Bandung Side, Quarantine Tales adalah kumpulan cerita dari 5 sutradara Indonesia yang bercerita tentang kehidupan yang dialami selama pandemi berlangsung.
Karya spektakuler dunia perfilman kolaborasi Bioskop Online dengan BASE Entertainment dengan bangga mempersembahkan film Quarantine Tales yang siap tayang 18 Desember 2020.
Dari pada penasaran dengan Quarantine Tales seperti apa konsepnya, lebih baik simak bocorannya dalam sinopsi dibawah ini.

Sinopsis Cook Book, disutradarai Ifa Isfansyah
Di saat virus mengancam kehidupan manusia, semua harus karantina di dalam rumah. Halim (Verdi Soelaiman) seorang chef masakan China, berusia 50 tahun mengisi masa karantina dengan menuliskan sebuah buku resep.
Namun bagaimana jika setelah buku resep tersebut selesai justru membawanya pada sebuah pertemuan virtual dengan wanita berusia 18 tahun bernama Li (Brigitta Cynthia)? Li mengatakan bahwa dirinya dan Halim adalah dua manusia yang tersisa di dunia dan mereka harus bersama untuk melahirkan keturunan dan menciptakan peradaban baru.
Mengenal Ifa Isfansyah
Memulai perusahaannya Fourcolours Films dengan pembuat film lokal lainnya. Dia terpilih dalam BUSAN Akademi Film Asia pada tahun 2006 dan mendapat beasiswa untuk mengikuti Im Kwon Taek College of Film & Performing Arts, KOREA.
Menyutradarai film pertamanya, GARUDA DI DADAKU (2009), yang mengalami kesuksesan komersial yang luar biasa. Film keduanya, THE DANCER (2011)
mendapatkan penghargaan Sutradara Terbaik dan Film Terbaik di Festival Film Indonesia.
Menjadi produser pada film SITI (Eddie Cahyono, Telluride FF 2015), TURAH (Wicaksono Wisnu LEGOWO, Indonesian Official Entry for OSCAR 2018) and THE SEEN AND UNSEEN (Kamila ANDINI, Toronto IFF 2017), MEMORIES OF MY BODY (Garin NUGROHO, Venice Film Festival 2018) dan juga pendiri JOGJANETPAC Asian Film Festival serta JOGJA FILM ACADEMY.

Sinopsis The Protocol, disutradarai Sidharta Tata
Sang Perampok (Abdurrahman Arif) panik saat partner-nya, Icuk (Kukuh Prasetya) mendadak tewas setelah batuk-batuk. Sang Perampok dihantui kebingungan, satu sisi dia takut tertular virus mematikan dan ingin meninggalkan Icuk, di sisi lain ia tak tega membiarkan sang partner begitu saja.
Menguburkan Icuk di sebuah hutan adalah pilihan yang diambil Sang Perampok. Namun, apa yang terjadi jika ternyata lokasi yang dipilih sebagai tempat menguburkan Icuk adalah hutan berhantu?
Mengenal Sidharta Tata
Pendidikan Seni Rupa yang pernah dipelajarinya di UNY nampaknya benar- benar membuatnya mencintai dunia Audio Visual. Musik dan film selalu menjadi bagian dari hidupnya.
Setelah tahun 2006 berhasil mengeluarkan Full length album bersama band Hardcorenya, ia mulai menginjakkan kaki ke dalam dunia profesional sebagai Sutradara di dalam industri periklanan di Jakarta.
Hingga 2016 sudah 3 film pendek yang berhasil dibuatnya, salah satunya adalah Natalan ( 2015 ) yang berhasil masuk ke dalam nominasi film pendek terbaik di FFI 2015.
Lewat film terbarunya, Loz Jogjakartoz (2018) Ia sedang berusaha untuk menjadi seorang pencerita yang baik dengan gaya estetika yang khas, sebagai jalan menuju ke industri perfilman nasional. Filmography: The Messenger (Short movie) 2013, Natalan (short movie) 2015, Tunnel (Drama series) 2019.

Sinopsis Prankster, disutradarai Jason Iskandar
Didit Iseng (Roy Sungkono) yang dikenal sebagai prankster ulung, justru mendapat “kejutan” dari Aurel (Windy Apsari), seorang food vlogger dan teman lamanya.
Naasnya, kejutan tersebut ditayangkan secara langsung. Mungkin Aurel sudah kehilangan akal sehatnya.
Mengenal Jason Iskandar
Pendiri perusahaan produksi konten yang sukses bernama Studio Antelope, Jason membuat membuat konten yang bergaya dan menarik dalam kalangan anak muda.
Jason juga adalah seorang filmmaker yang telah memenangkan banyak award dan sekarang sedang mengerjakan debut film panjangnya berkolaborasi dengan BASE Entertainment yang berjudul AKHIRAT: A LOVE STORY, yang telah selesai diproduksi tahun ini.

Sinopsis Happy Girls Don’t Cry, disutradarai Aco Tenri
Adin (Arawinda Kirana), yang berasal dari keluarga kurang mampu mendapat hadiah iMac dari youtuber favoritnya.
Di tengah kebahagiaannya, Adin dihadapkan pada kondisi kedua orang tuanya yang kehilangan pekerjaan karena pandemi. Apa yang akan dilakukan Adin jika kedua orang tuanya meminta ia menjual iMac tersebut untuk biaya bertahan hidup selama pandemi?
Mengenal Aco Tenri
Dia adalah mahasiswa jurusan film dalam tahun terakhirnya di Institut Kesenian Jakarta, Indonesia. Parsitipasinya di CinemadaMare Film Festival (Italy) pada tahun 2016 membawa dia untuk mendapatkan beasiswa di Academy of the Performing Arts in Bratislava (VÅ MU), Slovakia, dengan fokus dalam Penulisan & Penyutradaraan.
Setelah kembali ke Jakarta, Aco telah banyak bekerja dalam pembuatan film pendek, digital / internet video, web series dan music videos.

Sinopsis Nougat, disutradarai Dian Sastrowardoyo
Berkisah tentang tiga saudara; Ajeng (Adinia Wirasti), Ubay (Marissa Anita) dan Denok (Faradina Mufti) yang kehilangan orangtua mereka.
Di tengah pandemi, Ajeng si anak tengah, tetap berusaha menjaga ikatan dengan kedua saudaranya. Tapi hidup berubah dan mereka terpisah. Akankah Ajeng mampu mempertahankan ikatan dengan kedua saudaranya?
Mengenal Dian Sastrowardoyo
Salah satu aktris papan atas di Indonesia, Dian Satrowardoyo telah membuat karir nya memerankan karakter-karakter ikonik di kancah perfilman Indonesia.
Mulai dari memenangkan penghargaan aktris terbaik di Deuville Asian Film Festival untuk perannya di PASIR BERBISIK hingga peran legendarisnya yaitu Cinta di film ADA APA DENGAN CINTA, Dian terus-menerus memukau penonton film Indonesia.
Dengan 6.4 juta followers di Instagram, dia mempunyai basis penggemar yang sangat aktif untuk menunggu proyek-proyeknya yang akan datang. Baru-baru ini, Dian menambah satu profesi lagi, yakni memproduseri film GURU-GURU GOKIL dengan Base Entertainment. Kehadiran antologi ini akan menambah repertoarnya sebagai debutnya menjadi sutradara. Kali ini mencoba dengan karya Nougat di Quarantine Tales.***