Bandung Side, Kabupaten Cianjur – Tutur kata merupakan etika paling dasar, berbicara dengan baik dan benar itu untuk diri kita, bagaimana nantinya orang akan memiliki persepsi seperti apa.
Hal tersebut disampaikan Kis Urel seorang Storyteller yang juga Kreator Konten, menurutnya tutur kata dengan berbahasa Indonesia yang baik dan benar tidak harus formal. Bahkan teknologi dapat membantu kita untuk melakukan ini.
Berkomunikasi melalui media digital, lebih banyak menggunakan teks, sehingga penting untuk memverifikasi kebenaran kalimata atau ejaan atau tanda baca di internet. Perluas kosa kata baru lewat mesin pencarian.
“Jika Anda menemukan kata baru yang belum pernah Anda tahu artinya, mengapa untuk tidak mencari tahu. Sehingga suatu saat nanti dapat dipakai saat kita hendak membuat caption foto di Instagram,” ujar Kis Urel di webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (16/8/2021).
Tutur kata menggunakan bahasa baik dan benar itu meminimalisasi penyingkatan kata secara tulisan terlebih saat membuat tulisan formal atau surat.
Kalau sanggup dibiasakan sekalipun terhadap teman dekat, agar kita nyaman berbicara yang benar. Miliki KBBI atau secara online dapat diakses untuk membenarkan tulisan kita.
Keuntungan berbahasa dengan baik dan benar di ruang digital, memerikan kesan berbeda yang positif.
“Menunjukkan tingkat kercerdasan, bukan hanya terlihat seperti yang berpendidikan namun memang orang yang senang mencari kebenaran dalam bertutur atau dalam tulisan ialah orang di atas rata-rata,” ungkap Kis Urel.
Dengan berbahasa yang baik dan benar mempercepat terciptanya kepercayaan, orang akan percaya pada kita karena kita serius dalam membuat konten atau paling tidak sebuah chat.
Mencerminkan pribadi yang beradab, adab paling utama adalah bahasa, bagaimana seseorang berbahasa sopan dia memiliki adab.
Memberikan kesan profesional, sudah pasti terjadi, sekalipun kita tidak di dunia kerja namun dengan berbahasa yang baik memberi kesan serius dalam mengerjakan sesuatu hal.
Satu hal juga, dapat mempermudah komunikasi antarsuku, ras dan daerah dengan bahasa persatuan bahasa Indonesia.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (16/8/2021) juga menghadirkan pembicara Oktavian Jasmine (pebisnis online), Bambang Iman Santoso (CEO Neuronesia Learning Center), Ismita Saputri (Founder Kainzen Room), dan Almira Vania sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***