PT Waitex Diberi Sangsi Tegas Satgas Citarum Harum Tidak Produksi 2 Hari

Bandung Side, Cilampeni – PT. Warna Asli Indah Textil (Waitex) mendapatkan sangsi tegas Komandan Sektor (Dansektor) 8 Citarum Harum, Kolonel Inf. Belyuni Herliansyah S.Sos untuk tidak produksi selama 3 hari dikarenakan adanya temuan aliran limbah cair disaluran pembuangan yang menuju ke Sungai Citarum, Jumat (28/6/2019).

PT. Waitex berlokasi di Jalan Cilampeni KM. 7 Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung kedapatan mengalirkan limbah cair kesaluran pembuangan dari hasil patroli Satgas Sektor 8 Citarum Harum pada Hari Kamis, (27/6/2019)pukul 21.28 WIB. Air limbah yang diindikasi tanpa dikelola dengan baik dari ciri fisik warna air keruh kehitaman, panas dan bau yang menyengat. Temuan tersebut langsung dlaporkan kepada Dansektor 8 Citarum Harum, Kolonel Belyuni dan segera diperintahkan kepada Satgas Sektor 8 Citarum Harum untuk mengambil tindakan tegas penutupan lubang saluran limbah tersebut.

Saluran Limbah PT Warna Asli Indah Tekstil (Waitex) terindikasi berwarna keruh hitam, panas dan berbau menyengat.

Keesokan harinya, pada Hari Jum’at (28/6/2019) Satgas Sektor 8 melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan elemen masyarakat yakni Kepala Desa Cilampeni, Babinkamtibmas Polsek Katapang, Ketua RW 4 Desa Cilampeni dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung untuk menjadi saksi atas perintah tegas penutupan lubang saluran pembuangan limbah PT Waitex. Aksi dilakukan pada pukul 13.00 WIB usai melaksanakan Sholat Jum’at dengan dibantu oleh alat berat untuk menggali tanah yang menutup saluran pembuangan. Hal tersebut dilakukan karena saluran pembuangan yang ditanam dipermukaan tanah kurang lebih mempunyai kedalaman 2 meter menuju Sungai Citarum.

Upaya Satgas Sektor 8 Citarum Harum saat melakukan proses penutupan terkendala oleh aliran air limbah yang semakin deras setelah penggalian dari alat berat dan menampakkan air yang panas serta berbau menyengat tersebut. Sidak dilakukan oleh Satgas Sektor 8 Citarm Harum kedalam pabrik PT Waitex untuk menghentikan atau menutup saluran dari dalam pabrik. Tapi tidak menunjukkan hasil yang maksimal, karena aliran air limbah tetap mengalir deras setelah saluran outlet dikeringkan beberapa waktu.

Direktur PT Waitex, Indra Gunawan, MS juga menunjukkan rasa kebingungan, karena outlet pembuangan limbah yang sudah dikelola dalam kondisi kering. Upaya Satgas Sektor 8 Citarum Harum untuk menelusuri aliran air proses produksi pun juga tidak membawakan hasil. Langkah reaksi cepatpun diambil oleh Dansektor 8 Citarum Harum.

“PT Watex harus berhenti produksi, upaya tersebut untuk dapat menelusuri dari mana aliran air limbahnya keluar kesaluran yang menuju Sungai Citarum. Ada kemungkinan kebocoran dari saluran outlet lama yang sudah tidak dipergunakan, akan tampak bila pabrik tidak produksi,”kata Kolonel Belyuni.

“Mulai besok pagi, Satgas Sektor 8 akan melanjutkan penelusuran saluran limbah yang ada didalam pabrik terlebih dahulu. Bila ditemukan ada kebocoran, pihak pabrik harus segera memperbaiki,”tegas Kolonel Belyuni.

Dalam kondisi tidak produksi, lanjut Kolonel Belyuni, PT Waitex akan segera menemukan kebocoran tersebut. Dalam jadwal produksinya, PT Waitex di Hari Sabtu dan Minggu menyatakan libur kerja, sehingga tidak ada kerugian pihak pabrik dalam hal ini.

PLT Kepala Desa Cilampeni Aam Alamidin mengatakan,”Dalam hal menciptakan lingkungan yang sehat, bila ada pelanggaran pihak pengusaha yang membuang limbah cairnya tanpa dikelola terlebih dahulu, maka harus tegas dalam menindaknya. Ucapan terima kasih kepada Satgas Sektor 8 Citarum Harum yang bersinergi dengan pihak desa dalam upaya menciptakan lingkungan yang sehat ini”.

Saat ditanya Bandung Side mengenai limbah domestik khususnya sampah, Aam Alimidin mengatakan bahwa Desa Cilampeni sudah mengeluarkan Peraturan Desa (Perdes) tentang mengelola sampah. Tentunya Perdes tersebut juga disusun atas arahan dan turuna aturan tentang sampah dari Kecamatan dan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung.

“Bila memungkinkan dan adanya arahan untuk membuat Perdes tentang limbah cair dari pabrik yang berada diwilayah Desa, kami akan tetap mengacu kembali atas aturan dan turunan peraturan dari Kecamatan dan Lingkungan Hidup. Tetapi hingga sekarang belum ada langkah kearah sana,”harap Aam.

“Bisa dibilang, bila ada pelanggaran pembuangan limbah cair tanpa dikelola yang terkena dampak langsung adalah penduduk Desa. Akan tetapi kewenangan Desa sepertinya tidak ada untuk berkoordinasi dengan pihak pabrik, selalu langsung ditangani oleh LH Kabupaten Bandung. Sementara kita hanya kebagian ijin domisili berdirinya pabrik dilokasi Desa,”pungkas Aam Alimidin.

Hingga hari menunjukkan pukul setengah 4 dengan hasil pemberhentian produksi oleh PT Waitex atas perintah Dansektor 8 Citarum Harum, Kolonel Inf. Belyuni Herliasyah, Satgas Sektor 8 dan elemen masyarakat balik kanan membubarkan diri dan dilanjutkan aksinya keesokan hari.***

Facebook Comments

Leave a Reply