Himbauan Dansektor 8 Pada PT Waitex Membuat Kembali Skema Master Plan Ipal Agar Tidak Kucing-kucingan Dengan Satgas Citarum Harum

Bandung Side, Cilampeni – Aksi lanjutan Satgas Sektor 8 Citarum Harum saat menutup saluran limbah cair PT. Warna Asli Indah Textil (Waitex) yang menuju Sungai Citarum sebagai tindakan tegas dari Komandan Sektor (Dansektor) 8 Citarum Harum, Kolonel Inf. Belyuni Herliansyah S.Sos Jumat (28/6/2019) dilaksanakan kembali pada pagi hari Sabtu, (29/6/2019).

Kondisi dilapangan pada saluran pembuangan limbah cair masih mengucur deras walaupun pabrik PT Waitex sudah berhenti berproduksi sejak pukul 23.00 WIB sesuai perintah Dansektor 8 Citarum Harum (*bandungside.com Jum’at, 28/6/2019). Namu kegigihan anggota Satgas Sektor 8 Citarum Harum dengan dibantu warga RW 4 Desa Cilampeni berupaya keras walaupun secara manual dipergunakan alat dan perlengkapan seperti bambu dan karung sebagai penyumbat sementara lubang saluran tersebut.

Pelda Rusman, Dansubsektor 8 Citarum Harum wilayah Desa Cilampeni sedang memimpin Anggota Satgas Sektor 8 menutup lubang pembuangan limbah cair PT Waitex.

“Upaya penutupan saluran limbah cair yang diketemukan mengalir tanpa dikelola terlebih dahulu oleh PT Waitex sudah final hari ini,”kata Pelda Rusman, Dansubsektor Desa Cilampeni yang memimpin anggota Satgas Sektor 8 Citarum Harum.

Adukan cor sedang dibuat oleh Satgas Sektor 8 Citarum Harum

“Anggota Satgas Sektor 8 akan maksimal menutup lubang saluran limbah tersebut dengan menambah material dari komposisi yang sudah disiapkan dari kemaren. Terutama menambah peralatan yang mendukung seperti bambu, karung untuk diisi pasir dan koral sebagai penahan kururan air yang masih deras. Upaya pengadaan cairan pengeras beton juga menjadi alternatif dalam mendukung pengecoran agar dengan cepat dapat mengeraskan adukan semen dan pasir serta slip,”papar Letda Rusman.

Ditempat yang sama, Dansektor 8 Citarum Harum, Kolonel Inf. Belyuni Herliansyah tampak semangat saat berkoordinasi dengan Pelda Rusman mengenai teknis pengecoran saluran limbah yang mengalir terus airnya.

Dansektor 8 Citarum Harum, Kolonel Inf. Belyuni Herliansyah sedang menyaksikan penutupan lubang saluran limbah PT Waitex.

“Pabrik PT Waitex meskipun telah menghentikan produksinya, namun hingga pagi ini masih mengalir cukup deras dilubang salurannya. Diduga ada kebocoran pada saluran pembuangannya yang keberadaannya tidak diketahui, hal tersebut menimbulkan kecurigaan adanya unsur kesengajaan adanya outlet tersembunyi yang lain atau kelalain pihak pabrik karena ada kebocoran pada saluran limbahnya,”kata Kolonel Belyuni.

Komandan Sektor 8 Citarum harum, Kolonel Inf. Belyuni Herliansyah (kanan) bersama Pelda Rusman sedang berkoordinasi teknik penutupan lubang saluran limbah PT Waitex

“Dengan penutupan saluran limbah cair PT Waitex, harapannya pihak managemen PT Waitex lebih memperhatikan alur skema Ipal nya yang tampak begitu rumit bila menelusuri saluran proses olah nya. Bila perlu ada perbaikan dan membuat bluechip atau master plan skema Ipalnya kembali agar tidak kucing-kucingan dengan Satgas Citarum,”lanjut Kolonel Belyuni.

Upaya menutup lubang secara manual saluran limbah cair PT Waitex dilakukan oleh Satgas Sektor 8 Citarum Harum setelah adanya temuan membuang limbah tanpa dikelola terlebih dahulu.

“Intinya, temuan dilapangan pada saluran pembuangan limbah cair bila kedapatan cairan limbahnya belum dikelola dengan baik, berarti ada pelanggaran. Jadi tindakan tegas dari Satgas Citarum Harum tanpa kompromi, bahkan bila masih bandel akan dilanjutkan keranah hukum. Siap-siap saja masuk penjara bila ingin coba,”pungkas Kolonel Belyuni.

Sampah yang terbungkus rapi dikantong plastik sedang mengalir tenang di Sungai Citarum

Tidak terasa waktu sudah meninggikan matahari pertanda sudah siang Satgas Sektor 8 dalam beraktifitas menjalankan aksinya menutup lubang pembuangan limbah PT Waitex. Bersamaan dengan habisnya bahan adukan material, kondisi lubang sudah tertutup rapi. Satgas Sektor 8 Citarum Harum mulai merapikan peralatan pertukangannya sambil mengambil sampah yang terbungkus plastik dengan rapi di Sungai Citarum untuk dikumpulkan di Tempat Pembuangan Sampah Sementara yang ada di sekitar bantaran.***

Facebook Comments

Leave a Reply