Wisuda Virtual Disambut Haru Orang Tua Wisudawan

Bandung Side, Sariasih – STIMLOG, perguruan tinggi manajemen logistik dan supplay chain pertama di Indonesia gelar wisuda ke empat semester genap tahun akademik 2019/2020 secara virtual disambut haru oleh orang tua wisudawan di masa adaptasi baru, Kamis,(5/11/2020).

Wisuda virtual pertama kali dengan konsep out door dilingkungan kampus STIMLOG menjadi pertimbangan manajemen agar wisudawan tidak melupakan candradimuka saat mendapatkan ilmu diperguruan tinggi.

Ketua STIMLOG, Rachmawati Wangsaputra, Ph.D., mengatakan,” Alhamdulillah, STIMLOG melangsungkan wisuda secara virtual pertama kali hari ini dengan lancar dan membuat haru orang tua wisudawan”.

Ketua STIMLOG, Rachmawati Wangsaputra, Ph.D. saat memberi kata sambutan dan pesan kepada mahasiswa yang sedang mengikuti wisuda virtual, Kamis (5/11/2020).

Kerja keras mahasiswa STIMLOG saat menyelesaikan tugas skripsinya patut mendapat apresiasi dimasa adaptasi baru ini, karena proses bimbingan dan proses penelitiannya tidak dilakukan dikampus seperti biasanya, yakni memberlakukan social distancing, lanjut Rachmawati.

Berdasarkan Sidang Senat dengan surat keputusan tanggal 26 Oktober 2020, nomer 111/STIMLOG/SK/1020 tentang Penetapan Lulusan Jenjang Strata 1 (S1) pada Program Studi Manajemen Logistik dan Program Studi Manajemen Transportasi Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020, dinyatakan lulus 99 mahasiswa.

Adapun lulusannya terdiri dari 45 Program Studi S1 Manajemen Transportasi dan 54 Program Studi S1 Manajemen Logistik dan berhak menyandang gelar Sarjana Logistik (S.Log) sejak usai wisuda virtual.

“Kami sangat bangga melahirkan kembali sumber daya manusia yang unggul dibidang logistik dan supplay change, yang secara tidak langsung wisudawan telah membuka pintu tahapan selanjutnya yakni memasuki dunia industri atau institusi dengan meniti karier sebagai karyawan, memasuki dunia usaha menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan kerja atau melanjutkan studi kembali ke jenjang perguruan tinggi lanjutan,”kata Rachmati dalam sambutannya saat wisuda virtual berlangsung.

Wisuda Virtual STIMLOG juga diikuti oleh orang tua wisudawan dalam satu frame, Kamis (5/11/2020).

Tercatat dalam surat keputusan bahwa ada 2 (dua) lulusan yang menorehkan prestasi studinya sebagai wisudawan terbaik dengan IPK tertinggi sehingga mendapatkan predikat Cum Laude/Dengan Pujian pada wisuda ke empat secra virtual, November 2020 yakni:

1. Aulia Fahriza Husna Br. Sinuhaji dari Prodi Manajemen Transportasi dengan IPK 3,92 dan masa studi 3 tahun 9 bulan. Aulia adalah putri dari pasangan Alm. Makmur dan Ummi Kulsum dengan dosen pembimbing I: Pradhana Wahyu Nariendra, ST., MT., dan pembimbing II sekaligus dosen wali: Dr Melia Eka Lestari,MT.

2. Asifa Pritania Razak dari Prodi Manajemen Logistik dengan IPK 3,92. Asifa adalah putri dari pasangan Durajak dan Aftorinah dengan dosen pembimbing I: Budi Nur Siswanto, ST., MT., pembimbing II: Dr. Melia Eka Lestiani, MT. dan dosen wali Ir. Afferdhy Ariffien, MT.

Ucapan Selamat disampaikan oleh anggota Senat STIMLOG, Pradhana Wahyu Nariendra, ST., MT. kepada wisudawan dan wisudawati, Kamis (5/11/2020).

Dalam perjalannya sejak berdiri tahun 2013, STIMLOG memfokuskan diri pada visi yang tertuang dalam 3 (tiga) strategis dalam capaian 2019 – 2022 yakni pertama, menjadi perguruan tinggi peringkat 200 skala nasional pada tahun 2022.

Hingga tahun ini, 2020 STIMLOG sudah menduduki rangking 477 skala nasional dari total 4.500 jumlah perguruan tinggi di Indonesia. Kenaikan peringkat STIMLOG naik 50% sejak tahun 2017, yakni ke 800, 900 dan sekarang ke 477.

Strategi kedua, menjadi perguruan tinggi yang berkontribusi nyata pada peningkatan kesejahteraan bangsa Indonesia khususnya mencetak sumber daya manusia yang handal dan global dibidang Manajemen Logistik dan Manajemen Transportasi Logistik. Hal tersebut sudah tercapai melalui testimoni pengguna lulusan STIMLOG puas dengan kualitas lulusan, karena selain memiliki ilmu logistik yang mumpuni, lulusan STIMLOG juga dibekali attitude secara performence.

Strategi ke tiga, menjadi enterpreneurial berbasis science dan technology dalam konteks value creation. STIMLOG dalam visinya memberikan arahan yang jelas dibidang pendidikan berusaha mencetak lulusan kompeten berlevel global dibidang logistik dan supply chain management yang merupakan kebutuhan global.

Crew dan Operator kegiatan wisuda virtual pertama kali diselenggarakan oleh STIMLOG, Kamis (5/11/2020).

Selain itu STIMLOG juga menggalakkan kewirausahaan dan inovasi menelurkan ide baru dalam menumbuhkembangkan bisnis para pelaku dirantai pasok kopi wilayah Subang, Jawa Barat. Dibidang penelitian dan pengabdian masyarakat berusaha membantu kesejahteraan masyarakat di DAS Citarum dalam kontribusi program nasional Citarum Harum.

“Mencetak sumber daya manusia yang kompeten adalah agenda utama STIMLOG dan menjadi kunci utama menjawab tantangan dunia terkait logistik dan supplay chain. Rancangan dan pelaksanaan kurikulum menjadi faktor utamanya,” kata Rachmawati membuka tabir kesuksesan STIMLOG.

Untuk menjadi perguruan tinggi unggul, STIMLOG melakukan kerjasama tergabung dalam Aliansi Perguruan Tinggi berbasis BUMN bersama 7 (tujuh) Perguruan Tinggi lainnya yaitu Univ. Pertamina, UISI, TelU dan ITPLN, Poltek Pos, ITTS dan BRI Institute. Dilevel internasional STIMLOG bermitra dengan Universitas Petronas, MMU, UniKL, Uniten yang tergabung dalam Government Link University Malaysia, KUEHNE Foundation di eropa, DACUM S4C Eropa, Temasek Foundation di Singapore dimana Republic Polytech dan Singapore Polytech berkolaborasi dalam meningkatkan kemampuan mengajar para dosen STIMLOG juga dengan Supply Chain Management GLOBE dari Amerika, untuk alat pembelajaran terkini SCM.

“Saat ini, STIMLOG masih melakukan penjajakan dengan institusi maupun pelaku bisnis di Australia, insya Allah dalam waktu dekat bisa melakukan kerjasama maupun bermitra,” pungkas Rachmawati.

Wisuda virtual STIMLOG dipandu oleh Risky Nurdiansyah sehingga membuat orang tua wisudawan merasakan haru saat seremonial berjalan.

Kata Wisudawan STIMLOG Tahun Akademik 2019/2020
Salah seorang wisudawati dari Prodi Manajemen Transportasi dengan masa studi tercepat, 3 tahun 5 bulan dengan raihan IPK 3,83 bernama Desak Made Satrika Ayu mengatakan melalui aplikasi WA bahwa selama menempuh pendidikan perguruan tinggi di STIMLOG merasakan kesan yang mendalam.

“Selama kuliah di STIMLOG, begitu banyak ilmu yang diperoleh, selain itu memperoleh pengalaman baru terutama di bidang transportasi. Saya banyak dibimbing dosen hebat dan yang paling membuat saya terkesan bahwa dosen di STIMLOG terutama dosen pembimbing saya saat skripsi selalu niat gitu dalam membimbing bahkan sampe hasil yang saya dapatkan lebih dari ekspektasi saya,” kata Desak Made Satrika Ayu yang akrab dipanggil Ika.

Desak Made Satrika Ayu yang akrab disapa Ika bersama keluarga usai mengikuti wisuda virtual STIMLOG, Kamis (5/11/2020).

Pesan untuk adik angkatan di STIMLOG, jangan pernah bosan dalam belajar dan mencari informasi. Ingat kuliah itu bukan hanya sekedar nilai atau Indeks Prestasi Kumulatif namun juga mengubah pola pikir kita menjadi lebih dewasa dan positive dalam menyelesaikan masalah, pinta Ika.

“Semoga para dosen STIMLOG selalu diberi kesehatan dan kesabaran, tolong jangan pernah bosan dan lelah ya Pak dan Bu dalam membimbing para mahasiswa terutama dalam melakukan penelitian. Tetap humble dan tegas,” kata Ika.

“Nitip saran untuk manajemen STIMLOG atau mungki ke Yayasan untuk bisa melengkapi fasilitas dalam penelitian. Karena mahasiswa terkadang menggunakan fasilitas pribadinya sendiri untuk melakukan penelitian atau observasi. Satu lagi, STIMLOG kedepannya bisa bekerjasama dengan BUMN dan anak perusahaannya, juga perusahaan swasta yang terkait logistik dan transportasi serta kerjasama dengan kampus yang ada di Indonesia terkait dengan studi pustaka dalam memperoleh referensi lintas jurusan,” pungkas Ika.

Selain Ika, melalui wawancara aplikasi WA juga ada wisudawati berprestasi lainnya bernama Luh Gede Pratiwi Arsani Wijaya dari Prodi Manajemen Logistik. Cukup panjang namanya namun dalam bidang akademi bisa menyelesaikan kuliahnya di STIMLOG dalam kurun waktu 3 Tahun 5 bulan dengan raihan IPK 3,90.

“Kampus STIMLOG memberi kesan banyak sekali, saya bertemu dengan dosen-dosen yang profesional. Sehingga selama kuliah, komunikasi dengan dosen sangat terjalin dengan baik,” kata gadis Bali yang cukup disapa Luh.

Ilmu Manajemen Logistik yang disampaikan Bapa, Ibu Dosen dapat diterima dengan baik hingga saya bisa lulus dengan waktu 3th 5bln. Bukan hanya mendapat pengetahuan mengenai Logistik dan Supplay Chain Management, tetapi juga mendapatkan banyak ilmu tentang kehidupan yang menjadikan saya lebih dewasa juga bijak, tambah Luh.

Luh Gede Pratiwi Arsani Wijaya usai mengikuti wisuda virtual STIMLOG, memberi kesan tersendiri saat menempuh pendidikan dikampus.

Saya juga bertemu banyak sahabat dan teman seperjuangan hingga bisa lulus bersama-sama. Semoga STIMLOG bisa lebih baik lagi kedepannya, meningkatkan pembelajaran yang efektif dan lebih inovatif. Sehingga dapat mencetak lulusan yang dapat mengharumkan almamater besar STIMLOG, lanjut Luh kembali.

“Selama kuliah saya mendapatkan kesempatan menjadi Asisten Laboratorium Optimasi dan Pemodelan Logistik dari tahun 2017-2020. Awalnya sih susah karena harus membagi waktu membuat modul, mengajar mahasiswa dan juga belajar untuk kuliah saya sendiri,” kata Luh.

Banyak hal yang didapatkan selama menjadi asisten, saya harus menyesuaikan diri, menyesuaikan cara mengajar, memahami karakter banyak mahasiswa dan tidak semua mahasiswa dapat menerima, mengikuti arahan saya selama mengajar.

Tetapi seiring berjalannya waktu saya mulai menikmati kegiatan sebagai asisten, senang bisa berbagi ilmu dengan orang lain. Selama menjadi asisten banyak belajar, sharing dan diskusi mengenai cara mengajar dengan ketua lab., Ibu Ira dan Bapak Yodi. Saya sangat bersyukur bisa mengenal beliau selama saya berkuliah di STIMLOG, cerita Luh.

“Bila diperbolehkan menyampaikan saran kepada STIMLOG, untuk melengkapi Laboratorium Bahasa Inggris baik infrastruktur maupun pengoptimalisasinya. Selain itu, bila memungkinkan sarana olah raga dan kantin juga bisa dijadikan perhatian yang serius,” kata Luh.

Kampus STIMLOG serasa sudah sebagai rumah kedua bagi mahasiswa, semua serba ada dan membuat kerasan. Ada masjid sebagai tempat beribadah, laboratorium, sarana olah raga untuk ketahanan kesehatan dan kantin yang bersih dalam urusan asupan gizi mahasiswa. Jadi bila mahasiswa sehat secara rohani dan jasmani juga jadi pinter, tulis Luh dengan emoji bahagia.***

Tinggalkan Balasan