Simak Dampak Negatif Internet pada Anak

Simak Dampak Negatif Internet pada Anak

Bandung Side, Kabupaten Bogor – Simak dampak negatif dari kemajuan teknologi saat ini, di tengah pandemi virus corona mengharuskan anak-anak untuk bersekolah daring dan terjadi perubahan gaya hidup.

Mau atau tidak, terjadi peningkatan penggunaan internet terhadap anak-anak Indonesia.

Keberadaan internet memberi dampak positif untuk penggunanya, termasuk anak-anak.

Seperti anak-anak bisa mendapatkan informasi dan pengetahuan yang tak terbatas dari internet, belajar daring, dapat bersosialiasi melalui media sosial dan mendapat hiburan dari game.

“Internet juga memiliki dampak negatif yang mengkhawatirkan banyak pihak. Seperti maraknya hoaks, online grooming, cyberbullying, adiksi game online, pornografi, dan sebagainya,” ujar Helen Citra Dewi, Psikolog dan Trainer SEJIWA, saat menjadi pembicara dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (19/7/2021).

Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, peran orang tua dalam mengajari dan mengawasi anak di dunia digital sangat penting.

“Kita perlu menjadi orang tua Top of Mind bagi anak, dalam artian ketika anak mengalami masalah atau berada pada situasi yang sulit, ia akan bercerita ke orang tua. Orang tua juga harus mampu berperan sebagai sahabat atau teman cerita bagi anak dan terbuka terhadap pandangan anak,” lanjut Helen.

Menurut Helen, dalam menjadi top of mind ini, orang tua harus cakap dalam dunia digital dengan simak dampak negatif, memahami aturan dunia digital serta membagikan konten positif kepada anak.

Mencegah konten negatif untuk dikonsumsi anak dengan cara mendampingi anak secara bijak di dunia online. Selain itu, sebagai orang tua dapat memasang fitur “parental control” di gadget anak untuk mencegah dan memimalisir kegiatan anak dalam penggunaan gadget dan internet.

Selain itu, orang tua dapat membatasi screen time atau durasi penggunaan gadget, free screen zone yaitu ruangan di mana tidak boleh adanya penggunaan gadget secara pribadi.

Pada free screen zone ini harus disepakati dan dilakukan oleh seluruh anggota keluarga, bukan hanya anak. Kemudian, terdapat screen break atau waktu beristirahat dalam penggunaan gadget.

“Setiap usia memiliki batasan waktu penggunaan gadget yang berbeda. Contohnya, pada 2-5 tahun batas maksimalnya adalah satu jam. Pada kenyataannya, anak umur 5 tahun di zaman sekarang akan tantrum apabila gadgetnya diambil. Mengubah status pinjaman pada gadget yang diberikan anak memberikan orang tua kewenangan untuk mengambil gadget tersebut apabila telah melebihi batas pemakaian,” jelas Helen.

Tips dari Helen untuk orang tua agar dapat mengontrol penggunaan gadget anak, yaitu menjadi teman bagi anak di media sosial, menanamkan kebiasaan baik, memasang fitur “parental control”, jangan menggunakan gadget sebagai bahan untuk mengasuh anak, jangan menambahkan durasi screen time, serta fokuskan anak terutama balita untuk berkegiatan dan berkreatifitas di dunia nyata.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat juga menghadirkan pembicara, Dino Hamid (Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia), Nikita Dompas (Produser & Music Director), Irma Nawangwulan (Dosen International University Liasson Indonesia), Helen Citra Dewi (Psikolog dan Trainer SEJIWA), dan Made Nandhika.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.

Kegiatan yang menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

loading...
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan