Presentasi Lebih Menarik dengan Transformasi Digital

presentasi

Bandung Side, Kota Bandung – Presentasi harus beradaptasi dengan keadaan banyak hal saat transformasi digital termasuk media pembelajaran saat sedang mengikuti pembelajaran online hingga kursus atau pertemuan virtual.

Bagi para pendidik ataupun trainer, pembelajaran online ini memang tantangannya lebih berat karena kita tidak bisa secara langsung melihat audien juga tidak bisa berinteraksi langsung dengan mereka.

Untuk itu para pendidik ini tidak bisa berekspektasi materi tersampaikan dengan baik makanya ada tools yang harus dipergunakan dan dikembangkan lagi.

Pilihan tools untuk bisa diaplikasikan agar ada attraction atau sesuatu yang menarik dari para partisipan tertarik dengan yang kita bawakan.

Salah satunya dengan cara membuat presentasi yang menarik dengan transformasi digital, Ranita Claudius Akerina training officer PT. Equine Global menjelaskan, di dalam sebuah slide presentasi harus ada tiga unsur yakni pertama sederhana atau to the point.

Saat presentasi yang ditampilkan itu hanya poin-poin yang ingin kita jelaskan, tidak perlu dijelaskan rinci dituliskan satu persatu.

Tidak perlu dituliskan panjang lebar sampai satu slide itu isinya tulisan semua.

“Kalau terlalu lengkap semua penjelasan sudah di slide. Nanti audiens tidak ingin lagi mendengarkan kita sebagai pembicara karena semua sudah ada di slide,” ungkapnya dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (07/10/2021).

Kedua, visual yang harus menarik, harus ada sesuatu desain, gambar atau hal-hal yang membuat presentasi itu bisa lebih menarik disaksikan oleh audience.

Ketiga, kontras atau penekanan ada poin-poin tertentu yang kita tonjolkan agar supaya audiens lain lebih menyadari itu merupakan poinnya.

Tips membuat presentasi, konsisten dengan tema apapun tema yang dipergunakan. jangan sampai tema di slide pertama berbeda dengan slide selanjutnya.

Gunakan icon, ada beberapa hal yang bisa dijadikan gambar- gambar untuk membuat slide presentasi lebih menarik.

Pilih gambar yang sesuai ini juga penting karena kita tidak hanya butuh icon tapi kita juga harus mencari gambar yang real yang nyata bukan versi kartun.

Gambar nyata supaya bisa lebih kelihatan lebih membuat gambaran dari para audiens.

Terakhir gunakan template, Microsoft PowerPoint memang sudah menyajikan template yang tentu sebenarnya sangat bosan untuk digunakan karena sudah banyak yang menggunakan.

Template baru yang tidak membosankan jarang dilihat atau jarang dipakai orang dapat di-download di berbagai website seperti slidego, allppt dan slidecarniva.

“Berbagai tema presentasi bisa didapatkan di sana mulai dari presentasi untuk pendidikan, pekerjaan, pelatihan semua lengkap di sana. selanjutnya ada alternatif lain supaya kita bisa membuat powerpoint tapi menggunakan website,” ujar Ranita Claudius Akerina.

Ada website lagi namanya Canva, di Canva ini kita dapat menggunakan untuk mengedit banyak hal.

Canva ini bisa di komputer ataupun di ponsel, bukan hanya untuk presentasi tapi di cafe itu bisa membuat poster, undangan, posting-an Instagram, kartu nama dan masih banyak lagi.

Untuk presentasi dapat dipilih templete yang diinginkan persetiap slide.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (07/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Ronal Tuhatu (psikolog), Ahmad Zakiy (Sejiwa Program Coordinator), Meti Mediyastuti Sofyan (Dosen Universitas Muhammadiyah Bandung), dan Diza Gondo sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan