Bandung Side, Kabupaten Karawang – Masyarakat digital disematkan hampir pada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI), yang sama seperti saat menjadi warga yang baik saat berinteraksi di dunia digital.
Terlebih kemungkinan berinteraksi dengan masyarakat dunia lebih luas sehingga nama Indonesia masih tetap kita bawa. Maka, diperlukan perilaku yang baik saat menjadi warga digital.
Seperti halnya saat menjadi WNI kita memiliki kesopanan dengan orang lain, maka ketika di dunia digital pun demikian. Tidak menuliskan kata-kata kasar dengan maksud mengejek atau menghina di komentar maupun status.
Termasuk juga menyindir, meskipun tidakmenyebut siapa yang dituju namun sungguh kata-kata kasar tidak layak untuk ditampilkan.
Pebisnis online Andro Hartanto menambahkan, konten yang perlu kita buat dan bagikan ialah hanya yang positif, menyenangkan memberi inspirasi bukan yang memicu keributan.
“Sering kita lihat ada yang senang memancing orang untuk berdebat, bahkan seperti mengadu domba dua pihak atau lebih. Terutama urusan politik, atau hal sensitif lainnya,” tutur Andro Hartanto di webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (19/8/2021).
Andro pun menanyakan maksud orang yang bertindak seperti itu, seakan-akan senang melihat orang berdebat. Waspada akun yang memang sengaja untuk memecah belah bangsa ini.
Jadi, sebaiknya memang tinggalkan akun yang mengarah pada perpecahan. Selain itu, warga digital itu harus mengecek kebenaran atau fakta sebelum disebarluaskan dan pastikan kita hanya membagikan informasi yang berguna dan di waktu yang tepat.
Masyarakat digital selain menjadi masyarakat yang baik dan pintar juga dapat memanfaatkan dunia mereka untuk hal yang positif. Seperti ruang untuk menambah ilmu baru mulai dari digital skill sampai apapun bidang dapat dipelajari.
“Wadah untuk juga berkreasi, mengalirkan bakat yang mungkin juga dapat menjadi peluang pendapatan baru. Bisnis juga sangat mudah dilakukan di digital produk sendiri maupun produk oranng lain,” ungkap Andro Hartanto.
Jangan lupa di ruang digital memang tempat untuk berjejaring, bertemu dengan koneksi dan relasi yang dapat dimanfaatkan sebagai sesuatu yang menguntungkan untuk kita.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (19/8/2021) juga menghadirkan pembicara Zacky Badrudin (Founder Visquares), Wanta Heryana (Relawan TIK Indonesia), Bentang Febrylian (Pemeriksa Fakta MAFINDO), dan Aflahandita sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
Kegiatan literagi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***