Bandung Side, Kota Depok – Efektifitas dan efisiensi menjadi kunci penerapan digital skills di era internet bagi penggunanya dalam kehidupan sehari-hari.
Sekitar 195 juta orang Indonesia saat ini sudah mengakses internet lewat ponsel pribadi, hal ini menjadi potensi yang bisa dimanfaatkan di tengah kondisi sulit pandemi.
Guberner Bank Indonesia Pendapatan dari e-commerce sebesar Rp253 Trilyun di tahun 2021.
Achmad Sugiarto, Author “Synergy Way of Disruption” pada webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat I, Selasa (6/7/2021) mengatakan, diketahui Indonesia berada di posisi kelima dari seluruh negara di dunia dengan jumlah 2219 start up, posisi ini ada di bawah Amerika yang memiliki 66 ribu start up.
Indonesia dinilai memiliki kekuatan besar karena memiliki bonus demografi dengan keanekaragaman budaya, imbuh Achmad Sugiarto.
Berkaitan dengan hal itu, pemanfaatan digital skills di masa sekarang sudah menjadi keharusan yang dimiliki untuk meningkatkan daya saing agar efektifitas dan efisiensi.
Pada dasarnya digital skill meliputi infrastruktur digital yang berhubungan dengan networking 5G, network VPN, kemudian digital platform yang sekarang hadir berupa inovasi akan sangat membantu peran bangsa agar tidak bergantung.
Terutama dalam hal penghematan anggaran karena penggunaan teknologi dan sistem informasi, salah satunya industri vertikal harus melakukan efesiensi dan efektifitas.
“Transformasi yang berhasil itu dilihat berdasarkan adaptasi dari interaksi sosial,” ujar Achmad.
Lebih jauh Achmad mengatakan, di masa lalu untuk memberikan inovasi harus berjuang sekali agar bisa diterima.
Namun kini start up sudah lebih banyak dan inovasinya diinkubasi untuk diterapkan keberhasilannya.
Selain itu sudah banyak produk lokal buatan Indonesia yang kini bagus dan berkembang.
Bahkan Achmad menyebut salah satu startup di Indonesia yang kini sudah begitu besar dulunya pernah hampir kehabisan cashflow namun akhirnya bangkit dan sukses karena mendapat investor.
Webinar Literasi Digital Kota Depok, Jawa Barat merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber Nandya Satyaguna seorang Dokter Umum dan Desi Purnama Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum SMAN 70 Jakarta, serta Geri Sugiran Dosen TIK Stikes Sukabumi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.
Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***