Pratu Yani Yusuf segera berkoordinasi dengan Komandan Sub (Dansub) Sektor 8 Desa Cilampeni, Pelda Rusman untuk menyiapkan alat bukti, foto, video, sampel air limbah dan dokumentasi pelanggaran untuk dapatnya dilaporkan kepada Komandan Sektor 8 Citarum Harum, Kolonel Inf, Belyuni.

Pengambilan sampel limbah cair PT Prima Bangun Nusantara oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung

Reaksi cepat ditunjukkan oleh Kolonel Belyuni dengan mengintruksikan menutup pipa pembuangan pabrik olahan kulit PT PBN. “Seperti yang telah saya sampaikan saat melakukan sosialisasi Program Citarum Harum di aula Desa Cilampeni kepada masyarakat beberapa waktu lalu, bahwa bagi pelanggar pencemaran lingkungan akan ditindak tegas. PT ABN ternyata memiliki 2 titik pembuangan cairan limbahnya yang langsung menuju Sungai Citarum, yang satu sudah ditutup karena melanggar membuang limbah cairnya tanpa dikelola beberapa hari lalu. Dan sekarang pun terdapati temuan membuang kembali limbah cairnya melalui lubang saluran lainnya yang sudah dibuktikan dan terdokumen oleh Satgas Sektor 8. Sudah pasti harus ditutup,”tegas Kolonel Belyuni.

Limbah Padat PT Prima Bangun Nusantara

Pelda Rusman, sebagai Dansub Sektor Desa Cilampeni dalam melaksanakan perintah penutupan saluran limbah PT PBN dari Dansektor 8, Kolonel Belyuni berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung untuk mengecek terlebih dahulu tingkat Biologial Oxigen Demand (BOD) maupun Chemical Oxigen Demandnya (COD) dari sampel yang diambil oleh Satgas Sektor 8 dengan yang terdapat pada outlet limbah cairnya.

“Cairan limbah yang berwarna kehitaman cocok dengan yang ada di outlet limbah didalam pabrik dari sampel yang diambil saat patroli sungai oleh Satgas Sektor 8. Langkah awal yang dilakukan oleh Satgas yakni melokalisir limbah cair PT PBN dengan menutup saluran pembuangannya. Selanjutnya menunggu hasil analisa BOD dan COD dari DLH,”pungkas Pelda Rusman.***

Facebook Comments

Leave a Reply