Bandung Side, Changsha – Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) Cabang Changsha sukses menggelar acara Ramah Tamah di Qinhuang Restaurant, Kota Changsha, Provinsi Hunan, Tiongkok, Minggu (29/3).
Agenda yang dihadiri oleh 110 anggota ini bertujuan memperkuat rasa kekeluargaan serta memberikan edukasi penting terkait kehidupan di tanah rantau.
Ketua PPIT Changsha, Reynaldy Amir, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan sarana melepas penat di tengah rutinitas perkuliahan sekaligus pengobat rindu akan suasana tanah air.
“Berada jauh dari keluarga tentu memunculkan kerinduan. Melalui acara ini, kami berharap mahasiswa dapat saling berinteraksi dan semakin solid sebagai satu keluarga besar di Changsha,” ujar Reynaldy.

Edukasi Keimigrasian dan Kewaspadaan Finansial
Selain menjadi ajang silaturahmi, pengurus PPIT Changsha memanfaatkan momentum ini untuk memberikan penyuluhan keamanan.
Reynaldy menekankan pentingnya disiplin administrasi, terutama mengenai masa berlaku paspor dan izin tinggal (visa) agar para pelajar terhindar dari kendala hukum di Tiongkok.
Reynaldy juga menyoroti maraknya tindak kejahatan finansial yang menyasar mahasiswa internasional. Mahasiswa diimbau untuk tidak mudah tergiur tawaran kurs yang tidak wajar.
“Kami mengimbau teman-teman untuk ekstra waspada terhadap penipuan transaksi atau penukaran uang RMB yang belakangan ini marak. Pastikan selalu bertransaksi melalui jalur resmi yang aman,” tegasnya.
Membangun Solidaritas
Suasana formal mencair saat sesi permainan interaktif dimulai. Gelak tawa dan kekompakan peserta terlihat jelas sepanjang acara, yang kemudian ditutup dengan sesi makan bersama.
Melalui kegiatan ini, PPIT Changsha berkomitmen untuk terus menjadi wadah pelindung sekaligus pemersatu bagi seluruh mahasiswa Indonesia di Kota Changsha, Provinsi Hunan.***