Bandung Side, Martadinata — Di bawah pendar lampu runway cat walk yang dramatis, Batik Danar Hadi kembali membuktikan bahwa tradisi bukanlah benda mati yang kaku di museum, melainkan sebuah organisme yang terus bernapas dan bertumbuh bagai “Sekar Setaman”.
Melalui koleksi bertajuk “Sekar Setaman”, sang maestro batik asal Solo ini menyulap panggung mode menjadi taman firdaus yang sarat akan narasi filosofis.
Bukan sekadar peragaan busana, “Sekar Setaman” adalah sebuah metafora visual tentang harmoni. Seperti taman yang bersolek dengan aneka rupa kuncup, koleksi ini merayakan keberagaman karakter perempuan Indonesia yang dibungkus dalam kelembutan serat kain premium.
The Botanical Philosophy
Dalam koleksi ini, Diana Santosa, Managing Director Batik Danar Hadi, menerjemahkan empat persona bunga nusantara ke dalam lembaran kain:
– Seruni (Krisan), Manifestasi optimisme yang tangguh.
Hadir dalam palet kuning mustard yang hangat hingga burnt orange. Bentuk kelopaknya yang berlapis-lapis melambangkan kompleksitas pikiran yang teratur. Memiliki aroma earthy yang segar dan karakter yang menenangkan, cocok untuk perempuan yang memiliki resiliensi tinggi. Ia adalah tipe pemimpin yang optimis, tidak mudah goyah oleh badai, dan selalu memancarkan energi positif (kebahagiaan) bagi lingkungannya. Seruni adalah simbol keberanian untuk terus mekar di musim yang dingin.
– Anggrek Bulan, Representasi elegansi abadi.
Dominasi warna putih murni, ungu royal, atau soft lavender menginspirasi tertuang pada kain sutera. Bentuk bunganya yang melengkung anggun menunjukkan siluet yang statis namun megah. Menebarkan aroma yang halus, tipis, namun bertahan lama—seperti kesan yang ditinggalkan oleh perempuan berkelas dan kuat dengan keanggunan abadi. Ia adalah sosok yang tenang, mencintai kemurnian, dan memiliki standar moral yang tinggi. Ia tidak butuh berteriak untuk diperhatikan; auranya yang effortless sudah cukup untuk mengintimidasi sekaligus memikat.

– Kenanga, Simbol luhurnya budi pekerti.
Identik dengan semburat gradasi hijau kekuningan yang membumi. Bentuk kelopaknya yang menjuntai lemas melambangkan kerendahan hati dan fleksibilitas. Khas aromanya sangat eksotis, intens, dan magis—sering dikaitkan dengan tradisi luhur Nusantara. Sangat cocok untuk perempuan yang setia pada akar budaya. Ia adalah sosok yang memiliki kedalaman spiritual, penuh kedamaian, dan memegang teguh janji (kesetiaan), tipe perempuan yang kehadirannya membawa keteduhan bagi siapa pun di dekatnya.
– Mawar, Klasik, romantis, dan penuh intensitas cinta.
Palet merah marun yang dalam hingga merah menyala dominan. Bentuk kuncupnya yang melindungi inti bunga melambangkan batasan dengan sekat tegas boundaries yang elegan namun penuh gairah. Aroma khas floral yang klasik, manis, sekaligus spicy, ditujukan bagi perempuan yang berani mengekspresikan cinta. Wanita Mawar romantis namun memiliki pendirian yang tajam. Mawar merepresentasikan perempuan yang merayakan sensualitasnya dengan cara yang terhormat meneguhkan bahwa keindahan sejati datang dari keberanian untuk mencintai dan dicintai.
Danar Hadi tidak sekadar menggambar bunga; mereka membedah DNA setiap flora. Seruni hadir bagi si optimis yang tangguh, sementara Anggrek Bulan menjadi representasi bagi mereka yang memuja elegansi tanpa batas waktu
“Kami memadukan akar tradisi yang dalam dengan ekspresi mode kontemporer. Ini adalah penghormatan bagi setiap perempuan yang mengenakan batik dengan bangga,” ujar Diana Santosa.
Craftsmanship & Siluet
Danar Hadi memamerkan kemahiran craftsmanship yang impresif. Permainan teknik cap, tulis, hingga tulkom (tulis kombinasi) diaplikasikan di atas kanvas material mewah seperti silk crepe, Thai silk, organza, dan tekstur organik dari tenun ATBM.
Palet warna yang dihadirkan bergerak dinamis; mulai dari deretan bold colors yang merebut atensi hingga rona pastel yang berbisik lembut, menciptakan gradasi emosi yang apik di sepanjang peragaan.

The Six Sequences Run Away
Narasi mode ini dibagi menjadi enam babak yang mengalir layaknya puisi:
1. The Heritage Revival, Reimajinasi kebaya modern dengan aksentuasi beads dan aplikasi bunga yang dipadukan dengan selendang tenun distingtif.
2. The Modern Classic, koleksi Danar Hadi yang menampilkan clean-cut yang presisi untuk perempuan profesional yang mengapresiasi motif pakem.
3. Floral Rhythms, Eksplorasi motif Widodaren dan Anglung Rambar dalam siluet yang lebih cair dan feminin.
4. Seruni Synthesis, Dialog antara motif bunga Seruni dengan elemen grafis modern.
5. Earthly Elegance atau Bunga Tanahan, Long tunics dan outerwear dari sutra crepe yang dipermanis dengan detail beading halus.
6. The Pastel Dream, Narasi Cat Walk Penutup yang ethereal melalui jajaran dress dan abaya berbahan renda serta lace dalam nuansa romantis.
Metafora “Sekar Setaman” dalam Perjalanan Spiritual Ramadan
Jika “Sekar Setaman” adalah taman bunga yang mekar serentak, maka Ramadan adalah hujan yang menyirami jiwa agar bunga-bunga itu bisa tumbuh kembali. Batik Danar Hadi mengajak kita melihat prosesi ibadah bukan sebagai beban, melainkan sebagai proses “mekar” secara spiritual.
– Fase Ramadan, Proses Menuju Fitrah
Sebagaimana bunga yang membutuhkan waktu untuk kuncup sebelum mekar sempurna, Ramadan adalah masa kontemplasi.
Koleksi Kenanga membawa Kesetiaan & Kedamaian, Mewakili awal Ramadan. Kedalaman aromanya mencerminkan kekhusyukan doa dan kesetiaan hamba pada pencipta-Nya. Mengenakan motif ini saat tarawih atau buka puasa bersama membawa aura keteduhan yang menenangkan sekitarnya.
Sedangkan Seruni yang Optimisme, menjadi energi di tengah bulan puasa. Keteguhan bunga Seruni melambangkan kekuatan fisik dan mental dalam menjalani ibadah dengan penuh kebahagiaan, bukan keletihan.
– Malam Lailatul Qadar
Filosofi Anggrek Bulan yang memberi Kemurnian & Keanggunan Abadi, berpadu dengan Anggrek Bulan yang putih bersih menjadi simbol pencarian malam kemuliaan. Di titik ini, narasi mode bergeser menjadi lebih ethereal dan elegan. Busana dengan motif ini mencerminkan jiwa yang berusaha kembali bersih (fitrah), elegan dalam tutur kata, dan murni dalam niat.
– Hari Raya Idul Fitri, The Symphony of Celebration
Saat Lebaran tiba, taman “Sekar Setaman” akhirnya mekar sepenuhnya. Ini adalah momen perayaan kemenangan. warna-warni sekar mekar serentak dengan aroma beradu-padu membawa kebahagiaan, kecerian, ekspresi kebahagiaan.
Koleksi Mawar yang identik dengan Cinta & Romansa), Idul Fitri adalah tentang cinta—kepada keluarga dan sesama. Motif Mawar dalam palet warna yang cerah atau pastel lembut menjadi simbol kegembiraan hati yang kembali fitri.

Harmoni dalam Keberagaman tertuang pada filosofi “Sekar Setaman” yang menyatukan berbagai jenis bunga dalam satu taman, momen Lebaran adalah saat di mana seluruh keluarga dengan karakter yang berbeda-beda berkumpul dalam satu harmoni kemenangan.
Pada akhirnya, “Sekar Setaman” bukan sekadar perayaan visual di atas material sutra dan tenun, melainkan sebuah refleksi spiritual yang menemukan momentumnya di bulan suci. Batik Danar Hadi telah melampaui batas fungsional sebuah busana; mereka menciptakan medium bagi perempuan untuk merayakan proses “mekar” dalam perjalanan menuju fitrah.
Sebagaimana taman yang harmonis, koleksi ini mengingatkan kita bahwa keberagaman karakter—keteguhan Seruni, kemurnian Anggrek Bulan, kedamaian Kenanga, dan cinta Mawar adalah simfoni yang indah jika dijalin dalam benang ketulusan. Di hari kemenangan nanti, saat silaturahmi terjalin dan doa-doa melangit, mengenakan “Sekar Setaman” adalah cara kita menghargai tradisi sekaligus merayakan versi terbaik dari diri kita yang telah terlahir kembali. Ini adalah bukti nyata bahwa keindahan sejati nusantara akan selalu relevan, menyentuh jiwa, dan abadi melintasi waktu.
Sekar Setaman bukan hanya tentang estetika visual, tapi tentang bagaimana Batik Danar Hadi berhasil menjaga jiwa zaman batik tetap relevan di tahun 2026. Koleksi ini adalah surat cinta untuk alam nusantara, sekaligus bukti bahwa di tangan yang tepat, warisan budaya bisa tampil sangat high-fashion.***