Pengguna Ruang Digital Perhatikan Norma Kesopanan

Pengguna Ruang Digital Perhatikan Etika Norma Kesopanan

Bandung Side, Kabupaten Bekasi – Pengguna Ruang Digital menurut Asosiasi Penyedia Layanan Internet (APJI) terdapat pertumbuhan sebanyak 73,7 % yakni menjadi 196,7 juta orang.

Namun sayangnya, peningkatan masyarakat yang melek digital ini tak diiringi kecakapan penggunanya, terutama dalam hal etika berkomunikasi di dunia maya.

Sementara itu, ada berbagai macam profil pengguna internet mulai dari kategori gender, usia, pendidikan, sehingga membuat anonimitas di dunia maya sangat bisa terjadi karena tak semua orang menggunakan nama atau akun asli.

Fenomena penggunaan ruang digital dengan adanya perbedaan profil pengguna akan membuat interpretasi informasi menimbulkan masalah atau konflik akhirnya ada ujaran kebencian, hoaks, atau isu negatif dan menjadi viral.

“Akhirnya orang menganggap pa yang terjadi di sosial media dan internet memang wajar seperti itu, padahal ada yang disebut etiket dalam berinteraksi di dunia maya,” kata Vivi Andriyani, Marcom & Promotion PT. Alfa Goldland Reality saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa barat, Jum’at (16/7/2021).

Meskipun tak berjarak dan bertatap muka, etika dalam berkomunikasi di ruang digital tetap harus dipahami para pengguna.

Bahkan menurut Vivi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun mengeluarkan etiket dalam bermedia sosial.

Di antaranya untuk berhati-hati dalam menyebarkn informasi pribadi di internet, tetap gunakan etika saat berinteraksi dengan siapapun di internet, berhati-hati terhadap akun tidak dikenal, dan memastikan unggahan di media sosial tidak mengandung sara.

Tak kalah penting, media sosial seharusnya digunakan untuk hal positif seperti membangun relasi.

Lalu perhatikan etika daat mengunggah sesuatu dengan menulis sumber foto atau kutipan, dan tidak mengunggah sesuatu yang tidak jelas sumbernya untuk menghindari hoaks atau berita palsu.

Mengambil sisi positifnya, maka pergunakan media sosial untuk proses pengembangan diri.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Hadir pula nara sumber seperti Monica Eveline, Digital Strategist Diana Bakery, Asep Kambali, Founder Komunitas Historia Indonesia, dan Asep Hardiyanto, Dosen Fakultas Teknik UNIS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.***

loading...
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan