SEKTOR PERTANIAN ADA DI TANGAN MILENIAL : PELUANG ATAU SEKEDAR SLOGAN?

SEKTOR PERTANIAN ADA DI TANGAN MILENIAL PELUANG ATAU SEKEDAR SLOGAN

Bandung Side, Cibiru – Sektor Pertanian di Indonesia memiliki potensi besar dalam dunia industry bila dikelola dengan baik dan benar akan menjadi bidang yang menjanjikan secara ekonomi dan social.

Generai Milenial sudah mulai melirik dan menunjukkan minat kepada sector pertanian ini, meskipun masih banyak yang memandang dengan sebelah mata bahwa pertanian sebagai pekerjaan warisan.

Generasi Milenial memiliki kemampuan untuk mengerjakan berbagai tugas sekaligus, serta sangat paham akan teknologi, dan memiliki keahlian berbahasa serta komunikasi yang baik.

Teknologi dan internet telah menjadi bagian integral dari kehidupan mereka. Namun, generasi ini cenderung memiliki sifat individualis dan kurang sabar karena kemajuan teknologi memberikan kemudahan yang cepat dan instan.

Mereka sangat terampil dalam penggunaan komputer, tetapi kemampuan teknis di lapangan sering kali kurang.

Jadi, dengan berbagai karakteristik yang mereka miliki, bagaimana generasi Milenial akan merespons sektor pertanian di Indonesia ketika saatnya tiba untuk mengambil alih tanggung jawab tersebut?

Mengingat Indonesia adalah negara berkembang di mana sektor pertanian masih mengandalkan tenaga kerja dan bukan pada modal atau teknologi, kita semua berharap agar kemajuan dapat dicapai secara merata di semua bidang dan daerah.

Masa depan sektor pertanian di Indonesia semakin tergantung pada kontribusi generasi milenial, yang bukan sekedar kata-kata kosong, tetapi sebuah kesempatan nyata yang sedang diwujudkan melalui beragam usaha dan inovasi.

Generasi milenial memiliki kemampuan besar untuk mendorong perubahan pertanian dari cara lama menjadi lebih modern dan kompetitif, dengan memanfaatkan teknologi, manajemen yang baik, dan akses ke pasar yang luas.

Sektor pertanian berpengaruh penting dalam mendukung ketahanan pangan, menjaga stabilitas nasional, serta sebagai sumber pendapatan negara. Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pertanian merupakan garda terdepan dalam mengembangkan sektor ini, sementara generasi muda diharapkan menjadi penerus yang membawa pembangunan pertanian ke depan.

Penting untuk mengenalkan teknologi pertanian kepada generasi muda guna membangkitkan rasa cinta mereka terhadap dunia pertanian.

Pertanian di indonesia juga bagian dari tanggung jawab milenial saat ini karena Dengan dukungan yang tepat, semangat inovasi, dan keinginan untuk belajar dan beradaptasi, serta dukungan yang tepat, generasi milenial dapat menjadi penggerak utama pertanian modern yang produktif, berkelanjutan, dan menguntungkan bagi bangsa Indonesia.

Ini adalah masa depan pertanian yang sebenarnya, dan bukan sekadar slogan. Dengan menangani berbagai tantangan yang ada dan memanfaatkan teknologi, kaum milenial dapat berperan penting dalam mewujudkan pertanian di Indonesia yang modern, berkelanjutan, dan memiliki daya saing tinggi.

Terkadang generasi milenial di masa kini tampak tidak berminat untuk menjadi petani, mereka lebih memilih bekerja di sektor industri dan supermarket daripada bertani.

Banyak dari generasi milenial yang merasa enggan atau tidak bertahan dalam bidang pertanian saat ini. Para peneliti menyatakan bahwa ini disebabkan oleh kemajuan teknologi dan penghasilan petani yang kurang memuaskan.

SEKTOR PERTANIAN DI TANGAN MILENIAL  PELUANG ATAU SEKEDAR SLOGAN
SEKTOR PERTANIAN DI TANGAN MILENIAL PELUANG ATAU SEKEDAR SLOGAN

Sejalan dengan perkembangan zaman, teknologi mengalami kemajuan yang sangat cepat. Apalagi, keadaan global yang senantiasa berubah membuat sektor pertanian perlu menyesuaikan diri dengan teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan makanan masyarakat (Fahmid et al. , 2022).

Di samping itu, teknologi juga berkontribusi dalam meningkatkan hasil pertanian. Saat ini, banyak generasi muda yang cenderung enggan terlibat dalam sektor pertanian karena dianggap kuno, dan lebih memilih untuk bekerja di industri yang berlokasi di kota.

Menghidupkan kembali sektor pertanian, Petani milenial membawa semangat baru ke sektor pertanian, yang selama ini tidak menarik bagi generasi muda, Meningkatkan produktivitas Petani generasi milenial dapat meningkatkan produksi pertanian mereka dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas dengan menggunakan teknologi kontemporer, Menjaga kelestarian lingkungan Petani milenial yang menggunakan metode pertanian berkelanjutan membantu menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang, Membuka peluang bisnis baru Generasi milenial petani menciptakan peluang bisnis baru di sektor pertanian, seperti agrowisata, produk pertanian olahan, dan pemasaran online.

Pertanian modern sekarang tidak lagi diasosiasikan dengan pekerjaan yang melelahkan dan pendapatan rendah yang membuat generasi muda enggan untuk masuk ke bidang ini.

Sebaliknya, dengan perkembangan teknologi seperti alat pertanian yang dimekanisasi, aplikasi digital untuk memantau hama dan kondisi cuaca, serta sistem pemasaran online, sektor pertanian menjadi lebih efisien dan menguntungkan.

Misalnya, ada seseorang petani milenial yang berhasil mengelola bisnis budidaya hortikultura menggunakan teknologi dan pemasaran digital, mampu membina ratusan petani serta mengelola lahan yang luas dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan, bahkan mengekspor hasilnya ke luar negeri.

Berbagai teknologi yang ada di bidang pertanian antara lain adalah mesin penanam, alat pemanen gabah, mesin pemisah benih unggul, dan banyak lagi.

Selain itu, beberapa langkah berikut dapat diambil untuk meningkatkan minat generasi muda dalam bidang pertanian (Yodfiatfinda, 2018).

Apabila jumlah petani muda meningkat, maka produksi padi juga akan bertambah, sehingga ketahanan pangan dapat terjamin.

Dengan demikian, diharapkan langkah-langkah tersebut dapat memberikan dampak positif dalam menarik perhatian generasi muda terhadap sektor pertanian, sehingga ketahanan pangan tetap dapat dijaga.

Saat ini, isu ini menjadi perhatian utama pemerintah yang menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul di masa mendatang. Salah satu persoalan penting dalam dunia pertanian saat ini adalah adanya kekurangan generasi muda yang bergerak di bidang ini.

Indonesia merupakan negara dengan potensi besar di sektor pertanian yang menjadi inti dari perekonomian nasional. Oleh karena itu, keberlangsungan sektor pertanian perlu dijaga dengan baik oleh Pemerintah Indonesia.

Kondisi ini membuat khawatir, terutama karena, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pertanian adalah sektor vital bagi Indonesia, tetapi tidak ada tenaga kerja yang cukup untuk mengelolanya di masa depan.

Fenomena saat ini menunjukkan bahwa generasi Milenial cenderung enggan untuk menjadi petani. Mereka tidak mau bekerja di lapangan dengan terik matahari, dan lebih memilih pekerjaan yang lebih ringan.

Ditambah dengan akses yang lebih cepat untuk mendapatkan informasi di era Milenial, mereka lebih tertarik untuk memilih pekerjaan atau keterampilan yang dapat memberikan penghasilan lebih tinggi dengan usaha yang lebih minimal.

Para generasi muda juga menilai bahwa bertani memiliki banyak risiko, seperti kemungkinan gagal panen, krisis pupuk, serangan hama, perubahan cuaca yang tak menentu, dan berbagai permasalahan lainnya. Sebagian besar keluarga petani cenderung mengutamakan pendidikan anak-anak mereka hingga jenjang yang lebih tinggi, sehingga mengurangi peluang anak-anak untuk terlibat dalam sektor pertanian.

Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Pertanian bersama dengan pemerintah daerah melaksanakan program Petani Milenial. Program Petani Milenial merupakan inisiatif untuk mengembangkan kewirausahaan di kalangan petani muda dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, serta kehutanan, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar tercipta ekosistem pertanian yang mandiri, maju, dan berkelanjutan.

Petani milenial adalah individu yang berumur antara 19 hingga 39 tahun. Kelompok usia ini termasuk dalam generasi milenial yang dikenal memiliki kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital, sehingga mereka tidak kesulitan dalam mengenali dan memverifikasi teknologi. Oleh karena itu, petani milenial menjadi subjek kunci dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

Tujuan dari program Petani Milenial adalah untuk berkontribusi dalam pemulihan ekonomi masyarakat di sektor pertanian. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi milenial dalam usaha pertanian serta meningkatkan hasil produksi pangan, hortikultura, dan peternakan. Pembentukan petani milenial juga sebagai langkah untuk mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja, sehingga berkontribusi pada kemajuan industri pertanian di Indonesia.

Dunia telah mengalami perubahan menjadi global, dengan penduduk yang menjadi masyarakat informasi yang dapat terhubung secara online dan mengakses informasi di mana saja. Teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan cepat tanpa batasan waktu dan tempat. Hal ini juga berlaku di sektor pertanian. Saat ini, berbagai aplikasi digital yang dapat membantu para pelaku pertanian sangat mudah ditemukan di berbagai platform sebagai salah satu hasil dari kemajuan teknologi.

Kemudahan dalam penggunaannya telah mendorong banyak petani untuk mulai memanfaatkan berbagai aplikasi pertanian. Fenomena ini tampaknya tidak hanya terjadi di daerah perkotaan dengan banyak kesempatan akses, tetapi juga terlihat di daerah pedesaan yang memiliki akses yang baik.

Masa depan pertanian ada di tangan milenial tidak hanya sekedar ungkapan belaka, oleh karena itu diperlukan tindakan nyata dan kesadaran dari berbagai pihak.

SEKTOR PERTANIAN ADA DI TANGAN MILENIAL
SEKTOR PERTANIAN ADA DI TANGAN MILENIAL

Adapun solusi solusi yang dapat direalisasikan agar masa depan pertanian dapat terlestarikan oleh milenial saat ini:
1. Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Pertanian
Pemerintah, institusi pendidikan, dan organisasi nirlaba harus memperkuat program pendidikan vokasi serta pelatihan teknis di sektor pertanian yang sesuai dengan minat dan cara belajar generasi milenial. Pelatihan yang diberikan sebaiknya berbasis teknologi, memiliki kepedulian lingkungan, dan bersifat aplikatif, agar kaum milenial dapat melihat sektor pertanian sebagai bidang yang modern dan menjanjikan.

2. Akses Permodalan dan Teknologi
Banyak sekali para milenial yang tertarik untuk melakukan kegiatan bertani tapi terhambat oleh kurangnya modal dan akses alat alat pertanian yang mereka punya. Pemerintah serta sektor swasta sebaiknya menyediakan skema kredit khusus untuk pertanian yang ditujukan bagi kaum muda, memberikan hibah peralatan pertanian yang mengutamakan teknologi, serta melaksanakan pelatihan tentang digitalisasi pertanian, seperti IoT, drone, dan platform agritech.

3. Ekosistem Dukungan dan Inkubasi Bisnis
Diperlukan adanya inkubator bisnis pertanian yang dapat mendampingi generasi milenial dari awal hingga akhir proses, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran. Kerja sama antara universitas, perusahaan pemula, koperasi, dan pemerintah setempat bisa membentuk ekosistem pertanian yang saling menguntungkan.

4. Membangun Citra Positif Pertanian
Kampanye tentang pertanian modern perlu diperkuat di media sosial, tempat di mana banyak milenial menghabiskan waktu mereka. Diperlikan sosok seseorang yang teladan dalam petani milenial yang berhasil, didukung dengan konten kreatif, dokumenter yang menginspirasi, dan dukungan dari influencer pertanian untuk mengubah pandangan bahwa bertani adalah sesuatu yang kuno.

5. Regenerasi Petani Secara Terstruktur
Pemerintah perlu merancang program regenerasi petani dengan pendekatan yang terstruktur, termasuk memberikan insentif lahan bagi petani muda, melakukan reformasi agraria yang bersahabat dengan generasi muda, serta membuat skema kerja sama dengan petani senior sebagai pembimbing bagi petani muda.

Dengan ini petani milenial juga merupakan harapan masa depan yang juga merupakan aset bagi masa depan dengan memunculkan sikap yang peduli terhadap keberlangsungan pertanian akan menjadikan indonesia sebagai penghasil pertanian terbaik dengan kepedulian yang muncul dari para milenial di jaman sekarang dan juga Slogan “Masa depan pertanian ada di tangan milenial” bisa terwujud jika didukung oleh kebijakan yang tepat dan pelaksanaan yang efektif. Diperlukan kerjasama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk membangun ekosistem pertanian yang menarik bagi generasi muda.

Oleh karena itu penting bagi kita sebagai generasi milenial untuk lebih peduli terhadap kemajuan dan keberlangsungan pertanian di Indonesia agar menghasilkan produk olahan pertanian yang baik dan berkuliatas bagi masyarakat Indonesia.***
(Alvino Dijan Zamzami, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas: Sains dan Teknologi, Prodi: Agribisnis).

Tinggalkan Balasan