Bandung Side, Kampus UPI – Bandung Heritage Tour (BHT) kembali digelar oleh mahasiswa konsentrasi Destinasi, Program Studi Manajemen Pemasaran Pariwisata, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Sabtu (12/12/2020) secara virtual.
Bandung Heritage Tour (BHT) merupakan acara tahunan sejak tahun 2008 yang menjadi tugas pokok bagi mahasiswa tingkat 3 semester 5 di konsentrasi Destinasi Program Studi Manajemen Pemasaran Pariwisata Universitas Pendidikan Indonesia.
Mengelilingi kawasan heritage di Kota Bandung dalam sehari menjadi kegiatan utama dalam acara Bandung Heritage Tour sejak tahun 2014, hingga ditengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat untuk jaga jarak, kegiatan wisata bergerombol tidak dianjurkan sehingga kegiatan dialihkan dalam bentuk virtual.
Dengan adanya keterbatasan wisata dapat berjalan dengan harus melalui digitalisasi yakni melakukan perjalanan dalam jaringan, atau dewasa ini popular dengan sebutan Virtual Tour sehingga kegiatan berubah menjadi Bandung Heritage Virtual Tour 2020 (BHVT 2020).

“Bandung Heritage Virtual Tour 2020 menjadi wisata virtual pertama yang diselenggarakan oleh program studi pariwisata di Universitas Pendidikan Indonesia dengan mengambil tema ” Preserving The Past for The Future Amidst Limiation”,”kata Theo Rama, Dosen Pembimbing kegiatan BHVT 2020.
Penyelenggaraannya dilakukan secara daring dan luring, dimana tourguide yang memandu berada di rumah masing-masing sedangkan panitia logistik menyiapkan materi berupa jalur destinasi yang diperkenalkan di ruangan meeting online disatu tempat yang sama, lanjut Theo.
“Prodi Manajemen Pemasaran Pariwisata (MPP) terdapat 4 konsentrasi, yaitu Destinasi Pariwisata, Manajemen F&B, Hotel, dan Sport Tourism. Kegiatan Bandung Heritage Tour (BHT) jd salah satu kegiatan praktek mahasiswa konsentrasi Destinasi Pariwisata, karena kondisi covid jadi diselenggarakan secara virtual,” pungkas Theo.
Untuk tahun ini Bandung Heritage Virtual Tour 2020 diselenggarakan secara virtual dengan merancang rute atau jalur wisata warisan budaya di Kota Bandung. Mulai dari titik kedatangan dari Bandara Husein Sastranegara dan Stasiun Hall Bandung – kawasan asia afrika – Gedung Sate – berakhir di Isola UPI.

Lebih detailnya, Bandara Husein Sastra Negara dan Stasiun Bandung, Titik 0 km di jalan Asia Afrika, Alun-Alun Kota Bandung, Jalan Banceuy, Masjid Al-Imtizaj, jalan Braga, Gedung Sate, Monumen Perjuangan, daerah Babakan Siliwangi, Jalan Cipaganti dan kembali ke Isola Universitas Pendidikan Indonesia.
“Jalur destinasi yang dibuat terdapat bangunan Heritage peninggalan kolonial Belanda yang memiliki history yang harus di sampaikan sebagai story teling agar peserta mengetahuinya dibutuhkan waktu kurang lebih 2,5 jam,” kata Ketua BHVT 2020, Shabilla Oktavia.
Seperti bangunan tugu Titik O km, Gedung Asia Afrika, Gedung PLN yang ada Sumur Bandung, Alun-alun Kota Bandung, Masjid Agung, Penjara Banceuy saat Presiden Ir. Soekarna dipenjarakan oleh Belanda dan lain-lain, lanjut Shabilla.
“Keseruan saat melaksanakan Bandung Haritage Virtual Tour saat tour guide usai mempresentasikan destinasi mendapatkan tanggapan atau pertanyaan seputar sejarah yang dimiliki salah satu bangunan tersebut,” ujar Shabilla.

Baik tour guide maupun penanya akan menjadi penilaian tersendiri akan wawasan destinasi wisata di Kota Bandung untuk menjadi story teling yang menarik dan menjadi informasi yang tidak menimbulkan hoax serta sebagai sarana edukasi juga akan wisata minat khusus akan sejarah, lanjut Shabilla.
Kegiatan Bandung Heritage Virtual Tour 2020 diikuti oleh 90 mahasiswa Manajemen Pemasaran Pariwisata tingkat 1 angkatan 2020 dan beberapa angkatan 2019, serta menjadi kegiatan fieldtrip mereka yang pertama dimasa Adaptasi kebiasaan Baru (AKB).
Kegiatan BHVT 2020 ditutup dengan kuis seputar bahasa gambar dari destinasi yang sudah dilihat, dipresentasikan oleh tour guide dan mahasiswa Manajemen Pariwisata masih ada yang sering salah menjawab pertanyaan dari panitia.
Penasaran ? Kunjungi channel Youtube Destination Management dan akun media sosial Instagram @Bandungheritagetour untuk mengetahui informasi maupun keseruan lebih lanjut.***