Bandung Side, Sari Asih – Kisah inspiratif mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Logistik (STIMLOG) Rezqia Cantik Inaya dan Pipih Selpiani menjadi lebih bersemangat dalam menempuh studi sebagai penerima KIP Kuliah 2021.
Memasuki masa pandemi Covid-19 membawa dampak ekonomi bagi semua, pemutusan kerja, berhentinya dalam berusaha dikarenakan harus menutup kantor dan toko, pabrik berhenti produksi yang mengakibatkan terganggunya distribusi barang sampai rasa pesimis untuk melanjutkan penddidikan tinggi.
Pesimis kelanjutan membuka kembali akses pendidikan akibat dari pendapatan orang tua dalam memenuhi kebutuhan terpangkas, sehingga mengganggu perekonomian keluarga menuju jurang kemiskinan.
Negara hadir di masyarakat guna anak Indonesia tetap mendapatkan akses pendidikan dengan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi yang akan meneruskan pendidikan tinggi guna memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan.
KIP Kuliah lahir karena pemerintah tidak ingin adanya anak Indonesia yang tidak bisa kuliah karena terkendala biaya pendidikan akibat dampak pandemi Covid-19.
Tiga manfaat yang diberikan kepada pemegang KIP Kuliah, yaitu pembebasan biaya pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi, pembebasan biaya kuliah/ pendidikan dan bantuan biaya hidup bulanan sesuai dengan persyaratan yang berlaku sesuai panduan yang ada pada situs https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/panduan.
Penerima manfaat bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi dirasakan oleh Pipih Selpiani dan Rezkia Cantik Inaya.
Hal tersebut disampaikan saat Tim Uji Petik dan Monitoring dari LLDIKTI Wilayah 4 Jabar Banten hadir di Kampus Orange, STIMLOG Jl. Sari Asih No.54, Sarijadi, Kec. Sukasari, Kota Bandung pada Kamis (20/01/2022).
Koordinator Fungsi Sarana, Prasarana Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah 4, Endang Setyobudi Rahayu, S.Sos.,M.Si. bahwa kegiatan uji petik dan monitor dilakukan untuk memastikan bantuan KIP Kuliah tepat sasaran dengan datang langsung di Kampus STIMLOG dan di rumah atau tempat tinggal mahasiswa yang didampingi oleh orang tuanya.
“KIP-Kuliah ditujukan secara eksklusif hanya untuk yang tidak mampu secara ekonomi. Siswa yang secara akademik unggul tapi mampu secara ekonomi tidak diperkenankan mendaftar,” kata Endang.

Perlu juga kami sampaikan, lanjut Endang, bahwa penghentian bantuan hanya diperkenankan untuk mahasiswa yang ternyata terbukti tidak layak. Misal dalam satu kasus ada salah satu penerima yang membeli barang mewah dalam tahun-tahun terakhir ini.
“Dalam kasus itu akan dikirimkan tim verifikasi untuk memastikan kelayakan penerima yang bersangkutan. Intinya jika Anda layak jangan khawatir akan dihentikan,” ujar Endang Setyobudi Rahayu.
Sementara itu, penerima bantuan biaya pendidikan Pipih Selpiani Prodi Logistik dan Rezqia Cantik Inaya berkisah bahwa saat melakukan pendaftaran di STIMLOG sempat tidak lolos dalam tahapan seleksi administrasi.
Namun beberapa hari kemudian, Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru STIMLOG bernama Bapak Alfan Kahfi menghubungi untuk menjadwalkan waktu wawancara mengenai jalur KIP Kuliah.
“Tadinya sudah pesimis karena pada pengumuman tahapan seleksi administrasi saja sudah gugur, namun setelah dihubungi Bapak Alfan Kahfi, Rezqia bersemangat lagi karena pada saat itu masih belum diterima di kampus manapun, jadi saya setuju untuk wawancara PMB lewat jalur KIP Kuliah,” ujar Rezqia Cantik Inaya saat bertemu Bandung Side di Kampus STIMLOG.
Pipih Selpiani pun juga mengisahkan hal yang sama saat proses wawancara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2021 melalui jalur KIP Kuliah.
“Alhamdulillah setelah melihat pengumuman disitu ada foto Pipih yang dinyatakan lulus lewat jalur KIP Kuliah di STIMLOG dan sesuai dengan program studi yang Pipih mau,” ujar Pipih.
Bantuan biaya pendidikan melalui KIP Kuliah ditransfer langsung di rekening pada Bulan November sebesar Rp 7.500.000,- diperuntukan membeli handpone, service laptop serta membeli kuota karena pembelajaran berjalan dengan daring/ online, tambah Pipih.
“Selain diperuntukan untuk membeli alat penunjang kuliah, bantuan biaya pendidikan tersebut juga Pipih gunakan untuk biaya makan, beli buku dan untuk transport,” jelas Pipih yang hobi nonton film romantis dan action saat waktu senggangnya.
Putri bungsu pasangan Alit Suryana dan Almh. Iis Aisyah mengatakan saat sudah mulai aktif pembelajaran secara daring Alhamdulilah pak untuk pembelajaran daring/ online berjalan lancar, hanya sering terjadi kendala jaringan.

“Pipih tinggal di rumah paman di daerah Kampung Sukamaju, Desa Kayuambon, Lembang yang memiliki kendala jaringan bila pembelajaran kuliah secara daring berlangsung,” kata Pipih.
Kadang suka ketinggalan materi kuliah, tapi suka nanya juga ke temen mengenai materi yang sempat ketinggalan, dosen pengajar saat menyampaikan materi dan menjelaskan materi dapat mudah di mengerti tidak ada masalah, lanjut Pipih yang jago menari tradisional ini.
“Kebiasaan waktu SMA, cara belajar Pipih itu mencatat semua materi di buku dari awal sampai akhir. Dengan catatan kuliah tersebut nantinya jika waktu ujian saya bisa membaca kembali,” ujar Pipih
Metode atau cara belajar tersebut berlangsung hingga kini menginjak menjadi mahasiswa, mungkin teman-teman banyak yang menyimpan materi kulian di handphone, tapi Pipih kuatir tiba-tiba terhapus catatannya mengingat perangkat lunak sangat rawan akan error.
“Lebih baik dicatat saja di buku, biasanya dirumah kalau tidak ada jadwal kuliah atau kelas Pipih suka mengulang pelajar dengan membaca dari jam 9 atau jam 10 pagi. Selebihnya karena suka banyak tugas dari dosen lebih banyak membaca dan mengerjakan tugas di hari Sabtu,” jelas Pipih yang suka menulis puisi.
Pipih yakin, pilihan melanjutkan pendidikan tinggi di STIMLOG yang dikenal karena pencetak lulusan yang berkualitas dengan lulusan terbaik dan bisa bersaing secara global.
“Alhamdulillah juga, Pipih memiliki lingkungan yang mendukung secara maksimaldan selalu memotivasi baik dari orang tua, Kakak, Paman, Sepupu dan Pipih memiliki teman-teman yang satu frekuensi yakni ingin lulus cepat,” harap Pipih bersemangat.
“Fokus pada tujuan, berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan IPK dan prestasi dengan belajar sungguh-sungguh dan lebih efektif, karena salah satu tujuan Pipih untuk melanjutkan pendidikan tinggi ingin mengangkat derajat keluarga,” ungkap Pipih Selpiani yang selalu mendapatkan ranking 5 saat sekolah menengah.
“Dengan adanya bantuan biaya pendidikan melalui KIP Kuliah di STIMLOG sangat membantu Pipih disaat tidak ada dana untuk biaya melanjutkan pendidikan tinggi. Pipih bisa di permudah untuk kuliah dengan gratis bahkan mendapatkan uang saku juga. Mengikuti program KIP Kuliah itu sangat membantu sekali dalam melanjutkan pendidikan,” kata Pipih Selpiani.
Panggil saja namanya Qia, sapaan akrab Rezqia Cantik Inaya memilih Prodi Transportasi di STIMLOG saat melakukan pendaftaran secara mandiri di website KIP-Kuliah pada laman kip-kuliah.kemendikbud.go.id, setelah itu melakukan pendaftaran online dilaman PMB STIMLOG yaitu https://pmb.stimlog.ac.id dengan memilih jalur KIP Kuliah.

“Qia baru menyadari, bahwa kesempatan itu tidak datang 2 kali, karena STIMLOG pada tahun ajaran 2021 penerima bantuan biaya pendidikan melalui KIP Kuliah hanya 2 orang, yaitu Qia dan Pipih yang dari Prodi Logistik,” ungkap Rezqia dalam kisah inspiratif nya.
Bantuan biaya pendidikan KIP Kuliah selama 1 semester oleh Qia dimanfaatkan untuk membeli keperluan kuliah seperti buku, laptop, handphone, biaya transportasi dan sisanya di tabung dulu agar pengeluaran bisa terkontrol.
“Qia akan berupaya maksimal untuk bertahan di IP yang bagus pasti nya, harus lebih semangat belajar, terus meningkatkan prestasi. Dengan terus mengevaluasi diri apakah ada metode belajar yang keliru agar bisa mempertahankan prestasi akademik,” ungkap putri ke 3 dari 7 saudara dari pasangan Saepudin dan Neni Fatimah.
Keluarga besar sangat mendukung saat Qia menginginkan kuliah di perguruan tinggi, kalau bukan dari support keluarga mungkin Qia tidak ada di titik ini di STIMLOG.
Konsekuensi agar tidak melanggar program KIP Kuliah, Qia akan selalu ingat tujuan meraih pendidikan tinggi ini untuk masa depan Qia, masa depan keluarga agar bisa menepis gangguan saat menempuh studi di STIMLOG.
“Fokus belajar dan kuliah juga menjadi motivasi Qia, di usia transisi yang menuntut mencari identitas diri sebagian besar larinya di dunia kasmaran. Qia menyadari hal itu, namun menurut Qia membuang waktu dan tidak efektif sebagai kendaraan mencapai cita-cita,” ujar Rezqia yang hobi masak ini.
Memang hal tersebut sebagai pilihan, buat Qia tidak apa-apa mendingan jomblo aja, dari pada harus nikah buru-buru. Tujuan Qia ya sekolah setinggi-tingginya, terus bisa membahagiakan keluarga itu yg paling penting.
“Saat ini Qia sedang menikmati pembelajaran meskipun masih berjalan dengan daring, Qia bisa membayangkan bila kondisi sudah normal pastinya akan lebih asik kalau kuliah tatap muka,” harap Rezqia sambil senyum.
Bisa ketemu dosen, teman-teman satu jurusan, apalagi di kampus STIMLOG fasilitasnya lengkap, sudah ada masjid, gedung olah raga, laboratorium, kantin, bisa jadi Qia akan betah kalo di kampus, tambah Rezqia yang bertempat tinggal di Komp. Baranang Siang Indah, Desa Gunungleutik, Ciparay.
“Insyaallah Qia bisa bertahan dengan komitmen fokus belajar untuk bisa sukses, karna itu juga untuk masa depan Qia. Rezqia pasti berusaha keras menjauhkan diri dari hal-hal yang memang membuat Qia keluar dari tujuan,” janji Rezqia.
“Semoga Rezqia yang masih dalam perjalanan panjang ini, pilihan program studi Transportasi di STIMLOG menjadi pintu masuk meraih cita-cita agar dapat mengangkat derajat keluarga,” pungkas Rezqia Cantik Inaya.***