Cakap Bermedia Digital Jangan Lupa Faktor Keamanan

Cakap Bermedia Digital

Bandung Side, Kabupaten Karawang – Cakap bermedia digital dalam literasi digital harus mampu menjaga keamanan dan menjaga diri dari kejahatan digital agar tidak merugikan diri sendiri saat di dunia digital.

Berbagai motivasi dan modus dalam dunia digital, seperti yang dijelaskan Anita A. Wahid, Wakil Ketua Siberkreasi dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (5/7/2021).

Salah satu motivasi kejahatan siber itu penasaran, karena ada institusi memiliki keamanan digital yang sulit yang malah membuat ahli Teknologi Informasi (TI) menjadi semakin penasaran dengan tingkat keahlian mereka.

“Ada juga motivasi untuk mencari popularitas ada kaitannya dengan rasa penasaran namun ditambah ingin terkenal dilihat keahliannya. Seperti kasus pembobolan situs KPU tahun 2009, hacker seorang ahli TI ingin terkenal namun berujung di penjara,” jelas Anita.

Motivasi lain ingin melakukan sabotase, mengambil alih akun seseorang atau lembaga karena upaya balas dendam.

Motivasi yang paling umum dalam kejahatan siber adalah karena uang, biasanya dengan melakukan penjebolan akses untuk mengirim uang, sehingga nanti dia dapat leluasa mentrasfer uang ke rekeningnya.

Juga para hacker yang meminta uang jaminan setelah melakukan hacking terhadap sebuah situs.

Anita menyebut, ini sebagai bentuk vandalisme, seperti di dunia nyata ada corat-coret dinding sebagai bentuk protes.

Sama halnya dengan vandalisme di dunia digital, dilakukan oleh para penjahat digital.

“Mereka melakukan membobolan website kemudian tampilannya diubah, seperti dicoret- coret dibuat kata kata tertentu. Diubah logo dengan yang lebih menyeleneh ada niat mengkritik dengan cara seperti itu,” ungkap Anita.

Modus kejahatan digital patut diwaspadai, terutama data diri dan privasi maka, penting untuk tetap bijak bermedia sosial dengan tidak mengumbar segala kehidupan nyata ke dunia digital.

Anita menjelaskan, penjahat itu melakukan profiling terhadap media sosial.

“Memantau seseorang sukanya apa, tinggalnya di mana, apalagi sampai sering menggunakan tag location di media sosial. Jadi ketahuan ada di mana, apa saja kegiatannya. Mereka bisa membuat profile, menciptakan identitas baru yang digunakan untuk melakukan tindakan pidana kepada orang lain,” jelas Anita.

Kejahatan siber yang harus sangat diwaspadai yakni eksploitasi anak yang dilakukan predator seksual bahkan juga kekerasan seksual kepada orang-orang dewasa.

Maka, edukasi soal dunia digital penting agar tidak mudah percaya kepada orang lain media sosial dan jangan pernah memberikan foto atau video kepada mereka.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat menghadirkan pembicara Queena Fredlina (Relawan TIK Bali), Lintang Ratri (Jaringan Penggiat Literasi Digital Indonesia – Japelidi), Ediyanto (Dosen UNARS Situbondo) dan Bella Winarta Putri sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan