Bunga Potong Pasar Cihapit Lengkapi Suasana Lebaran

bunga potong

Bandung Side, Cihapit – Bunga potong menjadi trend mark Kota Bandung saat momen Lebaran saat bersilaturahmi bersama keluarga jauh maupun kerabat dekat.

Bunga potong menjadi tradisi masyarakat Kota Bandung saat momen Lebaran bukan hanya sebagai penghias rumah. namun wangi dan harumnya bunga potong menjadikan suasana meyenangkan saat dirumah.

Melintas saja di Pasar Cihapit, Kota Bandung akan menemukan lapak-lapak bunga yang beraneka jenis tanaman hias, khususnya bunga sedap malam yang menjadi favorit.

Sebut saja Yana Taryana (49th) salah satu pedagang bunga potong di Pasar Cihapit yang sudah melakoni kurang lebih 30 tahun berdagang bunga potong dan menyediakan bibit bunga hias bersama anak atau menantunya saat melayani pembeli.

Yana Taryana
Yana Taryana, salah satu pedagang bunga potong di Pasar Cihapit

“Momen Lebaran biasanya tidak akan ditinggalkan dengan menyediakan bunga potong untuk menghias rumah, kadang menjadi pilihan terakhir tapi harus ada karena sebagai pengharum alami yang menyenangkan,” kata Yana Taryana.

Aneka jenis bunga dengan warna dan keharuman sesuai selera tersedia berupa potongan yang nantinya dapat dirangkai cantik untuk diletakkan disudut ruang atau penghias meja makan dirumah, tambah Tri.

“Bunga yang disukai biasanya Krisan, Sedap malam lembang, Sedap malam jepang, Aster, Radiul, Mahrit, Mawar atau bisa pesan jenis bunga lain,” ujar Yana Taryana sambil melayani pembelinya.

Harga bunga per-potong di momen Lebaran ini masih terjangkau yakni serba Rp 10.000,- bisa dipilih sendiri sesuai selera, dan dapat dirangkai ditempat dengan memanfaatkan jasa tukang bunganya.

Bunga Potong Pasar Cihapit
Salah seorang pembeli sedang memilih bunga di Pasar Cihapit, Kota Bandung

“Lapak bunga di Pasar Cihapit ini buka sejak pukul 06.00 – 23.00 saat menjelang Lebaran ini, karena waktunya singkat hanya 2 – 3 hari saja kemudian Pasar Cihapit tutup saat Lebaran nanti,” jelas Yana.

Yana Taryana di hari biasa juga menyediakan bibit bunga hias yang selalu bertambah jenisnya karena sering mendapatkan pesanan kaum hawa saat pandemi Covid-19.

“Dua tahun ini saat pandemi, bibit bunga hias menjadi banjir pesanan, mungkin karena ibu-ibu atau remaja mempunyai hobby baru merawat bunga dirumah,” ujar Yana.

“Alhamdulillah, meskipun terdampak tapi kembali menggeliat kebutuhan dapur dengan hobby baru tersebut, semoga segera pulih kembali penghobby bunga di Kota Bandung ini,” pungkas Yana Taryana sambil sumringah.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan