Bangun Brand dari Rumah di Era Digital

Bangun Brand

Bandung Side, Kabupaten Bogor – Bangun Brand di era digitalisasi bagi pemilik bisnis dari rumah sangat memungkinkan bagi para pelaku UMKM dalam meningkatkan penjualan dengan memanfaatkan marketplace.

Berbagai platform social media, web, hingga marketplace bisa menjadi tempat promosi yang terbilang murah.

Hal tersebut diungkapkan Indah Jiwandono, Founder Cool Sugar Wax yang bangun brand bisnisnya dari rumah saat webinar Literasi Digital wilayah Jawa Barat Kabupaten Bogor pada Senin (28/6/2021). I

ndah bercerita, awalnya memulai usaha hanya bermodalkan bahan-bahan yang ada di rumahnya. Dia mendirikan brand Cool Sugar Wax pada 2013, yaitu produk untuk waxing yang bisa dilakukan sendiri di rumah.

Awalnya Indah menjual produknya di Kaskus, waktu itu forum jual beli tersebut juga dipakai untuk jualan.

Produknya diterima cukup baik, hingga dia menitipkan produknya untuk dijual lewat Instagram. Dari situlah penjualan produknya naik hingga 500 buah per bulan.

“Tapi makin lama algoritma Instagram makin tidak bersahabat untuk jualan, lalu kita jualan di marketplace,” kata Indah.

Suatu ketika dia ikut pelatihan bisnis dan mendapat mentoring pengelolaan usaha dan disarankan untuk memanfaatkan platform digital sebagai tempat beriklan.

Di situlah Indah mulai memakai facebook ads dan Instagram ads supaya masyarakat lebih mengenal produknya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, untuk pemula jika ingin masuk ke ranah online produk harus spesifik dan manfaatnya bisa dibuktikan secara cepat. Kedua harus punya keunikan yang belum dimiliki produk lain atau unique selling.

Dalam hal ini produk waxing yang dia buat bisa dilakukan sendiri oleh costumer di rumah dan tidak perlu dipanaskan saat akan digunakan.

Tak lupa ketika membuat produk dan label, hal yang pertama kali Indah lakukan adalah menjaga daftar hak kekayaan intelektual.

“Saya daftarkan brand saya ke Dirjen Haki. Toko itu juga brand, kalau mau jadi toko online yang bagus daftarkan, toko bagus konsep yang dibangun bagus maka daftarkan,” ujar Indah.

Selain beberapa hal tadi, Indah juga memberikan saran kepada pemilik brand untuk meningkatkan brand awerness, agar produk semakin dikenal dan terjadi pembelian berulang.

Sebab tugas pemilik brand bukanlah diam manis menunggu pembeli datang.
Tugas brand owner adalah menguatkan brand di sisi digital marketing dengan melakukan iklan berbayar untuk menambah brand awarness.

Fungsinya mengedukasi lebih banyak orang yang belum tahu tentang produk kemudian tahu dan tertarik untuk membeli. Membuat iklan ternyata begitu berpengaruh terhadap pengunjung bisnis yang Indah jalani.

“Dari sini penjualan meningkat dari ratusan buah per bulan, menjadi ribuan per bulan. Semenjak beriklan makanya menaikan harga agar tidak terlalu murah dan bisa memiliki budget beriklan.

Webinar Literasi Digital merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Aprida M Sihombing, Dosen Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Alda Dina Bangun Guru SD Cahaya Bangsa Kota Baru Parahyangan, dan Rahmat Supriatna CTO Codelite.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture yang bertujuan agar masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan