Bandung Side, Kabupaten Sukabumi – Pintar tangkal hoaks setiap hari hal tersebut terjadi dalam perjalanan pada tahun 2020 lalu, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menemukan 6 hoaks setiap harinya yang beredar.
Sebanyak 37% hoaks yang beredar itu mengenai kesehatan karena pada tahun 2020 pandemi Covid-19 menyerang Indonesia.
Data terbaru Mafindo minggu kedua bulan September 2021 jumlah hoaks Covid-19 ada 1.145 sedangkan hoaks mengenai vaksin ada 175.
Menurut Astin Meiningsih, Korwil Mafindo Wonosobo, jadi dapat dilihat, bagaimana Indonesia keluar lebih cepat jika kabar bohong soal Covid-19 dan vaksin masih sangat banyak.
Akibatnya orang jadi malas vaksin, selalu curiga pandemi ini konspirasi hanya merupakan kebohongan hanya untuk mengeruk uang rakyat.
Jadi bagaimana seharusnya hoaks itu berkurang di ruang digital kuncinya adalah literasi digital. Jika masyarakat digital pintar tangkal hoaks dan paham maka hoaks bisa terus dipantau.
“Memahami Bagaimana seharusnya berada di ruang digital mulai dari perangkat keras dan lunak, berbudaya digital yang baik sesuai dengan dasar negara,” ujar Astin.
“Selain itu, memiliki etika digital untuk menjaga kenyamanan dengan sesama pengguna internet dan terakhir menjaga keamanan agar diri kita dan orang lain tidak dirugikan secara materi juga mental,” ungkap Astin Meiningsih di webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (29/9/2021) siang.
Para warganet harus berpartisipasi pintar tangkal hoaks, melawan hoaks dengan dimulai dari diri sendiri untuk memiliki sifat kritis.
Menjadi warga digital yang Pancasilais harus dimulai dengan proses berpikir kritis dan pintar tangkal hoaks.
Berpikir kritis melatih kita untuk tidak sekedar sharing namun mempertimbangkan apa konten yang akan kita produksi dan distribusikan selaras dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
Memikirkan apa dampak informasi atau konten yang kita bagikan di media sosial kita. Manfaat positif atau justru negatif seperti menebar kebencian menebar kekhawatiran dan parahnya menebar kebohongan.
Namun sebetulnya ada banyak cara yang dapat para warganet lakukan untuk mengetahui ini atau tidak. Sudah ada banyak tools yang disediakan pemerintah termasuk oleh Mafindo.
“Kini giliran masyarakat yang harus lebih berhati-hati dan rajin mengecek sebab banyak pihak sudah turun langsung untuk menangani hoaks yang nyata membahayakan,” jelas Astin Meiningsih.
Informasi hoaks tentang Covid-19 ini sudah memiliki platform sendiri yang dibuat pemerintah yakni di covid19.go.id dan hoaks.infovaksin.id.
Dari Kemenkominfo ada kominfo.fo/inihoaks, dari Mafindo turnbackhoaks.id dan cekfakta.com.
Kita hanya perlu mencari kebenaran dengan memasukkan kata kunci dari informasi yang ingin kita dapatkan.
Layaknya mencari informasi di Google kita hanya perlu menuliskan kata kuncinya saja.
Nanti kata kunci yang sesuai akan menampilkan informasi apa saja yang termasuk hoaks dan klarifikasinya.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (29/9/2021) siang juga menghadirkan pembicara Zacky Badrudin (Founder Visquares), Bentang Febrylian (Pemeriksa Fakta Mafindo), Khanti Paramita (entrepreneur), dan Lady Kjaernett sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***