Hoaks Menyebar Cara Menyikapinya dengan Bijak

hoaks menyebar

Bandung Side, Kabupaten Karawang – Hoaks menyebar merupakan sebuah kebohongan atau informasi sesat yang sengaja disamarkan agar terlihat benar dan biasanya memainkan emosi masyarakat.

Kini hoaks menyebar dengan cepat melalui media sosial berbasis pesan seperti WhatsApp.

Maka tidak heran jika banyak yang terpapar hoaks karena penyebarannya berada di dalam aplikasi yang setiap saat dibuka oleh masyarakat.

Media sosial lain seperti Facebook juga menjadi tempat kedua penyebaran hoaks lalu Instagram.

Oman Kamarudin, Ketua Relawan TIK Karawang mengatakan, ketika sedang berada di media sosial harus selalu berpikir kritis tidak mudah percaya.

Informasi yang mencari tahu kebenaran pada website resmi.

“Ketika Informasi datang harus dibandingkan dulu dengan banyak sumber untuk memutuskan informasi yang benar,” ujar Oman Kamarudin.

“Jika perlu, memeriksa identitas penyampai informasi paham menentukan penting tidaknya sebuah informasi untuk disebarluaskan,” ujar Oman Kamarudin saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021) pagi.

Jangan sampai informasi bohong itu membuat perpecahan bangsa, saling membenci, curiga dengan sesama masyarakat Indonesia.

Hal itu akan menimbulkan rasa resah dan panik, merasa ada yang mengancam keselamatan diri keluarga dan lingkungan.

Intinya jika banyak masyarakat Indonesia yang terpapar hoaks akan berpengaruh juga terhadap stabilitas keamanan sosial ekonomi, politik dan keutuhan negara. Oman mengingatkan, siapa pun kini dapat mendeteksi hoaks.

“Karena hoaks ini sering berulang dan memiliki pola yang sama,” ucap Oman.

“Sebuah peristiwa yang terlihat janggal yang sangat luar biasa namun hanya ada informasinya di media sosial tidak ada di media massa lain atau di berita TV padahal itu sesuatu yang sangat luar biasa,” ungkap Oman Kamarudin.

Kata-kata yang ditampilkan dalam informasi tersebut terkesan provokatif, menjelek-jelekkan seseorang atau kelompok tertentu bahkan disertai ajakan untuk membenci atau paling tidak menyebarkan informasi.

Indonesia memiliki komunitas peduli hoaks yakni Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

Mereka menyediakan turnbackhoaks.id tempat masyarakat mengecek informasi yang ada indikasi hoaks.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara Asep Kambali (sejarahwan), Yoseph Hendrik (Trainer Aplikasi Perkantoran), Allana Abdullah (Entrepreneur dan Investor Startup), dan Sari Hutagalung sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan