Bandung Side, Kota Bekasi – Sekolah Online membantu anak di masa pandemi Covid-19 membuat sekolah ditutup dan siswa akhirnya harus melakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan dukungan Orang tua dan Guru.
Menurut data Unesco tahun 2020, puncak penutupan sekolah tercatat pada April 2020 ketika sekitar 1,6 miliar pelajar terpengaruh di 194 negara.
Terhitung lebih dari 90% dari total pelajar yang terdaftar dalam pembelajaran jarak jauh atau sekolah online membantu anak dalam belajar.
Alda Dina Bangun, Guru SD Cahaya Bangsa Kota Baru Parahyangan Bandung mengatakan, meski sekolah ditutul pembelajaran anak tidak boleh terbengkalai karena tidak ada akses sekolah online.
Sebab, sikap belajar berakar pada dukungan yang diterima siswa dari guru dan orang tua.
“Sikap belajar yang positif dapat meningkatkan prestasi di sekolah dan membantu siswa tetap termotivasi ketika sekolah ditutup,” kata Alda Dina Bangun saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, pada Selasa (19/10/2021).
Di era digital seperti sekarang, generasi baru akhirnya memang tidak hanya harus mengubah apa yang dipelajari tapi juga cara belajarnya.
Namun kini adanya sekolah online melalui instruksi digital, siswa belajar seperti diajak sejak dini untuk menerima tanggung jawab pribadi yang lebih besar sambil meningkatkan komunikasi dan kerja tim.
Di samping itu, para guru perlu mendukung melalui pengembangan cara mengajar yang lebih profesional. Sebab teknologi digital dapat memperkaya proses belajar mengajar.
Guru maupun dosen dapat memvisualisasikan konsep abstrak dengan cara yang interaktif berkat adanya teknologi.
Karenanya pembelajaran akan lebih menarik dan bisa lebih diingat anak-anak.
Namun, terlepas dari semua perubahan yang terjadi setelah transformasi digital tujuan pendidikan tetaplah sama.
“Pendidikan harus memungkinkan orang untuk berkembang sebagai individu dan memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi secara bertanggung jawab,” tutur Alda Dina Bangun lagi.
Webinar Literasi Digital di Kota Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Hadir pula nara sumber seperti Dee Ferdinand, B2B Digital Strategy Coach, Monica Eveline, Digital Strategist Diana Bakery, Idayanti Sudiro, Certified Life and Wellness Coach, serta Riri Damayanti, Digital Creator dan Yoga Enthusiast.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.
Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***