Cegah Hal Buruk di Internet, Pahami Dunia Anak

Cegah Hal Buruk

Bandung Side, Kabupaten Sumedang – Cegah hal buruk di internet saat anak berselancar di dunia digital membutuhkan pemahaman dunia anak kepada orang tua.

Pandemi yang sudah berjalan selama satu setengah tahun ini mengharuskan setiap individu beradaptasi.

Segala sesuatunya yang biasanya dilakukan secara offline kini menjadi online, misalnya bekerja di rumah dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua untuk membimbing anak di era internet yang serba terbuka, guna cegah hal buruk.

Peter Eio, Former President at LEGO Group pernah mengatakan untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia bahwa generasi anak-anak telah melampaui orang tua mereka dalam menggunakan teknologi baru.

“Masih kita pegang andil namun kita perlu berdiri di kerendahan hati untuk bisa memahami anak-anak. Iya ya zaman sekarang anak-anak lebih pintar, maka tugas kita untuk tidak memungkiri mengejar ketertinggalan,” ujar Fiona Damanik, Konselor di Universitas Multimedia Nusantara saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, Selasa (6/7/2021).

Lebih jauh Fiona mengatakan, harus ada usaha orang tua sebagai pembimbing anak untuk belajar teknologi dan mengejar ketertinggalan. Sebab anak memerlukan pembimbing yang mau masuk ke dunia mereka.

Jangan paksa anak ikuti orang tua, namun masuklah ke dunianya dengan memaknai aktivitas anak, misalnya saat anak asyik bermain game dan membuka internet.
Lalu orang tua harus paparkan konsekuensi logisnya dari internet dan terlalu banyak main game.

Hal-hal buruk yang ada di internet memang tifak terbendung. Kebiasaan bagi anak yang perlu dibangun oleh para orang tua.

“Pada akhirnya, warisan orangtua yang tidak akan pernah habis ialah nilai yang tertanam dari orang tua,” kata Fiona.

Webinar Literasi Digital Kabupaten Sumedang, Jawa Barat merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber Reza Hidayat CEO Oreima Film, Cyntia Jasmine Founder GIFU, serta Rachel Octavia CEO The F People.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan