ISLI CAMP 2021 Kenalkan Potensi Kopi Indonesia

ISLI CAMP 2021

Bandung Side, Sariasih – ISLI CAMP 2021 agenda rutin dari kumpulan akademisi, peneliti dan praktisi mengenalkan potensi kopi Indonesia khususnya Jawa Barat ditinjau dari manajemen rantai pasok dari hilir ke hulu hingga sampai ke dunia.

Mengusung tema “Understanding The Ins And Outs Of Indonesian Coffee Potential” bertujuan guna mempererat jaringan kerja antar anggota ISLI dan memperkenalkan Jawa Barat sebagai sentra kopi mewakili potret perkopian di Indonesia.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua STIMLOG, Rachmawati Wangsaputra, Ph.D bahwa ISLI CAMP 2021 dilaksanakan oleh STIMLOG mengusung potret kopi Jawa Barat sebagai perwakilan perkopian Indonesia.

“Memahami seluruh potensi kopi Indonesia dari hilir ke hulu hingga peluang ekspor membutuhkan pendalaman manajemen rantai pasok hingga sampai ke cangkir customer,” kata Rachmawati.

Suatu kehormatan bagi STIMLOG menjadi tuan rumah atas terselenggaranya ISLI CAMP 2021 dan terima kasih kepada Ketua ISLI, Prof.Ir. I Nyoman Pujawan MEng.,Ph.D.,CSCP serta jajarannya telah memberi kepercayaan dengan mengusung tema “Indonesian Coffee Supply Chain Management: From Downstream – Upstream Into The World”, UNDERSTANDING THE INS AND OUTS OF INDONESIAN COFFEE POTENTIAL.

Tema ISLI CAMP 2021 dipilih karena memang menjadi bahasan menarik topik rantai pasok kopi sudah menjadi bahasan utama di STIMLOG. Telah banyak penelitian baik dari dosen maupun mahasiswa dalam bentuk kerjasama, seminar dan tugas akhir.

ISLI CAMP 2021 Ketua STIMLOG
ISLI CAMP 2021 Ketua STIMLOG, Rachmawati Wangsaputra,Ph.D.

Selain itu, rantai pasok kopi juga menjadi salah satu topik kegiatan pengabdian masyarakat di STIMLOG, lanjut Rachmawati Wangsaputra.

Adapun tujuan dari kegiatan ISLI CAMP 2021 ini guna mempererat jaringan kerja antar anggota ISLI di Indonesia dalam rangka memperkenalkan Jawa Barat sebagai sentra kopi dan tentunya mewakili potret perkopian Indonesia serta memperkenalkan STIMLOG dengan lebih dekat.

Menegaskan kembali bahwa Institut Supply Chain dan Logistik Indonesia (ISLI) merupakan kumpulan akademisi, peneliti dan praktisi yang memiliki ketertarikan pada pengembangan keilmuan dan inovasi pada bidang ilmu Supply Chain dan Logistik berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas penelitian demi menyiapkan sumber daya manusia.

ISLI CAMP 2021 diisi dengan kegiatan webinar, competition, workshop, sharring session, game dan virtual tour yang sudah dipersiapkan oleh panitia yang terdiri dari dosen dan mahasiswa STIMLOG.

Ketua ISLI, Prof.Ir. I Nyoman Pujawan MEng.,Ph.D.,CSCP memberi apresiasi atas terselenggaranya ISLI CAMP 2021 yang sebagai tuan rumahnya adalah STIMLOG dengan digelar secara online.

“Kegiatan rutin yang tiap tahunnya dilakukan ISLI adalah Seminar Nasional dan ISLI CAMP, di tahun sebelumnya diselenggarakan secara offline dan di tahun ini dengan online,” kata I Nyoman Pujawan.

ISLI CAMP dirancang sebagai acara yang bisa mendapatkan ilmu dari para pembicara, acara juga dirangkai dengan kegiatan yang menyenangkan dengan meningkatkan rasa persaudaraan antar anggota ISLI, lanjut I Nyoman.

“Topik yang diangkat pada ISLI CAMP 2021 sangat menarik, dapat menyentuh hampir semua kehidupan, karena hampir semua orang minum kopi,” ungkap I Nyoman.

“Kita sama-sama bisa belajar bagaimana supply chain kopi sampai bisa kita nikmati diberbagai tempat atau outlet yang berbeda,” pungkas I Nyoman.

ISLI CAMP 2021
Ketua ISLI, Prof.Ir. I Nyoman Pujawan MEng.,Ph.D.,CSCP saat memberi sambutan pembukaan ISLI CAMP 2021 melalui webinar.

Memasuki sessi sharing session narasumber diantaranya Owner Sobo Coffee, Joko Taviyanto, SH; Perkoci, Ir. Dudy Ahmadudin Busyori (Denci) dan Dr. Nurlaela Kumala Dewi M.T. akan menyampaikan pemahaman seluruh potensi kopi dari hilir ke hulu hingga mendunia yang tentunya dalam perspektif manajemen rantai pasok.

Joko Tavianto,SH mengatakan,” Kopi Jawa Barat berasal dari pegunungan yang terpetakan di wilayah Gn.Burangrang, Gn.Tangkuban Perahu dan Gn.Manglayang, sedangkan didataran tinggi terpetakan di wilayah Gn.Cikuray, Gn.Papandayan, Gn.Malabar, Gn.Caringin, Gn.Tilu, Gn.Patuha, Gn.Halu dan Gn.Beser”.

Sedangkan Ir. Dudy Ahmadudin Busyori yang akrab disapa Denci mengatakan dalam budidaya terdapat beberapa proses yang dikenal oleh petani dalam perlakuan panen yakni Dry Proses/ natural diantaranya dengan tahapan, panen, sortasi buah kopi, penjemuran/ pengeringan, pengupasan biji kopi, sortasi biji kopi dan pengemasan serta penyimpanan.

Kemudian dengan tahapan semi washed yang menambah perlakuan demucilager atau penghilangan lendir secara mekanik dan penjemuran biji hingga kadar air 12,5%.

Sedangkan tahapan Fully Washed/ Wet melakukan permentasi, pencucian dan pengeringan biji kopi.

Pada manajemen rantai pasok atau supply chain kopi kita mengenal petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, domistic roaster, pengelola kopi bubuk, pedagang perantara, pengekspor, super market, pedagang eceran, konsumen dan internasional roaster,” lanjut Joko Tavianto.

ISLI CAMP 2021
ISLI CAMP 2021 Peta Rantai Pengusaha Kopi yang disampaikan oleh Joko Tavianto, SH., Ir. Dudy Ahmadudin Busyori (Denci).

Sedangkan pada peta rantai pengusahaan kopi dikenal dengan petani sebagai penyedia benih dan pupuk yang kemudian membudidayakan kopi yang berhubungan dengan pengumpul/ pengelola yang terjadi aktifitas mengumpulkan hasil panen, pengelolaan buah kopi, pengiriman ke pembeli dan masuk ke pasar yang sebagai usernya bisa coffee shop, pengelola dan eksportir.

Pembicaraan semakin hangat saat panelis menyampaikan presentasi nilai tambah kopi, Denci mengatakan bahwa buyer menginginkan kopi yang dipesan harus konsisten, jangan mengalami perubahan rasa.

“Hal tersebut biasanya terjadi perubahan dalam perlakuan panen pada tahapan sortasi buah kopi, pengeringan hingga pada saat proses sangrai,” ujar Denci.

Menurut Joko Tavianto bahwa produksi kopi Indonesia nomor 4 di dunia, karena cita rasa kopi Indonesia paling bagus.

“Kopi mudah tumbuh dipegunungan dengan lahan yang kadang ekstrem, hal tersebut menjadi kelebihan dan kekurangan dalam produksi kopi karena salah satunya adalah belum industrialisasi,” ujar Joko.

Selain itu, petani Indonesia tidak sabaran saat panen tiba. Padahal kopi memerlukan stabilitas produksi buahnya diatas 3 tahun seperti masa recovery lahan, tambah Joko Tavianto.

Denci juga berharap ada peran pemerintah dalam perkopian Indonesia yakni adanya regulasi sebagai payung hukum untuk melindungi petani, khususnya stabilitas harga kopi dan jalur ekspor dapat disederhanakan bahkan dipotong.

Dr Nurlaela Kumala Dewi,M.T.
Dr Nurlaela Kumala Dewi,M.T.

Memasuki pemateri ketiga oleh Dr. Nurlaela Kumala Dewi M.T. membuka dengan mengatakan bahwa secara umum kopi Arabika dihargai karena kualitas dan aroma yang lebih baik sedangkan kopi Robusta memiliki rasa yang lebih agresif dan mengandung lebih tinggi jumlah padatan terlarut, antioksidan, dan kafeinnya.

Jawa Barat merupakan salah satu penghasil kopi di Indonesia. Perkembangan produksi hasil perkebunan komoditas kopi di Jawa Barat mengalami fluktuasi peningkatan dan penurunan di tahun 2013-2019.

“Untuk meningkatkan daya saing sangat dibutuhkan manajemen rantai pasok yang baik dan terarah. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan dan mengelola rantai kegiatan dari hulu ke hilir dengan baik,” jelas Nurlaela Kumala Dewi.

Perjalanan panjang kopi masuk ke Indonesia dimulai pada tahun 1696 dan mengalami sukses besar pada tahun 1706 sejak hasil penelitian di Kebun Raya Amsterdam.

Nurlaela Kumala Dewi memperkenalkan manajemen logistik Vehicle Routing Problem (VRP) bila hendak mengetahui distribusi kopi yang efisien dan ekonomis sehingga dapat menekan biaya transportasi dan lainnya.

VRP dapat dideskripsikan sebagai solusi dari permasalahan perancangan rute pengiriman yang optimal atau kumpulan rute dari satu atau beberapa depot menuju beberapa kota atau customer yang tersebar secara geografis dengan dibatasi beberapa kendala.

VRP terdiri dari merancangan rute dengan biaya minimal sehingga setiap kota atau pelanggan hanya di kunjungi tepat satu kali oleh satu kendaraan, dimana semua rute kendaraan dimulai dan berakhir di depot, serta terdapat beberapa kendala yang harus dipenuhi.

Foto Bersama Narasumber
Foto Bersama Narasumber (ki-ka) Ketua Panitia ISLI CAMP 2021 Kartika Senja Widyawati, S.M., M.M,, Dr. Nurlaela Kumala Dewi M.T., Ir. Dudy Ahmadudin Busyori (Denci), Joko Tavianto,SH.

Dalam kesempatan memberi tips, Nurlaela Kumala Dewi mengatakan terdapat fenomena bisnis kopi, yakni siapapun bisa mulai berbisnis.

Bila ingin berbisnis kopi sebelumnya harus memahami dengan cara membuat dan mengembangkan bisnis distribusi kopi menyiapkan diantaranya Tentukan produk, Riset pasar, Rencana bisnis, Target pasar atau kunsumen, Mencari pemasok, Memperhatikan kualitas kopi, Mengumpulkan data tentang kopi, Membangun bisnis jaringan, Strategi pemasaran, Disiplin pembukuan keuangan dan masuk keluarnya barang.

“Ketika Anda akan mulai terjun sebagai seorang distributor, ada alur kerja yang harus dipelajari seperti proses pembelian barang dari pabrik atau produsen yang kemudian tidak hanya menerima barang saja namun harus ada pengecekkan dan pengelompokkan barang sesuai dengan jenis yang Anda tentukan,” pungkas Nurlaela Kumala Dewi.

Hari pertama ISLI CAMP 2021 ditutup dengan memberikan sertifikat dan cinderamata berupa Prangko Prisma kepada narasumber dilanjutkan dengan foto bersama.***

Tinggalkan Balasan