Bahasa Indonesia Sebagai Pemersatu Budaya Bangsa

bahasa indonesia

Bandung Side, Kabupaten Bekasi – Bahasa Indonesia sebagai pemersatu berasal dari lebih dari 700 bahasa daerah sebagai kekayaan budaya Indonesia.

Bahasa telah menjadi alat komunikasi, pemersatu bangsa, belajar pengetahuan, dan membangun identitas suatu suku atau bangsa.

Sebagai alat komunikasi, bahasa yang baik harus disesuaikan dengan atau kepada siapa berbicara, selain itu tujuannya di sini lebih untuk fungsi komunikatif.

Sementara bahasa yang benar mengikuti kaidah tata bahasa normati dengan penerapan pola kalimat baku, dengan susunan SPOK dan menggunakan kalimat aktif, ejaan resmi dan penggunaan kalimat secara efektif.

“Yang terjadi saat ini, bahasa lisan menjadi bahasa tulisan, pengguna juga sering mengabaikan kaidah penggunaan bahasa dengan menyingkatnya atau menyisipkan kata-kata bahasa Inggris dalam kalimat,” ujar Irma Nawangwulan, Lecture IULI.

“Penyingkatan kata juga digunakan agar kalimat lebih pendek,” ujar Irma, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, Kamis (23/9/2021).

Irma Nawangwulan mengatakan, dengan berubahnya komunikasi ke dalam ruang digital media sosial ikut memberi peran sangat besar dalam mengubah budaya berbahasa seseorang.

Sebab kini pengguna media sosial begitu mendominasi, dari pertumbuhan pengguna internet di tahun tahun 2021 menjadi 202,6 juta pengguna dan di antaranya terdapat 170 juta pengguna yang aktif di media sosial.

Bisa dibayangkan bagaimana dampak penggunaan bahasa jika tidak sesuai kaidah tata bahasa yang baik di media sosial.

Aturan berbahasa yang baik lambat laut pun bisa hilang, apalahi kini media sosial juga digunakan sebagai sarana bisnis, jualan, hingga branding dengan segala tujuan itu tentunya harus membiasakan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Menggunakan bahasa yang baik dan benar pun memiliki keuntungan, seperti membuat citra seseorang di mata publik baik,” ujar Irma.

“Tak hanya itu, saat berjualan membalas pesan konsumen juga harus dengan bahasa yang baik dan benar sehingga pemilik bisnis memiliki citra baik di mata konsumen,” kata Irma Nawangwulan.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Warsudi, Dosen Informatika STMIK MIC Cikarang, Bhakti Santana, Divisi Tiset Edukasi4ID, dan Kaman Jaya, Wakasek SMK Puja Mahardika.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan