Transformasi Digital Mengenal Tujuan lain Media Sosial

transformasi digital

Bandung Side, Kabupaten Sukabumi – Transformasi digital ditandai dengan berkembangnya media sosial bukan hanya sebagai tempat untuk berjejaring namun banyak hal yang dapat dilakukan di media sosial.

Erri Ginandjar, GA Director Radio Oz Bali mengatakan media sosial kini sebagai tempat untuk mengaktualisasi diri.

Maksudnya ialah mengekspresikan diri dalam bentuk sebuah karya transformasi digital. Baik itu tulisan, foto, video, grafis maupun poster yang mengekspresikan apa yang dirasakan.

“Jadi, tidak heran banyak sekali orang-orang di media sosial untuk terkenal dan menjadikan media sosial sebagai lahan pekerjaan untuk mendapatkan pundi-pundi,” ungkap Erri Ginandjar.

Media sosial secara khusus sekarang menjadi lahan pekerjaan tersendiri sebab seluruh perusahaan kini membutuhkan media sosial sebagai tempat untuk mereka.

Para pengurus media sosial atau admin pun menjadi pekerjaan yang sekarang banyak dicari banyak orang.

Para admin media sosial ini bukan hanya sekadar mengoperasikan media sosial itu saja. Tetapi juga paling tidak harus bisa mengedit sebuah bahan menjadi infografis yang lebih mudah untuk dibaca di posting-an media sosial.

Para admin media sosial juga harus bisa membuat caption yang menarik untuk para pengikut selain tentunya memberikan caption yang informatif.

Tujuan media sosial juga sekarang digunakan untuk membentuk komunitas. Komunitas online sangat mudah ditemui baik itu di dalam forum maupun komunitas offline yang membentuk online untuk memperluas jangkauan mereka.

Komunitas online ini mendapat atensi yang sama untuk bertukar pendapat, atau menyampaikan ide mereka sesuai dengan apa yang mereka suka.

“Dari sekian banyak tujuan media sosial, fungsi awal media sosial juga masih menjadi tempat untuk aktivitas menjalin hubungan personal yang baik secara individu,” kata Erri Ginandjar.

Masih digunakan sebagai tempat untuk berjejaring dengan kerabat yang berada jauh.

Saat ini banyak sekali pengguna media sosial yang menemukan teman baru atau bahkan teman lama yang sudah lama tidak bertemu.

“Rekan bisnis atau teman berkolaborasi untuk membuat karya bahkan beberapa mendapatkan pendamping hidup dari media sosial,” jelas Erri Ginandjar.

Media sosial juga kini dapat digunakan sebagai media pemasaran jadi bisnis online tumbuh saat ini dipengaruhi oleh media sosial.

Para produsen bisa langsung bertemu dengan konsumen mereka, media sosial juga kini tempat untuk memesan produk yang diinginkan.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (28/9/2021) juga menghadirkan pembicara Billy Kwanda (Digital Marketing Specialist), Bowo Suhardjo (Konsultan Bisnis), Ismail Tahiti (Ketua RTIK Kabupaten Sukabumi), dan Diza Gondo sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan