Bandung Side, Pangauban – PT Gistex implementasikan Program Citarum Harum bukan hanya mendukung dan berpartisipasi penuh mewujudkan Sungai Citarum kembali harum, namun mengimplementasikannya dalam aktifitas usahanya.
Hal tersebut disampaikan oleh Welly Tjondroatmoko, Direksi PT Gistex Textile Division saat mengikuti kegiatan susur Sungai Citarum bersama Satgas Citarum Harum, Rabu, 15 Desember 2021 dalam rangka evaluasi kegiatan Satgas Citarum Harum diakhir Tahun 2021.
Kegiatan susur Sungai Citarum dimulai dari Sub Sektor 7 wilayah Pangauban hingga Sub Sektor 8 wilayah Nanjung diikuti oleh para stake holder.
“Saya sangat senang dapat melihat langsung kondisi Sungai Citarum dengan cara susur sungai bersama Satgas Citarum Harum, Pejabat DLH Jawa Barat, Pejabat DLH Kabupaten Bandung, Pejabat BBWS, Komunitas Arung Jeram dan dari rekan-rekan media,” ujar Welly Tjondroatmoko.
“Sungai Citarum sudah menjadi bagus, tadi juga kita lihat ada hewan-hewan liar banyak di sepanjang sungai. Jadi saya kira ini adalah suatu langkah yang positif dan sangat senang karena PT Gistex bisa berkontribusi disitu dengan mengolah limbah dan tidak mencemari sungai lagi. Saya kira pelaku industri juga harus ikut mendukung, berpartisipasi dan mengimplementasikannya karena dampaknya sangat positif sekali bagi lingkungan,” jelas Welly.

PT Gistex Textile Division (PT GISTEX) merupakan perusahaan yang bergerak dalam di bidang Textile sejak Tahun 1975 yang berfokus pada hasil produksinya yaitu kain Polyester yang menjadi produk utamanya.
PT GISTEX berkomitmen untuk dapat menjadi sekelompok perusahaan yang memiliki pengelolaan terbaik dalam skala internasioanal dan hal tersebut didukung oleh customer baik didalam negeri maupun diluar negeri.
Hal ini terbukti dengan pemasaran produk yang mencakup pasar di berbagai belahan dunia yang menjadi target utama perusahaan dapat diterima dengan baik.
PT GISTEX sebagai perusahaan industri yang bergerak di bidang Textile tidak bisa luput dari permasalahan limbah yang harus dijaga secara berkelanjutan dalam pengelolaaannya.
“Hingga Tanggal 10 November 2021 lalu melalui hasil pengujian kualitas air pada 2 Ipal kami menghasilkan parameter baku mutu BOD: 31,29 mg/L , COD: 89,7585 mg/L dan TSS: 27,00 mg/L pada Ipal 1 sedangkan pada Ipal 2 parameter baku mutu BOD: 32,68 , COD: 93,4648, dan TSS: 28,00,” jelas Welly kembali.

Pada tahun 2018 PT GISTEX implementasikan Program Citarum Harum dengan mencanangkan program yaitu “GISTEX GO GREEN” yaitu program dimana sebagai pelaku usaha utama industri dapat meminimalisir pemakaian barang non recycle dan memaksimalkan pemakaian barang yang ramah lingkungan.
“Jadi untuk program yang go green itu semuanya dimulai di perkantoran, contoh nya kita mulai menginplementasikan memakai energi solar disemua area pabrik dan perkantoran dalam menggunakan penerangan atau lampu,” ujar Welly.
Lalu diproduksi juga demikian, pada mesin-mesin yang baru sesuai dengan policy dari perusahaan untuk investasi baru dengan menggantikan mesin yang lama dengan penggunaan energi saving minimun 30%.
Sebagian besar penggunaan mesin baru dari PT GISTEX sudah hemat energi dalam operasionalnya sehingga cukup meringankan beban produksi, tambah Welly.
Di area perkantoran PT GISTEX sudah tidak ada lampu pijar, semua penerangan lampunya sudah memakai Light Emitting Diode atau LED itu juga yang kita lakukan untuk area produksi serta lingkungan sekitar.

Untuk lingkungan juga menjadi policy perusahaan bahwa area internal PT GISTEX harus ada 35% ruang terbuka hijau sedangkan 65% boleh digunakan sebagai sarana produksi atau sarana fasilitas lainnya berupa bangunan.
“Sedangkan untuk produksi PT GISTEX sudah memiliki ECO Label, karena tidak semua industri tekstil mempunyai ECO Label yakni sertifikasi yang diberikan yang menandakan bahwa produksi PT GISTEX sudah melakukan syarat-syarat menggunakan penghematan sumber daya yang digunakan atau yang dipakai,” kata Welly kembali menerangkan.
Bukan hanya sumber daya manusia saja, tapi sumber air, energi, panas yang digunakan sudah sustanable, hal tersebut dicapai juga karena buangan air limbah PT GISTEX meskipun sudah bersih dan layak buang, namun 20% nya digunakan kembali untuk produksi.
Selain itu, PT GISTEX juga memiliki International Organization for Standardization (ISO) diantaranya ISO tentang Manajemen Mutu (ISO 9001), ISO tentang Environmental Manajemen Sistem (EMS) atau Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001), ISO tentang Sistem Manajemen Energi (ISO 50001), ISO tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau dikenal dengan SMK3 (ISO 45001).
PT GISTEX juga memiliki Global Recycled Standar (GRS) yakni sertifikasi standar produk internasional lengkap yang menetapkan persyaratan untuk sertifikasi pihak ketiga yang terdiri dari kemampuan perusahaan dalam daur ulang (recycling), rantai penahanan, praktik sosial dan lingkungan serta pembatasan penggunaan bahan kimia.

“Terlebih lagi, PT GISTEX juga sudah memiliki Oeko-tex 100 yakni standar pengujian badan independen terhadap barang-barang tekstil, mulai dari bahan baku (benang), barang setengah jadi seperti kain polos belum proses, bahan baku pendukung pendukung seperti tinta, resin, kimia sampai ke benang jadi seperti baju, dress, sprei dan lain-lain,” ungkap Welly.
Pengujian ini dilakukan untuk memastikan bahwa konsumen yang menggunakan produk PT GISTEX aman dari zat kimia yang berbahaya saat dikenakan pada tubuh, lanjut Welly.
Pemerintah dalam melaksanakan Program CITARUM HARUM sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 15 tahun 20218 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) membutuhkan penanganan dari semua pihak.
Dalam mengelolah limbah cair, PT GISTEX menggunakan 100% sistem biologi, kalau sistem kimia hanya sebagai backup proses saja.
Bila mana proses biologi kan seperti memelihara makhluk hidup, misal temperatur air yang masuk terlalu panas sedikit saja akan mengakibatkan mati nya bakteri mikroba.

Jadi pada waktu collabs itu supaya air yang kita buang tetap memenuhi mutu ya kita tetap pakaikan kimia tertentu agar kondisi bakteri microba tetap stabil, kalau normal dalam sehari-harinya kita memakai sistem biologi.
“Konsumen PT GISTEX banyak yang dari global, ternyata mereka apresiated dengan apa yang kita lakukan, jadi mereka pun bersedia untuk membayar ekstra,” ujar Welly.
Tidak dipungkiri dengan apa yang dilakukan oleh PT GISTEX akan menjadi costing lebih mahal dengan melakukan hal tersebut, namun tidak masalah buat mereka.
Bahkan jenis kain tertentu memang dalam prosesnya dapat menghasilkan limbah yang lebih banyak, tapi kita memiliki cara proses pada teknologi yang diperbaharui, bahan baku, bahan pembantu dapat disesuaikan yang ramah lingkungan sehingga bisa di daur ulang dapat menghasilkan produk yang lebih baik.
Pada aktualnya PT.GISTEX sebagian besar menggunakan air permukaan Sungai Citarum untuk oprasional produksinya yang sudah memiliki izin SIPPA dari Kementrian Pekerja Umum Sumber Daya Air yang selalu diperpanjang secara periodik.

Semenjak tahun 2013 PT.GISTEX sudah melakukan pembenahan dan perbaikan khususnya dalam Pengelolaan Air Limbah (IPAL), terbukti dengan adanya data pengecekan air secara berkala yang dilakukan sesuai dengan standar baku mutu.
Pada saat pengecekan baik itu secara administrasi dan pengecekan di lapangan dari Dinas Lingkungan Hidup ke PT GISTEX yang berperan penting dalam peninjauan terhadap lingkungan mendapatkan hasil yang lebih baik.
PT.Gistex dapat memastikan bahwa air yang dibuang di outfall yang langsung disalurkan ke sungai Citarum merupakan air bersih hasil dari pengolahan IPAL yang sudah memenuhi standar dan ramah lingkungan.
Sungai menjadi sumber kehidupan khusunya Sungai Citarum ini mendukung kehidupan lebih dari 27 juta manusia yang tinggal di Jawa Barat dan DKI Jakarat.
Aliran Sungai Citarum yang membentang sepanjang 297 Kilometer yang melintasi 13 Kabupaten/Kota dari Situ Cisanti, Kabupaten Bandung hingga bermuara di Muara Gembong Kabupaten Bekasi dirasa tidak cukup apabila hanya pelaku usaha yang berkomitmen untuk menjaga kebersihan Sungai Citarum.

Kerja bareng atau kolaborasi bersama masyarakat, tanpa dukungan dan partisipasi langsung dari masyarakat, pelaku industri hanya sebagian dari pihak yang terlibat dari Program Pemerintah ini.
Pada akhirnya kita harus saling mendukung Program Pemerintah ini dengan saling mengingatkan akan besarnya manfaat apabila program ini terlaksana dengan baik.
Sekali lagi Program Citarum Harum adalah Proyek Kemanusiaan, sehingga harus kita kawal bersama agar program ini berjalan dengan maksimal secara berkelanjutan.
Pemilik PT GISTEX memiliki filosofi bahwa “Apapun yang diambil dari alam atau lingkungan, harus dikembali dalam kondidi yang lebih baik”, hal tersebut selalu dipegang oleh manajemen, karyawan dan semua yang ada di PT GISTEX.
“Bersyukur saat pandemi tahun 2020, PT GISTEX masih produksi sekitar 70% dan di Tahun 2021 ini kita bisa full kapasitas. Dari mulai Januari 2021 sudah mulai permintaan konsumen dapat dipenuhi,” pungkas Welly Tjondroatmoko.

Target Program Citarum Harum 2022
Dalam kegiatan susur sungai ini, Ketua Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (PPK DAS) Citarum, Mayjen (purn) Dedi Kusnadi Thamim mengatakan,” Alhamdulillah Sungai Citarum sudah banyak perubahan menjadi lebih bersih, yang kedua adanya perubahan sangat signifikan adalah dengan adanya Terowongan Nanjung ini sebagai pengendalian untuk banjir”.
Dimana banjir yang selama ini di Dayeuhkolot bisa sampai satu minggu atau 5 hari bisa di hemat waktunya, bisa lebih cepat untuk surut berkat adanya Terowongan Nanjung ini.
“Ini berkat perkerjaan BBWS, untuk itu tentunya saya dari Satgas Citarum Harum harus menyempurnakan, memperbaiki, dan mengontrol dengan tiap sektor yang ada,” ujar Dedi.
Evaluasi kinerja Satgas dengan susur Sungai Citarum melalui wilayah Sektor 7 dan juga Sektor 8 bagaimana kegiatan pengendalian tentang sampah diwilayahnya, karena masih dapat dilihat tadi dibeberapa tempat tumpukan sampah yang tidak terkendali.
“Tumpukan sampah tidak terkendali ini bagian dari Dinas Kebersihan atau Lingkungan Hidup yang ada di kabupaten atau kota yang terlewati oleh Sungai Citarum ini yang akan dibenahi tentang pengendalian sampahnya,” jelas Dedi.

Saat diperjalanan susur Sungai Citarum juga banyak sekali perubahannya, yakni pertama sebelumnya dilihat dari adanya gubuk-gubuk atau bangunan liar disekitar bantaran sungai tetapi sekarang sudah bersih dan sudah menjadi taman yang indah.
“Walaupun ada kelonggaran dari pemerintah untuk meningkatkan tingkat pendapatan masyarakat yakni diberi kesempatan untuk menata bantaran Sungai Citarum untuk bisa dipakai berkebun,” terang Dedi.
Kebijakan pemerintah juga tidak kaku dengan hal ini, semuanya itu bisa dimanfaatkan oleh warga untuk berkebun, asalkan tidak mengganggu ekosistem termasuk saluran air dipersilahkan, semua ada kendalinya di Komandan Sektor disepanjang Sungai Citarum.
“Untuk di tahun berikutnya yaitu 2022 Satgas Citarum Harum fokus pada yang pertama adalah di daerah Hulu lahan kritis itu sudah dikerjakan melalui sektor, karena masih adanya sedimentasi pada Sungai Citarum saat hujan turun deras,” jelas Dedi.
“Kemudian selanjutnya bagaimana pengendalian limbah domestik, karena masih ada lodong-lodong yang menjulur ke Sungai Citarum dan sudah dikerjakan oleh setiap Komandan Sektor di sepanjang aliran Sungai Citarum agar masyarakat ada solusi dalam membuang limbah domestiknya” pungkas Dedi Kusnadi Thamim.***