Koboy Kampus, Masa Bengal Pidi Saat Kuliah Hingga Mendirikan Negara

Bandung Side, Cihampelas – Film Koboy Kampus, mengangkat latar belakang di era 90-an di mana saat itu Pidi Baiq masih kuliah di lingkungan kampus Institut Teknologi Bandung yang lebih banyak bersosialisasi dan berkreatifitas dari pada memenuhi kewajibannya untuk kuliah, Minggu (21/7/2019) di Bioskop XXI Ciwalk Cihampelas, jl Cihampelas No.160 Bandung.

Sejak novel Dilan 1990 laris di pasaran, begitu juga ketika diadaptasi ke layar lebar berkelanjutan sosok Pidi Baiq (46) semakin populer dan diperhitungkan karya sastranya. Kali ini “Koboy Kampus” unjuk gigi yang kisah sebelumnya menjadi salah satu lagu hits The Panasdalam Bank yang digawangi oleh Pidi Baiq bersama balad kampusnya saat di ITB.

Pidi Baiq sedang menyanyikan lagu Koboy Kampus saat meet and greet gala premier film Kobaoy Kampus di Bioskop XXI Ciwalk, Cihampelas – Bandung, Minggu (21/7/2019)

Gelaran gala premier “koboy Kampus” di Bioskop XXI Ciwalk Cihampelas diawali dengan jumpa pers terlebih dahulu yang dihadiri oleh produser, sutradara dan perwakilan pemainnya. Film yang di sajian apik dalam genre komedi drama musikal terungkap dipersembahan oleh Enam Sembilan Production, Bianglala Production, dan MNC Pictures bercerita tentang kehidupan Pidi Baiq saat kuliah.

Pidi yang biasa dipanggil ayah atau surayah, adalah alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (ITB), angkatan 1991. Kisah Koboy Kampus bergulir dari aktifitas perkuliahan yang sudah diujung tanduk untuk di DO hingga berkesempatan dan berkesepakatan bersama teman kuliahnya mendirikan sebuah negara imajiner bernama Negara Kesatuan Republik The Panasdalam (NKRTPD) berdiri sejak 18 Agustus 1995 disalah satu ruang kuliah di kampus ITB. Seiring perjalanan waktu, NKRTPD berulangkali berubah nama. Pada 2004, “para penduduknya” bersepakat merubah nama menjadi The Panasdalam Band. Lalu hingga kini menjelma menjadi The Panasdalam Bank, semoga abadi.

(ki-ka) Produser Kreatif: Sekar Ayu Asmara, Produser: Muhammad Soufan (Munna), Sutradara: Tubagus Deddy) melaya awak Media Bandung saat konprensi pers, Minggu (21/7/2019) di XXI Ciwalk, Cihampelas

The Panasdalam bukanlah nama penyakit, tapi merupakan kependekan atau akronim. The-nya dari Atheis, Pa-nya dari Paganisme, Nas-nya dari Nasrani, Da-nya dari Hindu Buddha, Lam-nya dari Islam.

“Artinya siapa pun boleh bergabung ke dalam “negara” ini, tak peduli latar belakangnya. Dan barang siapa merendahkan kepercayaan orang lain, sama saja dengan merendahkan kepercayaannya. Sebab inti setiap ajaran kepercayaan sejatinya adalah cinta kasih,”cuplikan dialog Pidi yang diperankan Jason Ranti.

Alasan mendirikan NKRTPD sebagai bentuk pelampiasan dari rasa kecewa terhadap pemerintahan Soeharto saat itu. Berbagai isu tentang agama, korupsi, hingga harga-harga menjadi naik, membuat semboyan NKRI Harga Mati berubah menjadi NKRI Harga Naik. Pendirian negara imajiner NKRTPD) ini cara yang berbeda dengan rekan-rekan kuliahnya yang mengungkapkan kekecewaan dengan berorasi dan melakukan demonstrasi di jalan dlam mengajukan protes sosial.

“Film Koboy Kampus mengangkat latar belakang di era 90-an, di mana saat itu Pidi Baiq masih kuliah di lingkungan kampus Institut Teknologi Bandung,” ujar Tubagus Deddy sang sutradara.

Ricky Harun yang berperan sebagai Ninu, orang kepercayaan Pidi Baiq menuturkan, “Senang bisa main di film ini, seolah kita berada pada tahun 90-an. Bedanya, saat itu gak ada handphone, itu terasa banget ketika main film ini juga”.

Kehadiran film ini di masa sekarang merupakan hal yang harus dilakukan lantaran pastinya masih banyak Koboy Kampus yang sedang molor kuliahnya hingga terancam DO berkeliaran di Bandung. Mungkin saja, para Koboy Kampus tersebut bisa hadir untuk menyaksikan cerita tentang kehidupan mereka saat menjalani perkuliahan. Hal ini menjadikan sejarah terbuka kembali bahwa istilah Koboy Kampus sempat tenar di Bandung dan sedikit banyaknya mempengaruhi pola pikir para mahasiswa saat itu memandang NKRI yang salah urus.

“Saya tidak alami masa perkuliahan pada periode 90-an, tapi saya bisa rasakan kondisi kampus saat itu. Tapi di film ini, dibikin ringan. Pesan buat mahasiswa, silakan demo tapi jangan merugikan banyak orang. Demo bukan untuk merusak tapi memberi sesuatu, seperti dicontohkan Ayah Pidi, dia punya cara sendiri. Silakan berkarya dengan cara sendiri,” sahut Bisma Kharisma saat konperensi pers.

Ricky Harun pemeran Ninuk dan Bisma Karisma pemeran Deni sedang melayani pertanyaan awak Media Bandung saat konperensi pers di XXI Ciwalk, Cihampelas, Minggi (21/7/2019).

Sementara itu, EVP Operation & Production MNC Pictures Muhammad Soufan mengungkapkan, film Koboy Kampus bergenre komedi drama musikal yang tentunya ada bumbu percintaannya. Film tersebut diproduksi 69 Production bersama MNC Pictures. Kerja sama inipun merupakan yang pertama kalinya. “Pertama kami lihat alur cerita film ini bikin kami tertawa. Sehingga kami merasa tertarik dan kami bersedia menjadi distributor filmnya. Harapannya, ada kerja sama lainnya yang bisa dikerjasamakan untuk produksi film lainnya,” ungkap Soufan.

Pemeran Film Koboy Kampus, antara lain Jason Ranti sebagai Pidi, Ricky Harun sebagai Ninu, David John Schaap sebagai Erwin, Miqdad Addausy sebagai Dikdik, Bisma Karisma sebagai Deni, Steffi Zamora Husein sebagai Rosi, Danilla Riyadi sebagai Nova, Vienny JKT48 sebagai Nia, Christina Colondam sebagai Santi, Jennifer Lepas sebagai Inggrid, Anfa Safitri sebagai Rianto, hadir langsung menemui fans nya saat meet and greet yang dihibur oleh The Panasdalam Bank.***

Facebook Comments

Leave a Reply