Bandung Side, Sariasih – Sekolah Tinggi Manajemen Logistic (STIMLOG) Indonesia kukuhkan 114 Sarjana Logistic dalam Sidang Senat Terbuka dengan surat keputusan nomer 250/STIMLOG/SK/1119 dan nomer 014/STIMLOG/SK/220 tentang Penetapan Lulusan Jenjang Strata 1 (S1) pada Program Studi Manajemen Logistik dan Program Studi Manajemen Transportasi Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia, 20/2/2020).
Pengukuhan 114 Sarjana Logistik (S.Log) terdiri dari 62 wisudawan/wati dari Program Studi (prodi) Manajemen Logistik dan 52 lulusan prodi Manajemen Transportasi, dilanjutkan dengan prosesi wisuda yang digelar di Auditorium kampus orange atau Kampus STIMLOG dihadiri oleh orang tua wisudawan/wati dengan khidmat di pagi hari.

Adapun mahasiswa yang menorehkan prestasi studinya sebagai wisudawati terbaik dengan IPK tertinggi 3,93 dengan predikat Cumlaude sekaligus masa studi tercepat 3 tahun 9 bulan pada bacth wisuda 2020 diraih oleh Ni Luh Indah Paramita dari prodi Manajemen Transportasi. Selanjutnya mahasiswa berprestasi dengan IPK 3,88 dengan predikat Cumlaude masa studi 3 tahun 9 bulan diraih oleh Aprilia Ikawati dari prodi Manajemen Logistik dan Juli Amirah Nasution dengan IPK 3,88 dengan masa studi 3 tahun 9 bulan.
Dalam kata sambutannya, Ketua STOMLOG, Rachmawati Wangsaputra, Ph.D., mengatakan bahwa dengan selesainya rangkaian akademik di STIMLOG, wisuda merupakan tahapan membuka pintu yang menjadi pilihan wisudawan. Pilihan tersebut diantaranya pertama memasuki dunia industri, bekerja diberbagai organisasi/institusi untuk mendapatkan pengalaman dan penerapan ilmu secara langsung dilapangan, kedua memasuki dunia usaha yaitu menciptakan lapangan kerja, menjadi pengusaha atau menjadi job creator dan ketiga melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi.

“Apapun pilihan kalian, kami disini, para civitas akademika dan seluruh staff STIMLOG mendo’akan agar kalian dimudahkan, dibimbing oleh Allah SWT untuk menjadi orang sukses yang selalu memelihara sikap budi luhur dan menjaga nama baik almamater,”kata Rachmawati.
Gelar kesarjanaan hanyalah awal, tambah Rachmawati, dari tiga pilihan tersebut kesemuanya merupakan sekolah kehidupan, persoalan yang dihadapi umumnya jauh lebih komplek. Semoga sikap, pengetahuan, keterampilan dan kemampuan manajerial yang dicapai dapat membantu menjadi insan yang berani menghadapi kenyataan hidup dan terus belajar mengembangkan diri dimanapun berada.

Dalam pesannya, Ketua STIMLOG menyampaikan,” Generasi kalian disebut generasipost-millenial, tantangan pada abad 21 era digital, dimana informasi sudah sangat mudah diperoleh, sehingga kalian dituntut untuk selalu kreatif dalam menciptakan hal-hal kreatif baru dalam mewujudkan tujuan Bangsa Indonesia menciptakan kesejahteraan warga negaranya.”.
Sementara itu diwaktu yang bersamaan, Bandung Side berhasil mewawancarai Ni Luh Indah Paramita, wisudawati yang meraih prestasi dengan IPK tertinggi yakni, 3,93. Indah mengatakan,” Masa kuliah di STIMLOG selama 3 tahun 9 bulan pastinya mengalami kesulitas, karena STIMLOG merupakan sekolah pertama di Indonesia yang fokus pada keilmuan Bidang Logistik dan Supply Chain Manajemen. Sehingga saya harus mencari referensi lain di departemen teknik sipil, teknik industri atau beberapa keilmuan lainnya. Sehingga, untuk menjadi mahasiswa STIMLOG harus aktif dan kreatif untuk mencari sumber referensi konten pembelajaran untuk belajar”.

Pesan yang disampaikan dari Gadis Bali, Indah kepada adik-adik kelasnya semoga bisa mengharumkan nama kampus yaitu STIMLOG, belajarnya harus lebih rajin lagi karena seyelah saya didunia kerja khususnya dibidang logistik ilmu yang dari STIMLOG terpakai semuanya. Dan perusahaan yang dengar setelah tahu tamatan dari STIMLOG mereka atau perusahaan logistik tersebut lebih percaya.
Dalam kesempatan usai upacara wisuda, Wakil Ketua I bidang Kurikulum STIMLOG, Dr. Mellia Eka Lestiani, M.T., menegaskan bahwa keberhasilan wisudawan dalam menyerap ilmu dalam proses pembelajaran dikarenakan STIMLOG memiliki Reorientasi Capaian Lulusan yang diperdalam dengan konten pembelajarannya. Hal tersebut menjadi pembekalan lulusan selain dari kuliah tatap muka juga dengan kegiatan pemberdayaan enterpreneurship. Dari STIMLOG lulusan juga dibekali sertifikat System Application and Product in Data Processing (SAP). Selain itu, kegiatan lain yang merupakan pendalaman konten pembelajaran berupa seringnya mengadakan kuliah umum dari praktisi baik narasumber dari perusahaan logistik atau dari dosen-dosen hasil kerjasama STIMLOG diluar negeri.

“Kuliah umum yang diselenggarakan STIMLOG sebagai salah satu memperkaya khasanah keilmuan dan wawasan mahasiswa. Kemudian STIMLOG juga meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam artian meningkatkan hubungan ke masyarakat seperti KKN Tematik, magang, dan penelitian,”jelas Mellia.
“Kami juga mengajak Alumni STIMLOG yang sudah bekerja di bidang logistik untuk bergabung dalam program Alumni Mengajak, yaitu melakukan kegiatan sharing untuk memberi wawasan kepada adik-adiknya. Dengan mengembangkan tambahan-tambahan untuk memperkaya khasanah keilmuan mahasiswa bisa mandiri dari pada selalu merubah kurikulum yang ada. Karena lebih baik bisa mengantisipasi perkembangan kebutuhan dunia logistik dilapangan. Sesuai dengan tema wisuda angkatan ke III yaitu Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Di Era Revolusi Industry 4.0,”pungkas Mellia.***