Uji Petik KIP Kuliah Tepat Sasaran di STIMLOG

Uji Petik KIP Kuliah

Bandung Side, Sariasih – Uji Petik dan Monitoring tim Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 4 Jabar-Banten menyatakan Tepat Sasaran bagi mahasiswa penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) bidang pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di STIMLOG.

Mahasiswa penerima manfaat KIP Kuliah di STIMLOG yakni Pipih Selpiani dari Prodi Logistik dan
Rezqia Cantik Inaya dari Prodi Transportasi telah terjamin keberlangsungan kuliah dengan pembebasan biaya kuliah dan bantuan biaya hidup sesuai dan memenuhi persyaratan
ekonomi dan akademik.

Seperti yang disampaikan oleh Koordinator Fungsi Sarana, Prasarana Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah 4, Endang Setyobudi Rahayu, S.Sos.,M.Si. bahwa kegiatan uji petik dan monitor dilakukan untuk memastikan bantuan KIP Kuliah tepat sasaran dengan datang langsung di Kampus STIMLOG dan di rumah atau tempat tinggal mahasiswa yang didampingi oleh orang tuanya, Kamis (20/01/2022).

KIP Kuliah lahir karena pemerintah tidak ingin adanya anak Indonesia yang tidak bisa kuliah karena terkendala biaya, lanjut Endang.

Sehingga pemerintah perlu hadir dan mewujudkan keterjangkauan dan pemerataan yang berkeadilan dalam memperoleh pendidikan tinggi yang bermutu dan relevan dengan kepentingan masyarakat bagi kemajuan, kemandirian, dan kesejahteraan.

Uji Petik KIP Kuliah
Tim Uji Petik KIP Kuliah LLDIKTI Wilayah 4 Jabar-Banten di STIMLOG sedang melakukan monitoring.

Sehingga nantinya mahasiswa STIMLOG diharapkan untuk menjadi magasiswa unggul sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan tidak putusnya pendidikan serta menjadi kebanggaan bagi keluarga maupun pemerintah.

Mengutip Pedoman Pendaftaran KIP Kuliah 2021 dari Puslapdik Kemendikbud, ada tiga manfaat yang diberikan kepada pemegang KIP Kuliah, yaitu pembebasan biaya pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi, pembebasan biaya kuliah/ pendidikan dan bantuan biaya hidup bulanan.

“PIP melalui KIP Kuliah menjadi dasar komitmen pemerintah yang menempatkan akses pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat sebagai salah satu prioritas pembangunan,” pungkas Endang Setyobudi Rahayu.

Tim Uji Petik dan Monitoring LLDIKTI Wilayah 4 yang hadir di STIMLOG diantaranya Iis Ismaya, Yeni Rospiani, S.S.,MM. dan Yolanda Zamzami Putri, S.PTK.

Sementara itu, Wakil Ketua I STIMLOG, Dr. Melia Eka Lestiani, M.T. mengatakan bahwa STIMLOG telah melaksanakan amanah Program Indonesia Pintar melalui KIP Kuliah telah menseleksi mahasiswa dan mengusulkan sebagai penerima manfaat sesuai persyaratan ekonomi dan akademiknya agar tepat sasaran.

“Dalam peraturannya, mahasiswa penerima bantuan KIP Kuliah biaya pendidikannya langsung ditransfer ke STIMLOG dengan ketentuan program studi dengan akreditasi B sebesar Rp 4 juta,” kata Melia.

Adapun kekurangan biaya pendidikan yang berlaku, mahasiswa mendapatkan subsidi dari STIMLOG selama 1 semester tanpa membebankan kepada mahasiswa atau orang tua lagi.

Sedangkan untuk biaya hidup, diberikan langsung kepada mahasiswa penerima KIP Kuliah sebesar Rp 1,25 juta perbulan selama 1 semester disesuaikan dengan klasterisasi berdasarkan lokasi kampus STIMLOG, lanjut Melia.

“Setiap anak, apapun latar belakang ekonominya, harus mendapatkan hak dan kesempatan yang sama dalam menempuh pendidikan sehingga upaya pembangunan sumber daya manusia Indonesia harus berkeadilan, berkualitas, inklusif, dan berkesetaraan,” kata Melia.

Apalagi saat kondisi wabah COVID-19 sekarang, tambah Melia, dampak ekonominya dirasakan oleh semua, namun akses pendidikan tidak boleh putus dalam rangka memutus mata rantai kemiskinan.

Uji Petik KIP Kuliah
Pipih Selpiani Prodi Logistik (kanan) dan Rezqia Cantik Inaya Prodi Transportasi (ke 2 kanan) penerima KIP Kuliah saat diwawancarai tim Uji Petik LLDIKTI Wilayah 4 Jabar-Banten.

STIMLOG sebagai lembaga pendidikan tinggi akan mengawal mahasiswa penerima KIP Kuliah yang mempunyai berkewajiban yakni memperoleh nilai IPK minimal 2,76 yang akan dievaluasi terus setiap semesternya.

Selain itu, mahasiswa harus terlibat aktif dalam kegiatan kemahasiswaan kampus STIMLOG selama menempuh studi serta tidak melanggar ketentuan penerima manfaat KIP Kuliah.

“Diantaranya pelanggaran yang dilakukan, yakni indeks prestasi kumulatif (IPK) turun dari 3,0, menikah, cuti kuliah dan moralnya tidak bagus. Misalnya tidak bisa menjaga sopan santun terhadap dosen dan sesama,” jelas Melia.

Pipih Selpiani, putri pasangan Alit Suryana dan Almh. Iis Aisyah mahasiswi Prodi Logistik penerima manfaat KIP Kuliah sangatlah bersyukur sebagai penerima bantuan.

“Tadinya sudah pesimis untuk meneruskan pendidikan di perguruan tinggi, karena saat itu saya tidak lolos seleksi administrasi di STIMLOG,” kata Pipih.

Selang beberapa hari, lanjut Pipih Selpiani, STIMLOG menghubungi saya untuk wawancara KIP Kuliah karena pada saat itu saya masih belum diterima di kampus manapun jadi saya setuju untuk wawancara.

“Setelah itu, saya wawancara ditanya berbagai hal, dan tiba tiba di akun resmi Instagram STIMLOG mengupload foto yang lolos KIP Kuliah dan disitu ada saya, seneng banget tidak terbayang bakal lolos juga, tapi alhamdulilah bisa diterima kuliah di Stimlog,” kata Pipih

“Dengan adanya beasiswa KIP Kuliah di STIMLOG itu sangat membantu saya disaat tidak ada dana untuk biaya melanjutkan pendidikan. Saya bisa di permudah untuk kuliah dengan gratis bahkan mendapatkan uang saku juga. Mengikuti program KIP Kuliah itu sangat membantu sekali dalam melanjutkan pendidikan,” ungkap Pipih.

“Semoga pilihan Prodi Logistik di STIMLOG ini menurut saya merupakan jurusan yang langka, jarang ada kampus yang ada jurusan khusus logistik, lalu saya baca di google tentang propek kerja di bidang logistik itu luas sekali dan sesuai dengan keinginan saya,” tutur Pipih Selpiani.

Uji Petik KIP Kuliah
Tim Uji Petik LLDIKTI saat berkunjung di rumah Pipih Selpiani mahasiswa STIMLOG penerima beasiswa KIP Kuliah

Hal yang sama disampikan oleh Rezqia Cantik Inaya Prodi Transportasi bahwa saat memilih perguruan tinggi Ayah saya melihat di media sosial bahwa STIMLOG menerima mahasiswa melalui beasiswa KIP Kuliah 2021.

“Lalu saya melakukan pendaftaran secara mandiri di website KIP-Kuliah pada laman kip-kuliah.kemendikbud.go.id, setelah melakukan pendaftaran di laman KIP Kuliah, selanjutnya melakukan pendaftaran online dilaman PMB STIMLOG yaitu https://pmb.stimlog.ac.id dengan memilih jalur KIP Kuliah,” jelas Rezqia Cantik Inaya yang akrab di sapa Qia.

Setelah melakukan pendaftaran, lanjut Qia, tahapan selanjutnya pengumpulan berkas dan saya menunggu pengumuman seleksi berkas administrasi.

Kemudian diseleksi dengan wawancara, setelah wawancara Qia dinyatakan diterima di STIMLOG jalur KIP Kuliah dan ditetapkan di website KIP Kuliah sebagai penerima Beasiswa KIP Kuliah di STIMLOG.

“Qia akan berupaya maksimal untuk bertahan di IP yang bagus pasti nya, harus lebih semangat belajar, terus meningkatkan prestasi. Dengan terus mengevaluasi diri apakah ada metode belajar yang keliru agar bisa mempertahankan prestasi akademik,” ungkap putri ke 3 dari 7 saudara dari pasangan Saepudin dan Neni Fatimah.

Konsekuensi agar tidak melanggar program KIP Kuliah, Qia akan selalu ingat tujuan meraih pendidikan tinggi ini untuk masa depan Qia, masa depan keluarga agar bisa menepis gangguan saat menempuh studi di STIMLOG.

“Semoga Prodi Transportasi yang Qia pilih di STIMLOG menjadi pintu masuk meraih cita-cita agar dapat mengangkat derajat keluarga,” pungkas Rezqia Cantik Inaya.***

Tinggalkan Balasan