Skill Pintar Mengelola Mindset di Era Digital

skill pintar

Bandung Side, Kabupaten Bandung – Skill pintar di dunia digital jika kita ingin menjadi warga yang pintar dimulai dengan mengembangkan diri terlebih dahulu.

Pintar di sini ialah seseorang dapat menjadi warga digital yang baik, membuat ruang digital nyaman tentunya sudah memahami literasi digital dengan baik.

Entrepreneur Virginia Aurelia yang juga founder divetolive.id menjabarkan, cara skill pintar mengelola mindset ialah dengan yang berhenti khawatir akan sesuatu hal secara berlebihan.

“Kita harus memiliki kemauan untuk berubah karena percuma jika hanya disuruh berubah tapi tidak ada keinginan dari diri kita sendiri,” kata Virginia Aurelia.

Putuskan apa tujuan kita berkembang dengan skill pintar, jangan menyesali kegagalan di masa lalu. Apapun yang terjadi di masa lalu itu tetap saja tidak perlu dipikirkan lagi.

“Tidak perlu berpikir negatif mengenai apa yang belum tentu terjadi di masa depan dengan skill pintar mengelola mindset,” jelas Virginia memotivasi.

Berbicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat Kamis (9/9/2021) pagi, Virginia Aurelia menambahkan kekhawatiran itu dapat dicatat. Lalu dapat didiskusikan bersama orang terdekat agar dapat termotivasi kekhawatiran itu bukan suatu hal yang harus ditakutkan.

Virginia Aurelia juga memberikan tips agar menjadi sosok yang tenang dalam menghadapi sesuatu. Coba untuk istirahat sebelum merasa lelah dan selalu rileks. Menurutnya jika seseorang sudah sering merasa terlalu lelah itu akan butuh penanganan lebih dalam lagi.

“Jangan terlalu larut dalam kesibukan sampai merasa stres hingga depresi. Berhenti memikirkan apa yang akan dikatakan orang lain. Buat persiapan yang matang, jadi kita harus berpikir solusi apa yang kita berikan atas isu atau masalah spesifik yang nyata,” jelas Virginia Aurelia.

Jika Anda seorang pebisnis, melihat siapa target market itu yang harus dipikirkan bahkan sebelum ada produknya. Mengetahui kompetitor juga menjadikan mereka sebagai referensi dalam melangkah.

Selanjutnya, networking. Tidak semua orang mahir dalam berbicara dengan orang-orang baru atau bertemu dengan orang baru atau banyak orang.

Mengelola mindset juga didapat dengan mencari mentor, Virginia menyebut cara belajar paling cepat adalah belajar dari orang yang sudah pernah melakukan apa yang kita inginkan.

“Jangan enggan belajar dari pengalaman orang lain dalam networking bisa saja kita bertemu dengan komunitas lalu kita bisa mengikuti dia dan menjadikan dia mentor,” sambung Virginia Aurelia.

Memanfaatkan banyak hal untuk mencapai impian, lakukan sekarang juga jika tidak, nanti orang lain yang akan memanfaatkan kita untuk mewujudkan impiannya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat Kamis (9/9/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara Ronal Tuhatu (psikolog) Septiaji Eka Nugroho (Ketua Presidium Mafindo), Ira Pelitawati (Pegiat Literasi), dan Martin Kax sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan