Lina Auliana: Siap Tidak Siap Kita Memasuki Dunia Marketing 5.0

Musyawarah IMA Chapter Bandung 2021

Bandung Side, Jl. Surapati – Lina Auliana dipilih sebagai Presiden IMA Chapter Bandung periode 2021-2023 optimis digitalisasi menjadikan marketing sebagai partner dan strategi memasuki dunia Marketing 5.0.

Dipilihnya kembali Dr. Lina Auliana SE, MM., dalam Musyawarah IMA Chapter Bandung yang digelar dengan hybrid menjadi Presiden periode 2021-2023 untuk memimpin, pada Kamis, 14 Oktober 2021 di Rumah Makan Sindang Reret jl. Surapati, Bandung.

Musyawarah Indonesia Marketing Association Chapter Bandung (MusChap Bandung) ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan per dua tahun.

Pelaksanaan MusChap Bandung yang masih dalam kondisi pandemi menyebabkan penyelenggaraan dilakukan secara hybrid yang dihadiri oleh IMA Pusat, para senior dan anggota IMA Chapter Bandung beserta tamu undangan.

MusChap Bandung diawali dengan sambutan dari Presiden IMA Chapter Bandung periode 2019-2021 Dr. Lina Auliana SE, MM. yang mengusung tema menjadikan IMA sebagai “Your Marketing Pathner” bagi para marketer di Kota Bandung.

Lina Auliana
Lina Auliana: Siap Tidak Siap Kita Memasuki Dunia Marketing 5.0 (dok. IMAChapter Bandung)

Marketing Sebagai Partner dan Strategi
Berdasarkan hasil kuorum pemilhan President IMA Chapter Bandung periode 2021-2023 dimenangkan kembali oleh Dr. Lina Auliana, SE. MM.

Lina Auliana meyakinkan bahwa dalam 2(dua) tahun ke depan melihat bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia dapat segera tumbuh dengan melakukan Strategi Relationship Marketing.

“Konsep tentang Relationship Marketing itu sebetulnya bukan isu yang baru akibat dari situasi pandemi, bahkan sebetulnya merupakan fundamental dari konsep Sustainable Marketing Enterprise,” ujar Lina.

Sebuah pendekatan tentang tuntutan sebuah bisnis untuk memuaskan semua stakeholders market diantaranya commercial market, competency market, capital market dan social market kalau ingin bisnisnya sustainable.

Ini bukan sekedar tuntutan perusahaan untuk meningkatkan produktifitas dan humanitas karyawan tapi lebih jauh untuk menciptakan dan menjaga keseimbangan nilai-nilai.

Hal tersebut berlaku untuk semua stakeholders perusahaan dari mulai pemegang saham, direksi, manager sampai staff di samping untuk konsumen dan juga tidak melupakan kepentingan masyarakat luas.

“Di era pandemi saat ini memang isu Relationship Marketing menjadi makin sentral terlebih dengan sering terjadinya trade off antara kepentingan Ekonomi dengan kepentingan Kesehatan dan Keselamatan,” ungkap Lina Auliana.

Sering terjadi konflik kepentingan yang tajam antara pendukung kedua kubu tersebut yang menunjukkan lemahnya Relationship Marketing dalam mengelola isu pandemi.

Namun hari ini sepertinya keduanya sudah berdamai berkat kerja keras dan kerja sama semua pihak yang secara simultan menjaga keseimbangan berbagai kepentingan, hal tersebut tidak lepas dari peran marketing sebagai partner.

Dr. Lina Aulina SE, MM
Dr. Lina Auliana SE, MM., Presiden IMA Chapter Bandung

Siapkah Dunia Usaha dengan Marketing 5.0
Transformasi digital menjadi sebuah tuntutan dari sisi bisnis, baik perusahaan besar, menengah bahkan pada Usaha Menengah, Kecil dan Mikro jika ingin naik kelas dituntut untuk melakukan pendekatan digitalisasi pada usahanya.

“Siap tidak siap, saat ini kita sudah mulai berada di dalam WORLD 5.0 dengan Industry 5.0, dan Society 5.0 nya,” kata Lina.

Proses perkembangan teknologi yang pesat sehingga akhirnya melahirkan pula konsep Marketing 5.0. yang dibidani oleh Philip Kotter dan Hermawan Kartajaya dalam buku terbarunya MARKETING 5.0, Technology for Humanity.

Konsep besar yang menjadi inspirasinya adalah bagaimana membuat sebuah roadmap untuk mewujudkan “sustainable society” dengan dukungan “smart technologies“.

Alih-alih hanya menjadi “business commodity” dengan berbagai dampak kemanusiaan yang tidak terduga dan terkontrol.

“Teknologi itu seyogyanya dimanfaatkan dan diarahkan untuk kebaikan kemanusiaan melalui konsep pemasaran modern dengan mengaplikasikannya untuk menciptakan, mengkomunikasikan, memberikan dan memperluas nilai (value) untuk pelanggan,” ujar Lina Auliana.

Dalam konteks kemanusiaan, lanjut Lina, saya pikir saat ini sudah sangat mendesak untuk mulai memahami pentingnya dan mengaplikasikan Marketing 5.0.

Mengingat digitalisasi dalam derajat tertentu telah menimbulkan ketakutan yang tidak terbayangkan misalnya ancaman akan banyaknya orang yang akan kehilangan pekerjaan serta kekhawatiran mengenai pelanggaran privasi yang semakin massif di ranah digital serta ekses-ekses lainnya bagi kemanusiaan.

Namun juga tidak bisa dipungkiri bahwa digitalisasi memberikan terobosan bagi pertumbuhan bisnis serta kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat.

“Marketing 5.0 diperlukan untuk memutus kesenjangan tersebut,” pungkas Lina Auliana.

Sharing Session
Sessi pembukaan kegiatan Musyawarah IMA Chapter Bandung dibawakan oleh Lina Auliana sangat menarik, sesui dengan misi yang diembannya yakni mempromosikan pemahaman, pengetahuan serta penerapan pemasaran Moderen.

Kemudian sambutan dilanjutkan oleh Agung Suryamal yang merupakan Ketua Dewan Penasehat IMA Chapter Bandung sekaligus Dewan Kehormatan KADIN serta bergulir kepada Herman Mucthar sebagai pembicara yang merupakan mantan Presiden IMA Jawa Barat Pertama dan Dewan Kehormatan IMA sekaligus Ketua PHRI Jawa Barat.

Kedua narasumber memberikan dukungan dan apresiasi atas keberhasilan Lina Aulina dalam membawa IMA Chapter Bandung selama dua tahun.

Selain itu, narasumber juga berharap kepada Presiden terpilih dapat melanjutkan mengembangkan IMA Chapter Bandung dan menjadi ikon Pemasaran di Kota Bandung.

Pada kesempatan ini juga terdapat momen sharing session “Dunia Marketing dan IMA Bandung” yang dipandu oleh moderator Dr. Chandra Hendriyani, M. Si., Vice President Academic Relations sekaligus Direktur ASMTB

Sharing seesion dengan narasumber Pembina IMA Chapter Bandung, Januar Primadi Ruswita yang juga merupakan Direktur Pikiran Rakyat memberikan buah pikiran atas keberhasilan Pikiran Rakyat telah melakukan transformasi digital.

Dalam bisnisnya, menciptakan berbagai canvas model berbasis digital dengan berkolaborasi dengan kaum millenial sehingga sebagai media cetak yang sudah bertransformasi ke media online News Pikiran Rakyat dapat memperoleh peringkat kedua.

Januar Primadi Ruswita yang akrab di sapa Yepi juga pernah menyandang sebagai Presiden IMA Jawa Barat Periode ke-2 menyarankan bahwa kedepan kegiatan gathering dapat dilakukan setiap bulan.

Pada tahun 2017, IMA seluruh Indonesia bertransformasi menjadi Chapter, sehingga IMA Jawa Barat lebur menjadiui IMA Chapter Bandung.

Selanjutnya Dedi Hilman yang merupakan praktisi dan senior IMA menambahkan bahwa IMA harus menjadi center dari kegiatan pemasaran di Kota Bandung dan para pengurus IMA harus dapat menjadi model bagaimana prinsip-prinsip pemasaran dapat dikembangkan.

Kegiatan selain sharing sessiondan yang tidak kalah pentingnya adalah pemilihan Presiden IMA Chapter Bandung dan laporan pertangggung jawaban dimana semua aktivitasnya selalu berbasis 4 Pilar yaitu Entrepreuner, Akademisi, Government dan Professional.

IMA Chapter Bandung ingin mencoba memberikan kontribusi dari aspek konsep ataupun implementasi dalam upaya memberikan sumbang pemikiran bagaimana strategi sektor industri pariwisata Pasca pandemik Covid 19.

Melalui strategi pentahelix yang merupakan strategi kolaborasi antara Academic, Business, Community, Goverment and Media (ABCGM).***

Tinggalkan Balasan