Potensi Ekonomi Desa Padamulya Tinggi, Namun Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan Terabaikan Oleh Warganya

Bandung Side, Majalaya – Desa Padamulya yang memiliki luas wilayah 197.325 Ha memiliki 4.932 KK dengan total potensi penduduk 13.882 jiwa. Desa Padamulya juga memiliki potensi ekonomi dibidang tekstil dan kain sarung, sehingga secara otomatis warga Desa Padamulya berpotensi sebagai penyumbang sampah domestik seperti sampah rumah tangga dan sampah manusia yang berasal dari kegiatan MCK nya.

Hal tersebut terungkap saat Satgas Sektor 4 Citarum Harum melakukan sosialisasi Program Citarum Harum yang diadakan di Aula Desa Padamulya jl Ranca Jigang No. 71, Senin (24/6/2019) saat Pjs. Kepala Desa Padamulya, Koko Kurnia saat memberi kata sambutan pembukaan sosialisasi Program Citarum Harum. “Dalam mengatasi sampah domestik baik sampah rumah tangga dan sampah dari MCK di Desa Padamulya mengalami kesulitan. Dikarenakan kepadatan penduduknya sehingga kesadaran warganya untuk menghibahkan lahan untuk pembuatan Tempat Pengelolahan Sampah (TPS) dan untuk membuat WCK Komunal nyaris tidak ada sama sekali,”kata Koko Kurnia.

“Hal tersebut dikarenakan harga tanah sudah mahal, sehingga lebih baik bukan untuk kegiatan yang sifatnya tidak menguntungkan. Bahkan bila ada pengusaha yang menawar lahan mereka dengan harga tinggi, maka lebih baik dilepas kepada pengusaha untuk dibuat sebagai tempat usaha atau pabrik,”ujar Koko menggambarkan kondisi sosial warga Desa Padamulya.

“Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, saya sangat berterimakasih kepada Satgas Sektor 4 Citarum Harum yang dipimpin oleh Bapak Kolonel Kustomo Tiyoso agar dapat merubah mainset masyarakat di Desa Padamulya akan arti pentingnya kebersihan lingkungan dan kebersihan Sungai Citarum,”pungkas Koko Kurnia.

Sampah Domestik juga menjadi materi yang disosialisasikan oleh Perwakilan DLH Kabupaten Bandung, Noor Rochman dalam paparannya menyebutkan bahwa potensi sampah di Kecamatan Majalaya bila dihitung secara teori bahwa per-orang menghasilkan sampah 0,4 kg/hari sehingga bila dikalikan dengan jumlah jiwa di Desa Padamulya yang berpenduduk kurang lebih 14.000 jiwa maka sampah yang dihasilkan 5.800 kg/hari atau 5,8 ton/hari. “Yang menjadi tanda tanda tanya besar, pihak Desa Padamulya belum pernah sama sekali mengajukan permohonan pengangkutan sampah diwilayahnya dari TPS pada Dinas Kebersihan Kabupaten Bandung. Kemana sampah domestik yang berasal dari rumah tangga itu hilang ?,”jelas Noor Rochman.

“Bila dilihat dipinggiran jalan Laswi dan beberapa lokasi tanah kosong didaerah Desa Biru bertumpuk sampah disana, apa mungkin warga Desa Padamulya di pagi hari sekalian berangkat kerja menitipkan sampahnya dipinggir jalan atau melemparkan begitu saja ketanah-tanah kosong dipinggiran jalan ? Mengingat sekarang disetiap jembatan sudah dipasang pagar besi menjulang oleh Satgas Citarum Harum sebagai pengaman agar warga tidak membuang sampah di Sungai Citarum,malah sekarang dibuang dipinggir jalan atau dikumpulkan di Pasar Sehat Sabilulungan Majalaya di Jalan Anyar, Desa Majakerta ?,”kata Noor memberi dugaan.

Noor Rochman melanjutkan, persoalan sampah adalah tanggung jawab kita semua, tanggung jawab setiap manusia. Karena mulai dari bayi sampai dewasa, manusia menghasilkan sampah sehingga kita sendiri harus mempertanggung-jawabkan sampahnya. Jangan hanya menyalahkan dinas kebersihan atau Pemerintah Kabupaten Bandung saja sementara perilaku sampah tidak bijak mengelolanya.

“Sampah adalah cerminan martabat atau perilaku kita, selama kita hidup pasti akan menghasilkan sampah. Maka dari diupayakan oleh Pemerintahan Desa Padamulya untuk membuat Tempat Pengelolahan Sampah atau TPS, jadi pengertian TPS bukan Tempat Pembuangan Sampah tapi Tempat Pengelolahan Sampah sehingga sampah di Desa Padamulya dapat dikelola warga desa sendiri,”ujar Noor Rochman.

“Sampah bisa dijadikan KAWAN bila dikelola dengan tepat, dan sampah akan menjadi LAWAN bila tidak diperlakukan dengan bijak. Menjadi sumber penyakit, bukan menjadi sumber energi,”pungkas Noor Rochman.

Sementara itu, Komandan Sektor (Dansektor) 4 Citarum Harum, Kolonel Inf Kustomo Tiyoso mengharapkan kepada masyarakat Desa Padamulya yang berdomisili di Daerah Aliran Sungai Citarum untuk membuat MCK Komunal, Dikarenakan menurut data bahwa Kecamatan Majalaya menghasilkan 903.396 kg/bulan dari 150.566 jiwa penduduk membawa dampak tumbuhnya bakteri E-Coli penyebab penyakit Kram perut, Diare Berdarah, Gagal ginjal kronis 30%, Stroke 5%, Kematian hingga 3% – 5%.

“Supaya tidak membuang tinja ke sungai atau saluran irigasi upayakan memiliki MCK Komunal atau Septictank Komunal. Hal ini sebagai upaya mengatasi limbah tinja manusia, agar Sungai Citarum atau saluran irigasi menjadi sumber bakteri dan sumbernya penyakitl,” kata Kolonel Kustomo.

“Upaya yang sudah dilakukan Satgas Sektor 4 Citarum Harum selain sosialisasi, yakni dengan membuat 3 buah septictank komunal di Desa Sukamaju dan 27 MCK di Desa Padaulun, Desa Biru, Desa Neglasari, Desa Bojong dan Desa Wangisagara dengan swadaya Anggota Satgas Citarum Harum bersama warga tersebut. Jadi bila dengan swadaya tidak memungkinkan, dapat juga oleh Pemerintahan Desa mengajukan kebutuhan tersebut melalui Dana Desa yang diperoleh dari Pemerintah Pusat,”jelas Dansektor 4, Kolonel Kustomo.

“Sampah Domestik yang dihasilkan oleh rumah tangga menjadi perioritas kita semua, tanggung jawab kita semua jangan sampai ada pelanggaran lagi membuang sampah di Sungai Citarum atau buang hajat di Sungai Citarum atau saluran irigasi yang nantinya akan ditindak tegas oleh Satgas Citarum Harum. Keperdulian warga Desa Padamulya untuk menegur atau memberi sangsi bagi pelanggar tersebut diharapkan sudah mulai tumbuh, demi lingkungan bersih dan sehat,”Pungkas Kolonel Kustomo.

Sosialisasi Program Citarum Harum dalam rangka Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum sesuai Perpres No. 15 Tahun 2018 diikuti oleh Kader PKK tiap RW Desa Padamulya, pengurus RW dan pengurus RT serta beberapa komunitas pemerhati sungai dan Babinsa Koramil Majalaya hingga menjelang makan siang.***

Facebook Comments

Leave a Reply