STIMLOG Sinergi Bersama CILT dan WiLAT Guna Cetak SDM Handal untuk Pasar Global

STIMLOG Sinergi Bersama WiLAT

Bandung Side, Sariasih – Sinergi STIMLOG bersama CILT dan WiLAT Indonesia guna mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dalam memenuhi kebutuhan industri global, Kamis (03/06/2021).

Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia (STIMLOG), perguruan tinggi akademik yang fokus pada keilmuan logistik, transportasi dan rantai pasok, didirikan sejak tahun 2013 di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bhakti Pos  Indonesia (YPBPI) memiliki visi menjadi perguruan tinggi yang unggul dan bereputasi tinggi dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang manajemen logistik dan transportasi dalam sistem rantai pasok yang terintegrasi di tingkat global pada tahun 2030.

STIMLOG akan terus berupaya menciptakan mahasiswa yang siap dengan tantangan profesional setelah lulus kuliah.

Penandatanganan MoU antar STIMLOG dan The Chartered Institute of Logistic and Transport (CILT) dilakukan secara daring antar Iman Gandi, FCILT selaku President of CILT Indonesia, dan Rachmawati Wangsaputra, Ph.D, CMILT selaku Ketua STIMLOG.

CILT adalah badan professional yang berdiri sejak tahun 1919 berpusat di Inggris beranggotakan para pelaku industri logistik dan transportasi. CILT berada di hampir 30 negara di dunia dan CILT Indonesia dirintis sejak tahun 2008 hingga resmi berbadan hukum pada tahun 2020.

CILT menyediakan jaringan dan dukungan untuk para professional di bidang logistik dan transportasi untuk mengembangkan diri dan menjadi yang terbaik.  Salah bagian dari CILT adalah Women in Logistics and Transport (WiLAT) yang telah ada di 30 negara di dunia.

Sedangkan WiLAT Indonesia berdiri sejak 8 Maret 2021 dan diketuai oleh Juliana Sofhia Damu, CMILT.

Penandatanganan  MoU STIMLOG – CILT pada hari Kamis 3 Juni 2021 ini disaksikan oleh Ts. Hj. Ramli bin Amir, FCILT selaku IVP Southeast Asia CILT, Ts. Zawiah Abdul Majod, FCILT, selaku WiLAT Global Vice Chairperson Southeast Asia dan Dr. Cahyat Rohyana, Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia di Kampus Orange jln. Sariasih No.54 Bandung secara daring.  Area kampus STIMLOG dikenal sebagai the Orange Campus.

Dengan telah adanya MoU antar STIMLOG – CILT, sinergi bersama WiLAT maka kegiatan mulai dapat dilakukan antar STIMLOG dengan berbagai badan di bawah CILT.

Pada hari ini STIMLOG melakukan kegiatan Webinar bertema Logistics HR Challenges in Digital-Global Era yang merupakan kegiatan kolaborasi pertama antar STIMLOG – WiLAT Indonesia dan merupakan pengisian kegiatan MoU STIMLOG – CILT.

Sebagai pembicara utama adalah, Juliana Sophia Damu, CMILT dan Dr. Melia Eka Lestiani, S.T., M.T., CMILT  Wakil Ketua -1  bidang  Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni.  Webinar ini dihadiri sekitar 250 peserta.

Pada kesempatan ini pula Juliana Sophia Damu, CMIT sebagai ketua WiLAT Indonesia melantik Dr. Melia Eka Lestiani, S.T., M.T sebagai ketua WiLAT Jawa Barat.

Ketua STIMLOG, Rachmawati Wangsaputra, mengatakan, bahwa tujuan strategis STIMLOG yang termaktub dalam visi dan misi utamanya adalah berkontribusi kepada pencetakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan global di bidang Logistik, Transportasi  dan Rantai Pasok.

Dr. Nurlaela Kumala Dewi, S.T. M.T. , Wakil Ketua-3 STIMLOG menangani bidang  Kerjasama, Promosi danPenerimaan Mahasiswa Baru menyampaikan bahwa upaya kerjasama dan sinergi antara STIMLOG dan Women in Logistics and Transport Indonesia (WiLAT Indonesia)  dalam rangka mencetak SDM handal yang kompeten dalam menjawab tantangan dunia global yang berkaitan dengan logistik dan supply chain sehingga dibutuhkan strategi pencapaiannya.

Selain itu sejak 2018, STIMLOG telah mencanangkan diri sebagai perguruan tinggi entrepreneur berbasis science dan technology dalam konteks value creation serta menjadi perguruan tinggi kepeloporan kebutuhan industri global.

“Meskipun baru 8 tahun berdiri yaitu sejak tahun 2013, STIMLOG telah cukup banyak memiliki kolaborasi dengan badan internasional di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Eropa dan Amerika, ini merupakan upaya terus menerus dalam percepatan sebagai perguruan tinggi akademik pertama di Indonesia dalam menyiapkan SDM handal untuk pasar global di bidang logistik-tranportasi dan rantai pasok,” kata Rachmawati.

Dengan berbagai pihak melaksanakan kerjasama baik antar institusi pendidikan maupun dengan industri, bahkan saat ini bekerja sama dengan sebuah badan perempuan hebat, WiLAT yang tiada lain sebagai upaya nyata STIMLOG mencetak SDM dalam memenuhi kebutuhan industri global, tambah Rachmawati.

STIMLOG Sinergi Bersama WiLAT
STIMLOG Sinergi Bersama WiLAT Guna Cetak SDM Handal dengan menandatangani MoU di Kampus Orange, Sekolah Tinggi Manajemen Logistik, Kamis (03/06/2021) (dok. STIMLOG).

“Salah satu poin kerjasama tersebut adalah dengan memberi ruang kepada mahasiswa STIMLOG agar bisa berkompetensi melalui jaringan global CILT dan WiLAT, dalam kegiatan dapat berupa capacity building, competition, dan lain-lain, ” ujar Rachmawati.

Khususnya dengan CILT, fokus STIMLOG adalah pada pencapaian akreditasi international dari CILT untuk prodi Manajemen Transportasi dan Manajemen Logistik.

Kerjasama ini juga memperkuat ekosistem kewirausahanan dan inovasi yang telah dibentuk STIMLOG sejak 2018 agar mahasiswa lebih termotivasi untuk menjadi yang terbaik berkompeten memasuki dunia industri atau menjadi entrepreneur dengan maksimal memanfaatkan jaringan CILT dan WiLAT baik di dalam maupun diluar negeri.

Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia (YPBPI), Dr. Cahyat Rohyana menyambut baik kerjasama STIMLOG-CILT dan STIMLOG-WiLAT guna mempersiapkan Human Resource Indonesia di sektor logistik dan transportasi dalam sistem rantai pasok.

“Percepatan perkembangan industri logistik di Eropa dan Amerika begitu pesat, sehingga logistik di Indonesia merasa ketinggalan karena perkembangan industri logistik tidak diimbangi dengan ketersediaan SDM yang handal di sektor logistik,” kata Cahyat.

Semangat RA. Kartini juga menginspirasi WiLAT menjadi organisasi yang berisi sebagian besar pengusaha logistik dan transportasi adalah perempuan, tambah Cahyat.

Hal ini membuktikan bahwa industri logistik tidak dimonopoli oleh kaum Adam, tapi ternyata dari mulai operasional, menjalankan sistem, hingga leadernya dipimpin oleh perempuan.

“Seperti di STIMLOG, dalam struktur organisasi tertingginya dipimpin oleh perempuan, Mulai dari Ketua, Wakil Ketua dan beberapa bidang strategis juga dipimpin oleh perempuan, jadi tidak ada dikotomi perempuan” ucap Cahyat.

Juliana Sofhia Damu, CMILT, Chairperson of WiLAT Indonesia mengatakan bahwa WiLAT sebagai pintu masuk ke Chartered Institut Logistik dan Transportasi (CLIT) beranggotakan perempuan dan laki-laki bisa professional, pelaku usaha, pekerja, mahasiswa, peneliti, pemerhati, pengajar dan siapa saja yang tertarik dibidang supply chain, logistics dan transport industry.

STIMLOG Sinergi Bersama WiLAT
Dr Melia Lestiani, ST.MT., Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan STIMLOG dilantik menjadi Ketua WiLAT Jawa Barat oleh Juliana Sofhia Damu, CMILT usai penandatanganan MoU yakni STIMLOG Sinergi Bersama WiLAT Guna Cetak SDM Handal.

“Selain banyak keuntungan jika bergabung dengan WiLAT, yakni melalui jaringan globalnya, dalam realitanya tantangan globalisasi sudah didepan mata, bahwa Indonesia sudah memasuki pasar bebas praktis,” kata Juliana.

Sehingga budaya global digunakan di industri rantai pasok, logistik dan transportasi sehingga eksistensi SDM harus bersedia menyesuaikan diri dari perubahan, imbuh Juliana.

WiLAT dibawah CILT membidangi edukasi dan training-training yang bertujuan untuk memberdayakan perempuan khususnya generasi muda, dengan membangun generasi muda yang punya mentalitas entrepreneurship.

“WiLAT bergiat mengajak institusi-institusi pendidikan yang dapat bersama-sama dengan industri agar mempunyai responsibility membangun sumber daya manusia di industri logistik dan transportasi dengan mental global,” ujar Juliana.

Guna memiliki mental global harus dilatih, artinya dilatih dengan kebiasaan-kebiasaan budaya global di industri logistik dan transportasi, salah satunya mengajak bergabung dengan CILT dan WiLAT, tambah Juliana.

Untuk anak mudanya, dapat beraktifitas di bawah suatu forum yang namanya Next Gen atau Forum Next Generation, didalam forum anak-anak muda akan dibangun untuk saling empowering atau memberdayakan.

WiLAT juga dapat menjadi inkubator bisnis bagi generasi muda agar mengetahui apa itu bisnis, bagaimana memulai bisnis, bagaimana menjadi entrepreneur yang ada dalam program WiLAT.

“Lebih informatif kegiatan dan program WiLAT dapat mengunjungi website kami di www.wilat.org untuk WiLAT Global, untuk CILT bisa dikunjungi www.cilt.org ,”kata Juliana Sofhia Damu.***

STIMLOG Sinergi Bersama WiLAT
Wakil Ketua III STIMLOG, Dr. Nurlaela Kumala Dewi, S.T., M.T. dilantik keanggotaan WiLAT oleh Juliana Shofia Dami. CMILT, Kamis (03/06/2021)

Tentang WiLAT
WiLAT sebuah forum perempuan yang ada di CILT, sedang kan CILT kependekan dari Chartered Institut Logistik & Transportasi adalah badan profesional yang mewakili industri transportasi dan logistik di seluruh dunia.

Jadi WiLAT merupakan kependekan dari Woman in Logistics & Transport. Sehingga perempuan yang resmi anggota CILT otomatis menjadi anggota WiLAT.

Sesuai VISI WiLAT yakni menjadi organisasi yang paling dicari untuk advokasi dan pemberdayaan perempuan di industri logistik dan transportasi.

Sedangkan MISI WiLAT yang pertama adalah mempromosikan status perempuan dalam rantai pasok, logistik dan industri transportasi. Kedua adalah mempertemukan mereka yang membantu pengembangan karier perempuan. Terakhir yang ke tiga, menyediakan jaringan dukungan bagi perempuan di sektor rantai pasok, logistik dan industri transportasi.

Program WiLAT yang dicanangkan di Indonesia yaitu pertama, mengembangkan jaringan internasional sektor logistik dan transportasi melalui keluarga WiLAT Global.

Kedua, membangun kerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk mendapatkan perhatian dalam membangun, meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perempuan di industri logistik dan transportasi.

Ketiga, mengidentifikasi perempuan dimasa depan, membimbing dan membantu mereka mengakses program pelatihan kepemimpinan dan untuk memastikan bahwa peran kepemimpinan dapat diakses oleh perempuan.

Keempat, memberikan pembelajaran dan pengembangan bagi para profesional wanita muda, memungkin para wanita belajar dari orang lain untuk tumbuh secara profesional dan untuk menemukan kesempatan yang tepat sesuai dengan ambisi pribadi mereka.

Kelima, mengadakan pertemuan kelompok motivasi secara berkala dengan pengusaha perempuan untuk bertukar pikiran dan berbagi praktek yang terbaik.

Keenam, mendorong perempuan dan industri disemua tingkatan, disemua lini untuk memastikan masa depan yang lebih cerah dan lebih setara.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan