Kampung Mawar Resto Sajikan Nasi Campur Sunda Ala Hotel Bintang 5

Kampung Mawar Resto

Bandung Side, Kolonel Masturi – Kampung Mawar Resto memberikan rekomendasi dan tantangan penikmat kuliner tatar parahyangan dengan menyajikan Nasi Campur Sunda ala hotel bintang 5 saat soft opening, Minggu 05 Desember 2021.

Menyusuri keindahan pegunungan asri dengan kesejukan khas Bandung temukan Kampung Mawar Resto di jl. Kolonel Masturi No. 305, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat sebuah kawasan yang dikemas menjadi destinasi wisata dan kuliner.

Menikmati sajian Nasi Campur Sunda di Kampung Mawar Resto dapat dengan cara lesehan maupun disajikan diatas meja dengan kursi ala kaum menak Sunda saat bersantap akan menghadirkan pengalaman tersendiri.

Kampung Mawar Resto selain memiliki signature menu andalan Nasi Campur Sunda, juga menyajikan berbagai makanan khas daerah Lembang yang akan menjadi ikonik kedaerahan seperti burger, pizza, spaghetti yang berasal dari negeri seberang tapi di sajikan ala kuliner Sunda.

Selain itu, jajanan khas Sunda seperti Ketan Bakar dan Colenak yang sangat diminati menjadi camilan yang belum lengkap bila tidak ditemani kopi racikan barista Kampung Mawar Resto sambil menikmati suasana dan udara sejuk pegunungan.

Kampung Mawar Resto
Kampung Mawar Resto dalam suasana keakraban menikmati kuliner khas Nasi Campur Sunda

Selain menikmati kelezatan kuliner ikonik, Kampung Mawar Resto juga menawarkan aktivitas di area lokasinya dengan Paket Pernikahan, Paket Arisan, Paket Ulang Tahun, dan acara lain dengan harga yang bersahabat.

Manajemen Kampung Mawar Resto menyediakan fasilitas belajar merangkai bunga di lokasi bagi para pengunjung yang hobby dengan karya kriya tersebut, cukup kunjungi @kampungmawarresto.bdg atau reservasi melalui WA di nomor 082126580899.

Destinasi Wisata Grace Rose Farm seluas 5,5 Hektar
Kampung Mawar Resto berada dilokasi Grace Rose Farm sebagai kawasan perkebunan budi daya Bunga Mawar seluas 5,5 hektar.

Layaknya konsep sebuah kampung yang menawarkan destinasi wisata dan kuliner khas Sunda diusung oleh Kampung Mawar yang terdapat Grace Rose Farm dan Kampung Mawar Resto sebagai kawasan wisata.

Menurut Operasional Grace Rose Farm, Arief Subagyo bahwa destinasi wisata di Grace Rose Farm merupakan perpaduan antara industri Bunga Mawar dan wisata didaerah pegunungan.

“Lokasi Kampung Mawar ini sangat unik karena terletak di dalam ketinggian 1.200-1.500 meter, secara geografis sangat tepat untuk pembudidayaan Bunga Mawar

Banyak jenis-jenis yang kita tidak temukan di pasaran tetapi kita budidayakan disini dan dikirim ke pelanggan di seluruh Indonesia seperti Jakarta, Bali, Surabaya, sampai keluar Pulau Jawa, lanjut Arif Subagyo.

“Jadi dengan kombinasi antara daya pikat Bunga Mawar dan tempat yang beralam sejuk, maka kita kemas dengan wisata atau menjadi Kampung Wisata,” jelas Arief.

Kampung Mawar Grace Rose Farm memiliki 55 warna Bunga Mawar yang tidak dapat ditemukan di pasaran, dan berhasil kami budidayakan.

Grace Rose farm
Grase Rose Farm berhasil membudidayakan Bunga Mawar dengan warna fancy yang sudah mulai jarang dipasaran

Selain itu Grace Rose Farm juga memiliki koleksi hampir 1.000 jenis tanaman hias dari berbagai negara yang juga di budidayakan namun tidak untuk dijual.

“Kami beruntung dapat membudidayakan Bunga Mawar yang memiliki warna fancy menjadi favorit penggemarnya contoh dari warna mawar yang tidak dapat ditemukan di pasaran yakni warna ungu, coffebreak seperti kopi, violet, putih, kuning, merah muda, biru, hitam dan warna-warna yang kita jarang liat di pasaran seperti warna karang,” ungkap Arif.

Warna merah Bunga Mawar juga terdapat berbagai macam warna merah, ada Sexy Red, Baby Rose, Mister Lincoln, Rosa Chinensis, Rosa Alba dan Bunga Mawar dari Grace Rose Farm cukup berkualitas sehingga sangat digemari.

“Pada awal masa pandemi agak berbeda karena even-even berkurang, namun demikian bersyukur karena sudah mulai mereda penyebarannya dan berangsur membaik kondisi Bandung saat ini signifikan dengan permintaan Bunga Mawar sudah mulai meningkat,” kata Arif.

Berharap even-even sudah mulai ada, namun bulan November dan Desember ini malah kekurangan Bunga Mawar sehingga belum bisa memenuhi permintaan pasar sepenuhnya, tambah Arif.

Kampung Mawar
Kampung Mawar yang terdapat Grace Rose Farm dapat memanen Bunga Mawar 10.000 potong lebih siap dikirim kepada pemesan

“Grace Rose Farm melakukan panen sekitar 10.000 batang lebih per hari dengan 2 kali potong. Namun tidak berlangsung lama, harus segera dikirim kepada pemesan,” ungkap Arif.

Arif Subayo pun memberikan bocoran sedikit cara pembudidayaan Bunga Mawar, dengan memberi beberapa trik-triknya tersendiri, yakni cara merawat bunga mawar agar tidak cepat layu dengan kualifikasi pada batang nya.

“Batang Bunga Mawar semakin besar akan semakin panjang menjadi pilihan bahwa Bunga Mawar tersebut berkualitas, karena kalau lurus panjang itu biasanya untuk merangkai bunga akan lebih indah hasilnya,” ujar Arif.

Selain itu, pilih daun Bunga Mawar harus sehat dengan warna yang dominan dengan jumlah banyak, hal tersebut juga dipengaruhi oleh pemenuhan pupuk tertentu saat pembudidayaannya.

Bagi pengunjung yang ingin menjelajah di Grace Rose Farm dikenai tiket memasuki destinasi Kampung Mawar cukup dengan merogoh kantong Rp 15rb, sudah dapat berkeliling area kebun Bunga Mawar dan fasilitasnya, bahkan tamu rombongan juga bisa menikmati Bunga Mawar dan view pegunungan yang sejuk.

Grace Rose Farm Koleksi
Grace Rose Farm juga mengoleksi 1.000 jenis tanaman hias yang tidak dijual.

Berbagai kegiatan seperti pengajian, arisan, temu keluarga, do’a bersama, rapat internal perusahaan bahkan hanya sekedar menikmati suasana Grace Rose Farm yang jumlanya bisa 30 sampai 50 orang bisa tertampung di are.

Jangan kuatir dengan aktifitas anda saat break waktu makan, menu makanan dan minuman dari Kampung Mawar Resto melengkapi aktifitas dan kegiatan selama berada di Kampung Mawar. Tinggal memilih saja tempatnya di area Kampung Mawar Resto atau di saung-saung yang sudah disediakan.

Area semua mawar tertutup karena menggunakan greenhouse, pengunjung tidak boleh masuk didalam green house di kuatirkan berakibat stressnya bunga mawar, untuk yang terbuka itu untuk non mawar (tanaman hutan).

“Adanya destinasi wisata dan kuliner di Kampung Mawar ini, karena kita memiliki visi yakni edukasi, artinya kita ingin mengedukasi pengunjung untuk bisa tahu dan berkenalan dengan beraneka tanaman yang ada di kawasan Kampung Mawar dan kuliner khas Nasi Campur Sunda di Kampung Mawar Resto,” pungkas Arif Subagyo.***

Tinggalkan Balasan