Teknologi Modern Membantu Pekerjaan lebih Produktif

teknologi modern

Bandung Side, Kabupaten Garut – Teknologi modern membantu percepatan pembangunan, masyarakat menggunakan teknologi ini supaya budaya tidak menghilang. Maka harus membangun pondasi agar bangsa Indonesia pandai memanfaatkan teknologi.

Tujuannya teknologi modern agar masyarakat dapat bersaing, digital budaya ini mengakselerasi pemanfaatan teknologi karena kita menjalankan budaya digital yang kuat, membantu masyarakat berkembang dan meraih banyak hal.

Kita ini ada di transformasi digital, semuanya sekarang serba digital, apapun rasanya tidak ada yang tidak mungkin, saat mau masak juga belajar dari digital akibat hadirnya teknologi modern.

Jika berbicara tentang perangkatnya saja untuk menjadikan transformasi digital ini lebih impactful kita harus menguasai hal lain tidak hanya tahu, bagaimana mengoperasikan sebuah komputer jadi yang harus dipersiapkan adalah manusianya.

Sebab-sebab yang sangat penting membangun budaya digital dengan membangun kapasitas dan kapabilitas masyarakat.

Jadi tidak hanya untuk kepada generasi muda namun seluruh masyarakat untuk membangun sebuah kapasitas dan kapabilitas diri untuk memanfaatkan digital dan akhirnya memberi manfaat yang luas terhadap bangsa.

Sisi Suhardjo, praktisi humas dan komunikasi mengatakan, budaya digital ini mempunyai tiga elemen yaitu fleksibilitas, agility dan otonomi. Fleksibilitas memang dengan teknologi yang ada sekarang kita di manapun dapat mengerjakan apa yang bisa kita lakukan.

“Jadi waktu itu saya berkolaborasi dengan teman-teman dari berbagai kota, ada yang sedang liburan di Bali, ada yang di Lampung dan daerah lain,” kata Sisi Suhardjo.

Kami mempersiapkan sebuah webinar padahal semuanya tersebar di Indonesia, sangat fleksibel kita berkegiatan.

“Kita juga bisa bernegosiasi tentang apapun kapanpun, kalau zaman dulu meeting hanya di jam kerja. Sekarang, disesuaikan dengan jadwal diskusi sebelumnya,” ucap Sisi Suhardjo saat webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (31/8/2021).

Elemen kedua, agility dalam bahasa Indonesia kelincahan, maksudnya seringkali aktivitas dibatasi oleh berbagai hal.

Penyebabnya tidak bisa keluar rumah, tidak bisa menghubungi teman, kita tidak bisa mendapatkan gambar, tidak bisa mendapatkan file dalam banyak limitasi.

Dengan adanya teknologi digital kita menjadi lebih lincah. Sekalipun sedang terjebak di satu tempat, dengan teknologi digital kita bisa membantu mengirimkan sesuatu kepada teman-teman di luar tempat kita berada.

“Kemarin saya 14 hari melakukan isolasi mandiri, hari ke-9 saya sudah mulai kuat kerja dan meskipun saya tidak boleh bertemu dengan orang lain tapi saya masih bisa mengajak teman-teman di kantor untuk berdiskusi,” kata Sisi Suhardjo.

“Mereka ada di Lampung, di Yogyakarta, di Kalimantan sedang visit area jadi kita bisa melakukan banyak hal dan lebih lincah ya dengan adanya teknologi,” tutur Sisi Suhardjo.

Menariknya, ada pada elemen ketiga, teknologi digital memberikan otonomi. Ruang kerja kita ini adalah sesuatu yang kita bisa lakukan sesuka kita selama mengerjakannya dengan tanggung jawab.

Kita memahami etika, kita tahu batasnya, tahu keamanan. Digital ini harus kita kembangkan untuk memanfaatkan, bagaimana kita bisa bekerja dan beraktivitas dengan teman-teman kita dengan teman-teman kerja ataupun teman-teman di komunitas lain baik perorangan maupun berkelompok.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (31/8/2021) juga menghadirkan pembicara Aries Saefullah (Security Engineer Dinas Komunikasi Informatika dan Statistika Kota Cirebon), Theo Derick (Praktisi Marketing Digital), Septiaji Eka Nugroho (Ketua Presidium Mafindo), dan Maichel Kainawa sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan