Meningkatkan Motivasi Belajar Anak di Masa Pandemi

Meningkatkan Motivasi Belajar Anak di Masa Pandemi

Bandung Side, Kota Bandung – Meningkatkan motivasi belajar pada kondisi yang terjadi saat ini, dengan memanfaatkan media digital saat sekolah dilakukan di rumah.

Menurut Queena Fredlina, Relawan TIK Bali dan Dosen STMIK Primakara, perubahan kondisi ini sangat signifikan karena segalanya terjadi dan beraktivitas secara online.

Ketidaksiapan kita meningkatkan motivasi  menghadapi perubahan signifikan yang ada membuat kita kaget bahkan bisa menimbulkan stres.

Selain itu, pada sekolah online banyak kasus terjadi. Misalnya, anak jenuh hingga tidak fokus dalam pembelajaran dan sibuk bermain gadget atau tidur.

Peran orang tua, keluarga, dan guru meningkatkan motivasi belajar sangat penting untuk membuat pembelajaran menarik bagi anak.

“Salah satu caranya adalah pemanfaatan media digital sebagai media pembelajaran. Media digital ini dioptimalkan untuk miltiliterasi anak-anak kita,” jelas Queena saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/8/2021).

Multiliterasi adalah aktivitas yang dilakukan dengan mengoptimalkan kemampuan berbagai literasi, seperti mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Untuk mengoptimalkannya, dibutuhkan media pembelajaran atau perantara dalam mencapai tujuan. Dalam hal ini ialah pembelajaran untuk anak.

Dosen STMIK Primakara ini menyampaikan, media berperan sebagai alat perangsang belajar dan menumbuhkan motivasi belajar pada anak.

Kita dapat melakukan kiat-kiat sebagai berikut:
1. Membuat media semenarik mungkin agar motivasi belajar anak meningkat. Media yang bisa digunakan yaitu games dan video animasi.

2. Penggunaannya harus tepat, dalam artian media dibuat dengan sederhana dan mampu dipahami oleh anak.
3. Mendukung anak berpikir kritis dan kreatif, artinya kita bisa mendukung anak memecahkan masalah dengan cara mereka sendiri.

“Terkadang kita bisa memanfaatkan media yang sudah ada disekitar kita. Seperti games edukasi atau video edukasi yang sudah tersedia di platform-platform,” ujar Queena Fredlina.

Selain memanfaatkan yang telah ada, kita juga bisa membuat pembelajaran interaktif dengan menggunakan aplikasi dan software. Pertama, Microsoft Power Point dan kita bisa mengatur animasi serta durasinya. Kemudian, disimpan dalam format video. Itu bisa menjadi pembelajaran yang menarik.

Kedua, software Powtoon. Dalam software ini, kita tidak perlu membuat dari awal seperti pada Microsoft Power Point. Kita bisa mengkreasikan animasi yang telah disediakan oleh platform ini. Ketiga, Canva untuk membuat desain poster dan sejenisnya tanpa memerlukan keahlian desain.

Banyaknya aplikasi dan software yang tersedia juga bergantung pada keinginan kita untuk mempelajarnya. Untuk memanfaatkan media sejenis ini juga kita bisa mengikuti pelatihan dalam membuat video pembelajaran yang menarik.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/8/2021) juga menghadirkan pembicara, Queena Fredlina (RTIK Bal, Dosen STMIK Primakara), Ridwan Rustandi (Dosen FDK UIN Bandung), Richard Paulana (COO TMP Event), Fikri Mohammad Hakim (Senior Manager Safety), dan Dea Ken Wardani sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan