Bandung Side, Diponegoro – Warisan budaya kuliner Jawa Barat hadir dengan signature Plataran Indonesia menawarkan venue dan dining ekslusif bersentuhan dengan ikonik dan bersejarah bernuansa dining, homey, royal, intimate berlokasi strategis di kawasan bersejarah pemerintahan Kota Bandung.
Plataran Bandung, tepatnya di jl. Diponegoro No 27 bersebrangan dengan Gedung Sate merupakan tempat makan menyajikan beragam masakan warisan budaya kuliner juga sebagai tempat berkegiatan atau suatu even dan acara yang representatif, mulai dari pertemuan pribadi hingga pertemuan besar seperti pernikahan dan acara perusahaan lainnya hingga menampung 600 orang.
Plataran Bandung menyajikan beragam masakan warisan budaya kuliner Indonesia yang telah dikurasi menjadi signature Plataran, sehingga memancarkan suasana makan yang elegan disajikan dengan standar keunggulan layanan Plataran yang tinggi.
Konsep Dining Homey Royal Intimate juga menjadikan suasana fasilitas convention yang cocok untuk kegiatan MICE, pernikahan, dan perayaan penting lainnya dengan sajian menu warisan budaya kuliner yang mempunyai cita rasa autentik ditawarkan Plataran Bandung yang juga turut menghadirkan hidangan legendaris signature Plataran Indonesia dengan kombinasi spesial warisan budaya kuliner khas Jawa Barat.

“Sebut saja menu Plataran Bandung yakni Nasi Goreng Tiga Dewi, budaya kuliner lokal yang sangat merakyat diusung oleh Plataran Bandung menjadi signature yang digemari pengunjung Plataran bandung,” ujar Senior Sous Chef, Asep Mulyadin.
Warisan budaya kuliner dari Sabang hingga Merauke adalah kepulauan Indonesia yang diberkahi dengan beragam tradisi kuliner yang mempesona dan otentik, masing-masing mempunyai ekspresi budaya lokal yang hidup di setiap destinasi. Salah satu hidangan khas yang menyatukan semuanya adalah nasi goreng, tambah Chef Asep Mulyadin.
Makanan pokok nasional yang lezat ini dapat ditemukan di pegunungan tertinggi, di lembah terdalam, di pantai tropis, dan jalan-jalan kota. Serbaguna, memuaskan, dan disukai secara universal, dapat disesuaikan dengan selera apa pun.

Menurut kami, tambah Chef Asep Mulyadin, bahwa terhadap harta kuliner nasional ini memberinya keunggulan ekstra, dengan Zaitun Kalamata Hitam ditambahkan untuk tekstur dan rasa ekstra pada nasi, buah naga hidangan rasa manis yang menyegarkan dan warna merah jambu cerah, sedangkan telur menambah tekstur dan kekayaan krim.
Porsi kacang mete yang banyak memperdalam rasa umami, sementara porsi jeruk nipis yang banyak menambah semangat dan energi pada sisa rasa. Semuanya digoreng bersama dan disajikan dengan kerupuk melinjo yang renyah, inilah cita rasa nasi goreng modern kosmopolitan yang sayang untuk dilewatkan, lanjut Chef Asep Mulyadin.
Plataran Bandung berkapasitas hingga 600 orang, dilengkapi dengan area lobby drop-off yang eksklusif. Pengunjung akan disambut di Askara Lounge dengan suasana hangat, sebelum akhirnya memasuki Merak Venue, yang merupakan ruang makan utama.

“Terinspirasi dari Gedung Sate, Plataran Bandung juga menawarkan 5 private room yang istimewa dan personalisasi yang cocok untuk berbagai acara, yaitu Elang, Gelatik, Kenari, Kepodang, dan Murai, yang bisa disesuaikan dengan preferensi tamu, baik dari segi fasilitas, kapasitas, bahkan menu. Cendrawasih Venue menawarkan suasana dan faslitas dengan pelayanan personal butler,” kata Arianti Armana, Director of Sales Plataran Bandung.
Ada juga Jalak Bali Lounge yang menyediakan pilihan minuman kontemporer, diracik oleh mixologist Plataran. Sedangkan Khatulistiwa Terrace menawarkan ruang bersantap di tempat terbuka yang luas, lanjut Arianti.
Tema setiap room Plataran Bandung adalah ‘True National Pride’ diwujudkan lewat aksi nyata menggunakan sumber daya dan karya seni anak bangsa yang telah dikurasi dan diterapkan di seluruh ruangan. Dengan instalasi tanaman hias lokal Bandung, atribut kayu, dekorasi interior, dan dekorasi mural kelas dunia yang dilukis seniman berbakat asal Bandung, sesuai dengan program Plataran UMKM Ecosystem, menjadi fondasi Plataran sendiri untuk mendukung dan memperkuat ekosistem yang terbentuk antara Plataran Indonesia dan UMKM,” ujar Arianti Armana.
“Plataran Bandung acap kali menjadi venue dalam penyelenggaraan acara dengan konsep Intimate dan Royal, seperti Luncheon Wedding, Dinner Wedding, Sangjit, ataupun lamaran yang hanya dihadiri oleh keluarga inti,” kata Arianti.
“Selain itu, menghadirkan venue untuk acara besar lainnya, seperti Kunjungan Kerja Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) yang dihadiri oleh Ibu Iriana Joko Widodo dan Agenda Makan Siang Ikatan Istri Pimpinan BUMN (IIP BUMN) yang dihadiri oleh Ibu Liza Erick Tohir,” ungkap Arianti.

Sebagai bagian dari True Indonesian Icon, Plataran Bandung menyajikan berbagai hidangan khas Nusantara yang menggugah selera. Seperti Jamur Istana, Sate Plataran Nusantara, Cireng Podomoro, Bola-Bola Gasibu dan Nasi Goreng Tiga Dewi yang menjadi kuliner khas di Plataran Bandung.
Menurut Chef Narto Sasongko, Head Chef Plataran Bandung, Nasi Goreng Tiga Dewi menjadi pilihan favorit dari banyak tamu karena rasanya yang unik, perpaduan dari tiga Nasi Goreng yang dikombinasi dari tiga cita rasa Nasi Goreng yang memiliki keunikannya sendiri, yaitu perpaduan antara kecombrang, buah naga, dan keluwek.
“Kami juga memiliki kudapan Cireng Podomoro yang sangat disukai oleh Ibu Iriana Joko Widodo,” kata Chef Narto. “Jamur Istana yang kami miliki juga merupakan kesukaan Presiden Joko Widodo saat datang ke Plataran Bandung”.

Di bulan Oktober 2023, Plataran Bandung juga mengeluarkan menu baru “Local Legacy” yang merupakan menu warisan dan tradisi dari Plataran.
Pada Local Legacy, setiap hidangan yang tersaji menggambarkan keanekaragaman budaya dan rasa Indonesia, mulai dari Keripik Mekar yang renyah, Salad Daging Madu yang segar, dan Soup Ikan Rempang sebagai Appetizer.
Lalu untuk menu utama, ada juga Ayam Bakar Jamu yang kaya akan rempah, Iga Kopi yang memberikan keunikan rasa, Udang Lobi-Lobi yang segar dari asam jawa dan lemon, Nasi Goreng Ikan Kayu yang gurih dengan bumbu khas, dan Tofu Pokchoy.
“Untuk hidangan penutup, kami menghadirkan Bolu Ketan Hitam dan Coffee Avocado Teng-Teng, yang merupakan perpaduan antara alpukat dan cemilan teng-teng, khas Jawa Barat, sebagai dessert nan manis dan menggugah selera,” ujar Chef Narto.

Tidak hanya itu, Plataran Bandung juga menghadirkan Mocktail spesial yang pernah tersaji di meja para kepala negara pada Gala Dinner KTT ASEAN Ke-43. Terdiri dari tiga varian rasa: Kamoro Burst, Javanese Sour, dan Bhinneka, setiap tegukan Mocktail merangkaikan kisah budaya dan warisan Indonesia.
Saat momen gathering bersama wartawan media Bandung, pada Kamis, 02 November 2023 sempat mencicipi menu signature Plataran saat Gala Dinner KTT ASEAN Ke-43 tersebut diantaranya disambut ASEAN Series Mocktail: Kamoro Burst dari aneka buah segar dan Javanese Sou perpaduan asam, cinamon yang segar.
Ditemani Appetizer; Keripik Mekar yang renyah, Salad Daging Madu yang empuk tapi nendang dan Soup Ikan Rempang yang menggugah selera. Dilanjutkan Main Course: Ayam Bakar Jamu hasil kekepan rempah Nusantara, Iga Kopi beraroma kopi robusta yang ada pada sausnya, Udang Lobi-Lobi asam pedas, Tofu Pok Choy dengan rasa asam segar dari tahu organik dan Nasi Goreng Ikan Kayu.
Berani menikmati warisan budaya kuliner signature Plataran Bandung ? Jangan sampai hilang kesempatan.***