Bandung Side, Cimahi – Indit touring brother ? begitulah pertanyaan yang disampaikan melalui pesan singkat whatsapp atau saat deringan handphone digeser ke fitur jawab.
Celoteh akrab barudak bikers Bandung penghobi otomotif kuda besi sangat akrab di telinga sesama anggota komunitas yang ingin melepas kebosenan dengan mengaspal berbarengan disuatu tujuan.
Dari kebersamaan dalam mengaspal jalan menjadi jawaban dari pertanyaan Indit Touring Brother menyatukan peserta dalam sebuah komunitas club bikers.
Lahirlah Indit Touring Brother Bandung (ITB) pada Minggu (30/01/2022) di Villa Skater jl. Budi, Cimahi Utara dengan deklarasi yang disaksikan oleh komunitas club bikers yang berafiliasi pada Republik Bikers Indonesia.
Deklarasi ITB Bandung dihadiri oleh MPR dan Presiden serta jajaran pengurus yang secara langsung diperkenalkan kepada club-club bikers.
Ditandai pemotongan tumpeng oleh MPR ITB Bandung, Bunda Agil yang potongan pertamanya diberikan kepada Presiden ITB Bandung, Lucky disambut hingar tepuk tangan dan terikan yel, “ITB….Santaykeun…!!!”.

Ucapan selamat atas Deklarasi Indit Touring Brother Bandung diberikan club bikers yang hadir dengan memberikan plakat kepada Founder, Bunda Agil secara bergantian dan diabadikan oleh juru kamera.
Bunda Agil mengatakan berawal dari ngabring bareng saat touring mengunjungi member dan teman bikers, kepalang tanggung karena seringnya bersilahturahim juga akhirnya dilahirkanlah Indit Touring Brother Bandung guna mewadahi aktifitas hobi yang sama.
“Ada saja aktifitas saat touring seperti memberi santunan anak yatim, menengok member yang sedang sakit, atau berkunjung ke komunitas lain. Tanpa disadari kok semakin lama semakin banyak juga member dan komunitas yang bergabung, ya sudah…diorganisir saja,” terang Bunda Agil.
Lahirnya Indit Touring Brother Bandung ini, mempuyai tujuan agar keberadaannya dapat bermanfaat bagi lingkungan sehingga kedepan saat melakukan aktifitas touring harus memiliki kegiatan sosial, tambah Bunda Agil.
“Selanjut, keorganisasian ITB Bandung akan menggodok rencana-rencana kegiatan yang menjadi visi dan misi kami dengan cara menyatukan frekuensi agar tetap solid dan kompak selalu,” ujar Bunda Agil.
Dilokasi yang sama, Presiden ITB Bandung, Lucky mengatakan untuk membangun bikers yang berkepribadian tercermin pada logo yang memiliki 4 poin sebagai sumber inspirasi dalam menjalankan organisasi, yakni, gambar Gedung Sate, Motor, Piston dan Angka.
“Umumnya, gambar Gedung Sate memberikan simbol ikon tempat bahwa kedudukan ITB Bandung di Kota Bandung,” jelas Lucky.
Kita tahu, lanjut Lucky, Gedung Sate yang kokoh berdiri hingga sekarang memiliki history atau cerita yang tidak akan lekang oleh waktu. Bikers pun begitu, saat melakukan aktifitas touring dipastikan akan memiliki cerita atau momen yang tidak bisa kita lupakan untuk bisa dikenang selalu.
Motor menjadi simbol sebagai sarana tunggangan kita yang digunakan sehari-hari dalam menyatukan bikers-bikers harus tangguh dan dirawat selalu. Simbol pemersatu ini menjadi modal dasar bagi bikers agar tetap solid, kompak, menjalin persaudaraandan kekeluargaan.
Piston sebagai jantungnya motor atau kendaraan memiliki simbol bahwa anggota ITB Bandung adalah jantungnya dalam komunitas yang mempunyai rasa memiliki, rasa persaudaraan dan kekeluargaan yang tinggi.

Angka 01-22 berarti suatu tanda, atau moment dimana bulan dan tahun ITB Bandung dilahirkan, yakni Januari 2022 memberikan makna akan waktu.
“Jadi bila berangkat dari logo Indit Touring Brother Bandung, arti nama ITB atau Indit Touring Brother hanyalah sebuah nama, namun didalamnya tersemat kekompakan, kesolidan, persaudaraan dan kekeluargaan. Rasa saling memiliki, saling menghormati, dan rasa saling peduli yang mendalam disatukan ketika kita bersama-sama dijalan saat touring dan ngaspal bareng,” jelas Lucky.
“Ucapan terima kasih atas dukungan kelahiran Indit Touring Brother Bandung diantaranya BSFB, BILT (Bikers Independent Learn Tanjungsari), RCC (Riders Cimahi Community), Independent Bandung Timur, AMCB (Amazing Motor Community Bandung), Yaci Yogyakarta (Yamaha Aerox Club Indonesia), BMT (Bikers Max Tangerang), TSONC (The Solid OtomotifNetral Community), DWBC Bandung (D’Wolf Bikers Community), BBIC (Baraya Bikers Ikatan Community), CBR Bikers Garut, BSCC (Bandung Speed Cornering Club), BSBC (Bandung Solidarity Bikers Community), MANOPOLL (Matic No Pollution Bandung Timur), BACO (Bikers Allvarian Community Cimahi), Rotax Motor Indonesia, Bikers Automotive Independent, Bikers Brotherhood Indonesia, Honda Matic 110 Bandung, JMC (Jogja Maxi Community), PCX Explore Nusantara Tangerang, dan komunitas bikers lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu,” ujar Lucky.
“ITB….Santaykeun…,” pungkas Lucky sambil beri yel.
Salah satu club bikers yang memberikan ucapan selamat atas dideklarasikannya Indit Touring Brother Bandung, Satria, Humas RBI Jabodetabek Bersatu menyambut dengan salam solid, kompak dan persaudaraan akan tetap terjalin selalu.
“Selamat atas deklarasi Indit Touring Brother semoga menginspirasi dan menjadi pelopor tertib berlalulintas dan pelopor keselamatan berkendara serta memberi manfaatan kepada masyarakat,” ujar Satria.
Ada kegiatan sosial juga seperti bakti sosial dengan memberikan bantuan sembako kepada yang membutuhkan, saat melakukan touring bersama, tambah Satria.
“Selain itu, ada harapan kepada ITB saat melakukan touring agar rapi dalam perjalanan, tidak ugal-ugalan dijalan, mentaati peraturan lalu lintas, tanpa arogansi dan tetap menjadi pelopor keselamatan di jalan, ucap Satria.

Kuliner dan Hiburan
Deklarasi Indit Touring Brother Bandung membawa nuansa baru saat dilaksanakan kegiatannya bagi komunitas bikers di Minggu Ceria ini.
Menjadi sebaik-baiknya ajang silahturahmi antar komunitas penghobbi otomotif dan touring, tampak tenda putih yang berisikan stan-stan kuliner.
Selain itu, telah siap seperangkat sound system dan organ tertata rapi di pendopo yang berfungsi sebagai panggung. Tampak megah dengan banner besar deklarasi Indit Touring Brother Bandung terpampang melatar belakanginya.
Dapat disimpulkan, kegiatan deklarasi Indit Touring Brother Bandung akan meriah seperti yang disamapaikan oleh Hendy Suprandani, Presiden Republik Bikers Indonesia.
Hendy mengatakan,” Nuansa baru tampak di area kegiatan dengan adanya tenda kuliner, karena RBI mensupport kegiatan deklarasi ini dengan kolaborasi bersama Forum UMKM Nuswantara atau FUN Kota Bandung”.
Republik Bikers Indonesia, dibangun dan besar dengan adanya club-club bikers di Indonesia yang tentunya memiliki visi dan misi yang berbeda-beda. Namun, saat pandemi Covid-19 singgah di Indonesia secara perlahan namun pasti bersikap kolaborasi dengan siapapun karena dampaknya juga terasa pada biker, tambah Hendy Suprandani.
“Segala aktifitas bikers otomatis berhenti, touring berhenti, sehingga bila melakukan bakti sosial contohnya menyalurkan bantuan sembako juga mengalami kendala,” ucap Hendy.

Kolaborasi secara tidak langsung dapat mendorong pelaku usaha baik anggota bikers maupun pelaku usaha yang sekarang hadir yakni FUN Kota Bandung dapat menggerakkan kembali roda ekonomi dari efek dampak pandemi Covid-19, lanjut Hendy.
“Kolaborasi ini mempunyai tujuan akan saling mengisi dan dapat dilakukan oleh club bikers saat melakukan suatu kegiatan. Namun pada akhirnya, masing-masing akan memiliki kemandirian, khususnya club bikers sendiri dalam hal penggalangan dana saat hendak berkegiatan, serta dapat mendorong pulihnya bisnis dan perekonomian,”ujar Hendy Suprandani, Presiden Republik Bikers Indonesia.
Kang Zen, Ketua Forum UMKM Nuswantara (FUN) Kota Bandung mengatakan sangat mengapresiasi kolaborasi bersama bikers dalam kegiatan Deklarasi Indit Touring Brother Bandung ini.
“Tidak menyangka juga akhirnya bisa berkolaborasi dengan bikers, meskipun berlatar belakang baik visi dan misi yang jauh berbeda namun kita berharap dapat mengisi celah dari masing-masing komunitas agar lebih baik dan sempurna,” kata Kang Zen.
Anggota dari FUN Kota Bandung memang dari berbagai jenis usaha, ibaratkan dari mulai pelaku usaha perorangan hingga yang sudah berproduksi masal yang melibatkan banyak orang dan kolaborasi pemenuhan bahan baku, lanjut Kang Zen.
“Saat ini kami menyajikan kuliner yang pelaku usahanya langsung turun kelapangan guna menjamu para bikers,” ujar Kang Zen.
Upaya kolaborasi untuk saling mengisi ini dapat juga dijadikan ajang edukasi, baik anggota FUN maupun bikers sendiri.

Secara gamblangnya, anggota FUN dan bikers dapat memenuhi kebutuhan masing-masing. Misalkan bila bikers membutuhkan nasi tumpeng saat ada kegiatan, dapat memesan ke Dapur Nyonya Lies dari anggota FUN. Hal tersebut dilakukan bersifat urgen atau mendadak, bila dengan berkolaborasi ini timbul suatu ide dari bikers untuk bisa mengusahakan membuat sendiri nasi tumpeng tersebut, maka akan lebih baik dan dapat menjadi peluang usaha juga bagi bikers, jelas Kang Zen.
Saat ini Kang Zen membawa anggota FUN Kota Bandung sekaligus memperkenalkan produk-produk UMKM yang sudah siap masuk ke industri.
Ada “Si Menak” dengan Sate Maranggi dan Nasi Bakarnya, Ichiyo Yogurt; Dim Sum, Kue Enak, Kopi Ngeunah; Dapur Djatnika Baso Aci; Gerobak Nyandu dengan risol, baso goreng, baso bakar dan sosis bakarnya; Serjamon minuman yang mengandung sereh jahe lemon madu; Dapur Nyonya Lies dengan masakan sunda mulai dari pangsit mie, telo ungu, lontong sayur, buntil, semur jengkol, gepuk; Aneka minuman ringan, jajanan ringan dalam kemasan yang semuanya berasal dari bahan lokal pilihan juga menyehatkan.
“Semoga kolaborasi ini tidak berhenti sampai disini, harapan kami akan berkelanjutan dan selalu memberi edukasi dan inspirasi khususnya club-club bikers yang tergabung dalam Republik Bikers Indonesia,” pungkas Kang Zen.
Selain suguhan kuliner dari FUN Kota Bandung, bikers dalam kegitan Deklarasi Indit Touring Brother Bandung juga disuguhkan hiburan musik dangdut.
Tidak pakai serta-merta, bikers yang hadir langsung turun di arena joged melakukan ritual 5G, Geal, Geol, Gitak, Giteuk dan Goyang.

Penyanyi dangdut dapat berinteraktif dengan peserta 5G membuat suasana lebih akrab dan santay dalam menikmati lagu dangdut yang dapat diselaraskan dengan irama musik yan energik.
Yang menarik, dikesekian lagu yang dibawakan biduan, terselip lagu Bangbung Hideung, lagu asli sunda dengan irama ngelangutkan jiwa.
Lagu Bangbung Hideung biasanya hadir saat bikers di Jawa Barat melakukan kegiatan yang ada hiburannya, seperti menjadi tradisi dan dianggap wajib bagi club bikers yang ada di Republik Bikers Indonesia,” kata Hendy Suprandani, Presiden Republik Bikers Indonesia.
“Selain memang lagu Sunda, melantunkan lagu Bangbung Hideung sebagai simbol mengucapkan bentuk rasa syukur kepada Tuhan dan sikap menghargai roh leluhur dari masyarakat etnis Sunda yang tentunya sebagian besar bikers RBI lebih banyak orang Sunda,” ujar Hendy.
“Sebenarnya untuk mengucapkan rasa syukur atau meminta itu kepada Allah dengan berdoa dan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an bagi yang Muslim. Namun, anggota dari club bikers yang tergabung dalam RBI tentunya multietnis, multitrust dan multi segalanya yang kebetulan sama hobbinya di otomotif, touring dan bakti sosial,” jelas Hendy.
Seringkali kita jumpai saat diadakan sebuah syukuran sepeti panen raya, khitanan, maupun pernikahan yang melantunkan lagu Bangbung Hideung di Tatar Sunda ini. Dilantunkannya Lagu Bangbung Hideung sebagai bentuk nilai budaya leluhur yang kita lestarikan, lanjut Hendy.
Setelah dilantunkan, sering kali pula ada yang dirasuki oleh roh leluhurnya. Ada pula yang dirasuki oleh makhluk gaib lain karena pikirannya yang sedang kosong, hal tersebut menjadi lumrah karena keberadaan kita juga berdampingan dengan mahluk Tuhan lainnya yang tidak kasat mata.
“Bangbung Hideung yang berarti Kumbang Hitam dipercaya oleh orang Sunda keberadaannya tersebut sebagai simbol penolak bala dalam makna filosofinya. Jadi, bagi orang Sunda yang masih memegang erat kebudayaan dengan menggunakan lagu Bangbung Hideung menjadi lebih bersemangat karena bisa menyatukan yang hadir,” pungkas Hendy Suprandani.***