Le Minerale Beri Bantuan Abah Sarwan

le minerale salurkan bantuan

Bandung Side, Subang – Le Minerale Peduli menjelang ramadan salurkan bantuan pada pejuang keluarga, Sarwan (75th), warga Kabupaten Subang yang berprofesi sebagai pemulung, Rabu (31/3/2021).

Sarwan yang tinggal di Kampung Krajan III, Desa Kediri, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang sempat viral melalui akun IG @partners_in_goodness yang mengangkat kisah sedih kakek pemulung.

Hal tersebut menggerakkan hati Le Minerale untuk segera salurkan bantuan bahan makanan, berupa biskuit, makanan ringan, makanan siap saji, sepatu, sepeda dan tentunya beberapa ukuran air kemasan Le Minerale baik botol dan galon.

le minerale beri bantuan
Aktifitas pagi hari Sarwan dalam menyiapkan karung plastik sebagai tempat barang bekas

“Sejak viral melalui akun IG @partners_in_goodness kami merasa simpati dengan sosok Kakek Sarwan di usia senjanya masih mampu menjalankan pekerjaan yang dipandang sebelah mata oleh orang pada umumnya yakni pemulung,” kata Febri Hutama, Marketing Manager Le Minerale.

Langkah kecil kami, tambah Febri, untuk meringankan kebutuhan rumah tangganya yang bila lihat dari tayangan video akun IG tersebut sangatlah miris. Hingga memenuhi kebutuhan makan saja harus di nikmati bersama garam.

Begitu juga dengan semangat yang ditunjukkan Abah Sarwan, berprofesi sebagai pemulung yang mengumpulkan kemasan minuman dalam botol, sampah berbahan plastik dan lainya menetapkan diri sebagai Pejuang Keluarga.

le minerale beri bantuan
Sarwan sedang memilah dan memilih botol minum kemasan Le minerale yang banyak di temukan di wilayah kabupaten subang

“Hal tersebut membuat trenyuh kami, meskipun pendapatannya dari mengumpulkan sampah plastik dalam satu hari hanya sekitar Rp 10.000,- hingga Rp 25.000,- seperti ditayangan video akun IG tersebut, dijalaninnya dengan ikhlas demi penghidupan keluarga,”papar Febri.

“Semoga langkah kecil kami memberikan bantuan kepada keluarga Abah Sarwan menjadi langkah besar bila rasa empaty ini di ikuti oleh sesama dalam menciptakan kelestarian lingkungan dengan mengelola sampah,”pungkas Febri.

Abah Sarwan Sosok Pejuang Keluarga
Sarwan yang usianya sudah menginjak senja, tinggal bersama istri tercintanya Darsina (50th) di rumah cukup sederhana berukuran 40 bata dalam kurun waktu 30 tahun.

Saat ini Sarwan menekuni diri sebagai pemulung dikarenakan pekerjaan yang sebelumnya sebagai kuli macul sawah ditinggalkan.

Tidak mudah bagi Sarwan meninggalkan pekerjaan sebagai kuli macul sawah yang sudah sejak muda, maklum karena Sarwan kecil tidak mengenyam pendidikan formal maupun sekolah ngaji yang pada umumnya menjadi aktifitas anak kampung.

le minerale beri bantuan
Dapur sederhana di rumah sederhana Sarwan peraduan terakhir bersantap makanan bersama istri usai memulung

Sarwan muda secara pengalaman dalam hal pekerjaan, hanya tahu yang namanya pekerjaan adalah kuli macul sawah. Hal tersebut juga menjadi profesi orang tua Sarwan dalam menghidupi keluarganya yakni sebagai kuli macul sawah.

Sarwan bersama Darsina yang juga tidak mengenyam pendidikan, saat ini saling menguatkan melewati kehidupan sebagai pemulung selama satu tahun ini.

Berbekal karung plastik sebagai tempat hasil memulung dan 1 botol air minum pelepas dahaga, Sarwan mengawali pekerjaan pagi nya sambil menuntun sepeda onthel kebo yang sudah berkarat.

Barang bekas seperti botol, gelas kemasan air minum, tempat oli bekas, ember, ban bekas, botol air radiator dan lain-lain yang berbahan plastik menjadi sasaran utama Sarwan mengisi karungnya.

Pencarian barang yang di pulung tidak pandang bulu keberadaannya, di pinggir jalan, di parit, pematang sawah, pasar, bahkan di tempat sampah pun menjadi tujuan perjuangannya mendapatkan barang bekas.

Memulai pekerjaan dari kampung ke kampung, desa tetangga hingga paling jauh daerah tujuan memulung sampai berjarak 15 km Sarwan jalani dengan tekun.

Beruntung sekali Sarwan, pengusaha barang rongsok tetangga desa nya, sebut saja Haji Ganda mau menampung hasil memulung barang bekas yang sudah memiliki 2 lapak di lokasi yang berbeda.

le minerale beri bantuan
Le Minerale beri bantuan Sarwan, pemulung asal Kampung Krajan III, Desa Kediri, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang

Tentunya, Sarwan dengan kemampuan mapping ala pemulung akan membagi wilayah sumber pencarian barang bekas tidak akan jauh dari lokasi penampungan di 2 lokasi tersebut.

Serasa pencarian hasil dari pemulung agak sepi mendapatkannya, Sarwan tidak segan-segan melangkahkan kakinya ke hutan untuk mencari bambu.

Bambu yang ukuran panjang antara 4 – 6 meter dipanggulnya untuk memenuhi pesanan pengrajin penyedia alat-alat dapur yang laku di pasar.

“Lumayan, dari jualan bambu ke pengrajin bisa mendapatkan uang Rp 10.000,- untuk beli beras di warung, dari pada diam saja, bisa tidak makan” cerita Sarwan tanpa ekspresi.

Sarwan yang bertubuh kecil namun tegap, berkulit sedikit gelap akibat paparan sinar matahari, berparas keras mengambarkan pekerja keras yang tidak mudah menyerah.

Pekerjaan pemulung tekun dalam kesehariannya dengan ikhlas, karena Sarwan memiliki cita-cita tanpa syarat untuk keluarga, yakni bahagia.

Sejak bantuan bahan makanan, air kemasan, sepatu dan sepeda dari Le Minerale datang, matanya kembali berbinar, wajahnya tampak sumringah, rona air muka tampak memerah menerima dengan tangan terbuka dan ikhlas.

“Terima kasih untuk Le Minerale beri bantuan kepada saya dan keluarga, semoga barang-barang ini dapat bermanfaat dan berkah. Semoga Le Minerale panjang umur,” serta merta dengan terbata Sarwan berucap.* (Fajar)

loading...
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan