Bandung Side, Pendopo Kota Bandung – Sosialisasi pemilu IA ITB 2025 untuk medapatkan Ketua Umum baru periode 2025-2030 dimulai hari ini, Minggu, 01 Juni 2025 di Pendopo Kota Bandung, jl. Dalem Kaum No.56, Balonggede, Regol Kota Bandung.
Kegiatan ini secara simbolis dibuka oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., bersama Ketua Umum Pemilu IA ITB 2025 Ilma Herwandi, Wakil Sekjen Pengurus Pusat IA ITB periode 2021–2025 Safri Lubis, Ketua IA ITB Jawa Barat Jalu Pradono Priambodo, dan Wakil Ketua Kongres XI IA ITB Roland Wala.
Disampaikan oleh Ketua Umum Pemilu IA ITB 2025, Ilma Herwandi bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan awal bagi bakal calon ketua umum IA ITB untuk melakukan rangkaian kegiatan selanjutnya yaitu Hearing Nusantara.
“Sosialisasi Pemilu IA ITB merupakan langkah awal bakal calon ketua umum IA ITB melakukan rangkaian Hearing Nusantara, perdana di Pendopo Kota Bandung, pekan depan di Medan, dua pekan lagi di Balikpapan dan tiga pekan lagi terakhir di Jakarta,” ujar Ilma Herwandi.
Selajutnya sebagai puncak kegiatan Pemilu IA ITB akan dilaksanakan Kongres Nasional ke XI digelar di ITB pada Tanggal 28 Juni 2025, tambah Ilma Herwandi.

“AD/ART IA ITB sangat menghargai masing-masing alumni untuk bersuara, jadi sesuai Amanah Kongres Luar Biasa IA ITB 2025 yang digelar dalam rangka menyempurnakan Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ ART) untuk mendapatkan Ketua Umum yang baru, pada Sabtu, 15 maret 2025 lalu di Aula Timur, Kampus Ganesha bahwa mekanisme yang sudah disepakati termasuk juga tidak ada perubahan untuk mekanisme pemilihan umum tetap diselenggarakan One Man One Vote dan akan dipilih ketua umum baru IA ITB di Bulan Juni 2025,” jelas Ilma Herwandi.
One Man One Vote merupakan prinsip demokrasi yang diterapkan oleh Ikatan Alumni ITB, seperti pemilu di Republik Indonesia, tambah Ilma.
“Selanjutnya pada Tanggal 28 Juni nanti akan dilaksanakan I Votting, jadi yang bisa diakses diseluruh jangkauan dunia dimana alumni ITB berada secara online,” ungkap Ilma.
Saat ini juga sedang berlangsung proses verifikasi proses data pemilih, jadi panitia pemilu memastikan seluruh orang yang memilih adalah betul-betul alumni ITB dan memang alumni tersebut yang memilih, jadi tidak dicuri suaranya, tetap pada prinsip One Man One Vote, tambah Ilma.
Pada Pemilu IA ITB 2025, terdapat tiga alumni yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat, yakni Agustin Peranginangin (Teknik Sipil 1994), Agung Aswamedha (Fisika 2002), dan Puja Pramudya (Teknik Informatika 2006).
Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara, yang turut hadir dalam acara Sosialisasi Pemilu IA ITB berharap siapa pun yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat IA-ITB dapat membawa kemajuan bersama.
“Suatu universitas tidak akan berarti apa-apa tanpa ada alumninya. Keberadaan alumni dan kiprah alumni sangat penting bagi intitusi. Dan kita sangat berharap Ikatan Alumni ITB itu menjadi penghela dan penggerak kemajuan bangsa,” kata Tatacipta Dirgantara.
Hari ini kita melihat calon-calon yang luar biasa yang bersedia memberikan dan meluangkan waktunya untuk berbakti dalam kepengurusan IA ITB yang akan dating untuk bersama-sama ITB dengan Pemerintah Kota Bandung memajukan Indonesia.

Harapan Wali Kota Bandung Kepada Ketua Terpilih
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan bahwa ketua yang terpilih nanti akan bisa mengkonsolidasikan kekuatan para alumni ITB.
“Alumni ITB adalah satu dari sedikit alumni perguruan tinggi yang memiliki konsolidasi yang sangat kompak, terutama di sector bisnis dan sector pemerintahan serta di sector civil society,” ujar Muhammad Farhan.
Kita semua tahu bahwa alumni ITB hararebat (*hebat-hebat) artinya ada masanya memang barudak ITB kepake pisan (*anak ITB terpake sekali) dan bisa kemana-mana, lanjut Farhan.
“Hebatnya ITB, menjadi satu-satunya perguruan tinggi teknologi di Indonesia yang berhasil menggabungkan antara teknologi dengan seni,” ungkap Farhan.
Prospek Kerjasama Kota Bandung
Farhan juga menyampaikan beberapa poin positif prospek kerjasama dengan Alumi ITB maupun dengan institusi ITB terkait salah satunya isu pengelolaan sampah di Kota Bandung.
“Saya akan mereview semua Perwal yang menyangkut masalah lingkungan hidup untuk mengetahui apakah masalah kantong plastic, penggunaan styroform, termasuk penggunaan asbes apakah masih efektif atau tidak. Bila tidak efektif maka pilihannya dua, yakni satu cara gampang: batalin saja, kedua cara bener; bagaimana caranya agar bisa efektif,” kata Farhan.
Mereviewnya kan harus ada kajian akademik yang benar, selain tadi Pak Tata (*rektir ITB) memberikan kajian tentang ekosistem besar di Jawa Bagian Barat ini, juga akan mengajak teman-teman ITB melakukan juga analisis tentang eks situ Kebun Binatang Bandung. Jadi konservasi eks situ seperti Kebon Binatang bandungapakah masih layak ada di Kota Bandung, secara kajian ilmiahnya bagaimana ya ? Hal tersebut penting, lanjut Farhan.
Termasuk dibentangan Taman Sari, yakni Babakan Siliwangi ada reactor nuklir yang memang ada tempat penyimpanan dari limbahnya, kan harus dipikirkan juga.
“Hal ini lah yang menjadi bagian ekosistem dimana Kota Bandung akan sangat senang untuk menjadi laboratorium kerjanya para mahasiswa dan peneliti,” ungkap Farhan.
“Kolaborasi Pemkot Bandung, ITB, Unpad nanti akan diformalkan dalam bentuk kerja sama Tripartit kayaknya ya, pertama penanganan sampah, baik tinjauan teknologi maupun dampak ekonomi sosialnya. Kita juga berencana pada 11 September 2025 akan memulai promo wisata edukasi di Kota Bandung yang kami selenggarakan di Kota Medan. Harapannya, memperkenalkan perguruan tinggi terbaik yang ada di Kota Bandung yang rata-rata levelnya sudah internasional. Kita juga akan bekerja sama dalam penyelenggaraan Pasar Seni pada 19 Oktober 2025 di ITB,” pungkas Muhammad Farhan.***