Bordir Tasikmalaya Binaan Pertamina Tembus Pasar Asia

Bordir Tasikmalaya

Bandung Side, Jakarta – Bordir Tasikmalaya dengan teknik sulam jahit binaan Pertamina lebih diminati hingga tembus Pasar Asia oleh pelaku Usaha Mikro dan Kecil

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat terus berkomitmen dalam memajukan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang telah dilakukan dengan berbagai program, salah satunya melalui pengembangan sistem pendampingan terintegrasi pada skema pembiayaan, program pembinaan, pelatihan dan peningkatan pemasaran.

Teknik produksi bordir Tasikmalaya yang dikenal dengan teknik sulam jahit pada media sebagai hiasan atau motif ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Tasikmalaya. Bisnis bordir merupakan bisnis menjanjikan terutama di Kawalu, Tasikmalaya.

Sejak tahun 2006, seorang perajin bernama Nining Suminar kini telah memiliki 12 orang pekerja dengan memproduksi mukena dan kebaya dengan berbagai macam kain, motif serta ukuran.

Perempuan kelahiran Tasikmalaya, 13 November 1978 ini memang lahir di keluarga pengrajin bordir, sehingga hal tersebut menjadi inspirasinya membuat usaha sendiri.

Mukena dengan model terusan bordir manual menjadi produk yang paling diminati saat ini dengan harga produk yang bervariasi mulai dari Rp 75.000 – Rp 1.500.000 untuk setiap setnya.

Melalui Regional Jawa Bagian Barat, menjadi mitra binaan Pertamina dinilai Nining mampu memberikan dampak positif bagi usahanya.

“Pada tahun 2022 dalam kurun waktu 9 bulan ini, Alhamdulilah omzet sudah mencapai Rp 400 juta,” ujar Nining.

Nining mengaku saat ini sedang menyelesaikan produksi kebaya bordir Tasikmalaya untuk diekspor ke Malaysia. Pemasaran secara offline dengan pengiriman ke toko-toko grosir busana muslim menjadi pilihan Nining, kendati demikian tidak menutup kemungkinan dirinya akan melakukan pemasaran secara online.

“Walaupun pandemi di awal tahun 2020 berdampak cukup besar terhadap usaha kami, namun kini telah mengalami pengembangan. Terlebih menjadi mitra binaan Pertamina memberikan banyak peluang untuk usaha saya dan berharap dapat mengikuti kegiatan pelatihan, maupun bazar yang diselenggarakan Pertamina,” ujar Nining.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan menyampaikan, “Melalui pendampingan sebagai salah satu bentuk kegiatan pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil ini merupakan langkah yang strategis untuk memajukan mitra binaan kami agar terus tumbuh dan berkembang secara matang.

“Kami akan terus mendampingi serta membimbing para pelaku UMK untuk terus bersaing di dunia bisnis, terutama di masa pandemi Covid-19,” ujar Eko Kristiawan.

Program ini juga bertujuan untuk terus mengimplementasikan poin 8 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Selain SDGs, Pertamina juga berupaya menjalankan Environmental, Social & Governance (ESG) di bidang sosial. Dengan cara ini, Pertamina yakin dapat senantiasa menghasilkan manfaat ekonomi di masyarakat sesuai dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.***

loading...
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan