Pejuang Anti Kabar Bohong Akan Cek dan Ricek

Pejuang Anti

Bandung Side, Kabupaten Garut – Pejuang Anti kabar bohong akan selalu cek dan ricek bila mendapatkan konten, berita atau informasi yang didapat dari sharing media sosial sampai saat membuka situs informasi yang berseliweran di masa pandemi ini.

Pernah dapat pesan WhatsApp dapat kuota gratis dari Kemendikbud, apa yang Anda lakukan? Googling apakah benar? langsung share ke grup sambil bertanya apakah ini benar? Atau langsung share tanpa keterangan?

Atau ketika ada informasi mengenai vaksin mana yang aman dan yang tidak lantas kita membagikan itu karena dirasa informasi mengenai vaksin sedang banyak yang dibutuhkan.

Banyak yang bertanya vaksin dan berita yang datang itu sangat relate dengan apa yang mereka butuhkan. Walaupun kita pun tidak perlu mencari tahu kebenarannya karena dianggap itu sebagai informasi yang bisa dijadikan referensi.

Satria Andika Al Rasyid, Jawara Internet Sehat Jawa Barat dan relawan TIK menjelaskan, jika menemukan informasi atau link apapun yang seharusnya kita lakukan adalah cek sumber dengan media massa.

Sumber terpercaya adalah pilihan teraman bagi kita. Sumber terpercaya itu juga harus dilihat kembali media masa itu juga harus kita cek anak kebenarannya.

“Sumber-sumber memiliki reputasi untuk keakuratannya, apa motivasi mereka dan dimana keberadaannya,” kata atria Andika Al Rasyid.

“Lihat halaman tentang mereka untuk mempelajari lebih lanjut Anda juga dapat memeriksa apakah otoritas masyarakat mengkonfirmasi atau menentukan informasi tersebut,” ujar atria Andika Al Rasyid ketika berbicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (27/8/2021).

Satria juga mengajak untuk berpikir sebagai meningkatkan literasi kita bagaimana kita menghadapi hoaks. Pintar cara berpikir ilmiah itu mulai bertanya apa alasan, kemudian kita buat hipotesis mungkin ini terjadi karena lalu uji kebenarannya, cek sumber fakta untuk mencari jawaban hipotesa.

Coba pikirkan lagi dan buat hipotesa lagi kalau sudah yakin simpulkan dengan rasional.

Apabila menjumpai informasi hoaks lalu bagaimana cara untuk mencegah agar tidak tersebar? Pengguna internet dapat melaporkan hoaks tersebut melalui sarana yang tersedia di masing-masing media.

Untuk media sosial Facebook, gunakan fitur report status dan kata berikan informasi hoaks sebagai hate speech atau pelecehan.

Untuk Google bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu, sedangkan Twitter memiliki fitur repot untuk melaporkan konten yang negatif.

Bagi para pengguna internet dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian komunikasi dan Informatika dengan melayangkan email ke aduankonten@go.id. Untuk warga Jawa Barat ada Jabar saber Hoax juga menyediakan laman saberhoaks.jabarprov.go.id sekaligus berfungsi sebagai database referensi berita hoaks.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (27/8/2021) juga menghadirkan pembicara Aaron Daniel (Kreator Konten), Stelita Marsha (Staf Ahli Kemendikbudristek), Fhassi Anfiqi (Konsultan desain interior data perusahaan multinasional), dan Tanisha Zharfa sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan