Teknologi Informasi Komunikasi Hanya Sebuah Alat

Teknologi Informasi Komunikasi

Bandung Side, Kabupaten Cirebon – Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan produk budaya manusia berupa alat untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Meskipun diciptakan oleh budaya manusia itu sendiri TIK juga kini mampu mempengaruhi perilaku juga karakter manusia terutama generasi muda yang memang lahir di kondisi TIK sudah berkembang pesat.

Permasalahan kini, bagaimana dampak TIK terhadap nilai-nilai yang generasi sebelumnya pegang.

Menurut Taufik Aulia seorang penulis yang juga aktif membuat konten digital di Instagram ini dalam bermedia digital generasi sekarang berpotensi kehilangan kepekaan.

Kemungkinan karena sudah tidak saling bertatap muka sehingga tidak dapat melihat emosi lawan bicara.

“Sisi positif dari internet dapat mengumpulkan nilai kebangsaan dengan memperbanyak konten-konten positif yang memiliki nilai kebangsaan mengembangkan kebudayaan dan promosi budaya,” ungkap Taufik saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (5/6/2021).

Bermedia digital juga membawa budaya konsumtif namun sebenarnya dapat dilawan dengan budaya produktif dalam teknologi informasi komunikasi digital.

Taufik menilai, jangan hanya mencegah agar anak muda tidak konsumtif tapi gerakkan sifat produktif.

Misalnya, akibat media sosial sekarang banyak yang memamerkan barang-barang yang baru untuk beradu gengsi dan gaya hidup yang tinggi.

“Padahal anak muda harus dikenalkan pada sifat pertambahan nilai. Jadi bukan tidak boleh berbelanja tapi membeli barang bukan untuk status dan pengakuan tapi membeli barang karena nilai dan kegunaan yang bisa kita pakai. Dapat mencerna apakah ini relevan tidak dengan pendapatan dan sesuai dengan kemampuan,” jelas Taufik.

Kemudian ada istilah keren FOMO atau Fear of Missing Out, takut ketinggalan sesuatu takut tidak hits. Penting bagi anak muda untuk untuk kritis apakah ini berguna atau tidak.

Kalau memang tidak tidak perlu dibebani dengan hal yang kekinian bahkan dapat terlihat keren jika kita sendiri yang menciptakan tren itu.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat menghadirkan pembicara Puspo Galih Wichaksana (Relawan TIK Kalimantan Barat), Litani Wattimena (Brand & Communication Straregist), Muhammad Ayip Faturohman (Relawan TIK Kota Cirebon) dan Rio Silaen sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan