Brand Identity Cara Promosikan Diri di Ruang Digital

brand identity

Bandung Side, Kabupaten Cirebon – Brand Identity di ruang digital seseorang harus menjadi seperti apa yang dia inginkan dalam pandangan orang lain, sehingga ungkapan be yourself sejenak tidak dipakai dulu.

Hal tersebut diungkapkan Kis Urel seorang development coach, tidak bisa menjadi diri sendiri atau brand identity misalnya senang dengan berita viral lantas yang dilakukan di ruang digital hanya membagikan informasi viral yang positif maupun negatif.

Sehingga yang harus dilakukan kini ialah kita bertindak sesuai dengan apa yang orang ingin lihat dari kita.

“Lakukan self branding dimulai dari menceritakan diri sendiri, kalau ingin menjadi seseorang di ruang digital mau nggak mau harus menceritakan sesuatu,” kata Kis Urel.

“Ceritakan kehidupan sehari-hari kita, produk yang kita pakai. Pengalaman pribadi, keterampilan, talenta dan hobi,” ungkap Kis Urel di webinar Gerakan Nasional Literasi Digital Kabupaten Cirebon, Jawa Barat Senin (13/9/2021).

Ketika melakukan self branding itu butuh proses yang cukup panjang tidak ada yang instan. Alasan self branding tidak berhasil karena tidak konsisten, layaknya berjualan atau mempromosikan sesuatu tidak bisa hanya sesekali saja.

Kurang percaya diri dan terlalu banyak pertimbangan serta salah strategi membuat self branding tidak berhasil.

“Hal lain ialah branding identity, mengindentifikasi diri kita bagaimana membuat sebuah ciri khas,” kata Kos Urel.

Saya mengidentifikan warna hijau agak gelap ini sebagai ciri khas, Instagram saya, foto semua dengan warna hijau itu membuat saya sudah identik dengan warna itu, imbuh Kis Urel.

“Beberapa kenal dengan warna hijau itu dan ingat dengan saya berarti strategi saya berhasil,” ujar Kis Urel mengkisahkan.

Kita mulai dapat mendeskripsikan diri melalui konten ciri khas lainnya. Jika self branding berhasil apapun yang kita buat orang akan senang. Seakan kita berhasil menjual produk dan konsumen akan loyal, seperti itu juga pengikut kita di media sosial. Mereka akan terus menunggu kabar dari kita, menyukai konten yang kita buat.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (13/9/2021) juga menghadirkan pembicara Ginna Desiana (Relawan TIK Jawa Barat), Arya Shani Pradana (Founder Tekape Workspace), dan Santia Dewi (Owner @limbackstore) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan