Bandung Side, Trans Luxury – TTC Travel Mart International ke-36 ajang pertemuan Bisnis to Bisnis (B2B) antara Seller dan Buyer pelaku pariwisata membawa isu menggembirakan pasca pandemi Covid-19 tentang pariwisata lintas negara.
Ajang kali kedua yang digelar oleh TCC Indonesia di Bandung, sebuah even tertutup hanya pelaku pariwisata saja yang berada di ballroom Trans Luxury Hotel jl Gatot Subroto, Bandung guna melakukan aktivitas transaksi, Kamis, 13/10/2022.
Kidung Pascalis, Project Manager TTC Indonesia mengatakan, bahwa TTC Travel Mart International ke-36 kali ini menghadirkan berbagai travel supplier lintas negara diantaranya tour operator, hotel, asuransi, tourism attraction, Holyland Operator, bahkan ada juga mengenalkan aplikasi travel yang simple untuk kebutuhan perjalanan pariwisata.
“Terhimpun 60 company dari internasional dan dalam negeri sebagai seller yang menjadi pilihan untuk bisa menjadi bahan belanjaan bagi Buyer untuk dibuatkan paket-paket wisata yang nanti bisa ditawarkan ke konsumen atau customernya,” kata Kidung Pascalis.

Pertemuan Table Top B2B, Bisnis to Bisnis mempertemukan pelaku pariwisata dengan travel agen, jadi antara seller diantaranya supplier dan operator, insurance, hotel, sedangkan pihak buyer atau pengunjung adalah travel agen.
Gambaran sederhananya, seller melalui pendaftaran yang dikelola oleh TCC Indonesia sedangkan pengunjung atau buyer boleh pelaku pariwisata yang memiliki travel agen. Seller akan menjual produknya dengan harga nett dibeli oleh Buyer atau travel agen yang kemudian membuat produk pariwisata untuk ditawarkan pada konsumen atau customer, lanjut Kidung.
Dari 60 sellers tersebut berasal dari berbagai negara di antaranya; India, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Malaysia, Vietnam, Jepang, Uni Emirat Arab, Turki, Spanyol, Bhutan, Slovenia, Islandia, Jerman, Tunisia serta pelaku wisata lokal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Sedangkan Buyer yang hadir dan sudah teregristrasi sudah masuk 200 travel agen ke data hingga siang ini dan tidak dipungut biaya hanya menunjukkan identitas travel agen nya,” ujar Kidung.

Antusias pelaku pariwisata khususnya travel agen sangat tinggi, padahal TCC Mart kali kedua mengadakan Table Top di Bandung, saat ini malah menggerakkan Buyer bukan hanya dari Bandung tapi dari luar Bandung juga untuk bisa belanja produk dari Seller.
“Bandung memiliki market besar untuk berwisata. Tahun 2016 lalu, berhasil menghadirkan 180 travel agen dari Bandung dan sekitaran Bandung. Untuk pasca pandemi yang sebelumnya absen selama 2 tahun tidak berwisata, berharap tahun ini sudah bergerak lebih bagus sektor pariwisatanya” terang Kidung Pascalis.
Dari perkembangan minat pariwisata Jawa Barat ke luar negeri, banyak permintaan akan wisata muslim atau moeslem market yang kuat dan besar sekali. Bahkan ada negara yang prioritas pasar wisatanya ke Indonesia seperti negara Korea.
“Korea sangat serius menggarap wisata halal untuk ditawarkan di Indonesia, infrastruktur seperti mushola di setiap mall, masjid, restoran halal yang sudah bersertifikasi, pusat oleh-oleh muslim dan lain-lain,” jelas Kidung.

Isu menarik yang dibawa oleh para seller atau travel agen dari berbagai negara adalah mahalnya harga tiket pesawat, perizinan visa ke Eropa, protokol kesehatan yang masih berlaku di beberapa negara, serta isu Jepang yang sudah mulai membuka border-nya untuk bisa dikunjungi wisatawan, sangatlah menggembirakan, lanjut Kidung.
Seiring dengan banyak negara yang sudah membuka border tanpa adanya kewajiban untuk karantina yang memberatkan wisatawan, hal ini tentu saja menjadi angin segar bagi para wisatawan yang sudah tidak sabar untuk kembali berlibur keluar negeri.
“Para seller travel agent ini mengaku bahwasannya minat orang untuk berwisata sudah membaik. Tinggal menyusun jadwal kapan pemberangkatannya saja dan pilihan akomodasinya bisa belanja di TTC Travel Mart International ini,” pungkas Kidung Pascalis.***