Bandung Side, Kabupaten Cianjur – Pemanfaatan budaya digital sejurus bagaimana teknologi secara signifikan membentuk cara kita berinteraksi, berperilaku, berpikir dan berkomunikasi sebagai manusia.
Tentu banyak hal yang dapat dilakukan, mempermudah dan mempercepat pekerjaan, memperluas jaringan, menciptakan inovasi dan kreativitas, memperluas jaringan dan memperkuat bisnis.
Didukung oleh pemerintah yang memberikan akses infrastruktur dilengkapi oleh edukasi soal literasi digital yang menyiapkan masyarakat Indonesia masuk dunia digital.
Memanfaatkan hal-hal positif dan menguntungkan seperti dapat bisnis juga karya yang lebih banyak.
Namun warga Indonesia tidak boleh lupa diri, meskipun hidup di tengah teknolgi yang canggih.
Kita tetap bangsa negara yang punya ideologi Pancasila, bagaimana pedoiman itu harus terus dilakukan meskipun sudah berinteraksi berkomunikasi menggunakan media digital.
Sisi Suhardjo, praktisi publik relation mengatakan Pancasila selain pemersatu bangsa juga menjadi pengarah dan motivator bangsa guna mencapai tujuan, Identitas bangsa kita, hanya Indonesia yang punya.
“Dari sila satu sampai enam sebenarnya itu menjaga tatanan bahsa kita termasuk pada saat kita melakukan interaksi di media sosial,” kata Sisi Suhardjo.
“Pancasila sebagai kontrol sosial kita karena kita memiliki lima nilai yang harus kita amalkan,” ungkap Sisi Suhardjo saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (12/8/2021).
Digital, teknologi modern yang membantu percepatan pembangunan masyarakat. Dibutuhkan sebuah budaya digital yang kuat agar masyarakat dapat bersaing. Teknologi harus dimanfaatkan untuk membantu masyarakat berkembang dan meraih banyak hal.
Sudah banyak warga di pedalaman yang memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan SDA di daerahnya.
“Seperti warga kepulauan Riau yang tengah membududayakan mangrove, selain itu mereka juga mengembangkan rosela yang kini mereka jual online dalam bentuk teh,” ujar Sisi Suhardjo.
Transaformasi digital yang impactful tidak hanya tentang menguasai teknologi informasi, tapi ini tentang manusia, bahwa pentingnya budaya digital.
Bagaimana masyarakat bekerja perorangan maupun berkelompok dengan fleksibilitas, agility dan otonomi. Beberapa elemen budaya yang mendefinisi bagaimana masyarakat bekerja dan beraktivitas sehari-hari.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (12/8/2021) juga menghadirkan pembicara Meylani Pratiwi (Relawan TIK Jawa Barat), Ari Budi Wibowo (Kepala Bidang Kemitraan Siberkreasi), Septiaji Eka Nugroho (Ketua Presidium Mafindo), dan Tresna Wulandari sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***