Halaman Kopi Indonesia Sajikan Signature Kopi Lokal Ditiap Seduhannya

BANDUNG SIDE , Kebon Jati – Perjalanan panjang kopi hingga tersebar kepenjuru nusantara dimulai 1696 menurut literatur tua dibawa oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dari India mampu mendominasi dunia hingga sampai ke Halaman Kopi Indonesia.

Halaman Kopi Indonesia juga mengalami perjalanan panjang dalam mengembangkan komoditi perkebunan Kopi Temanggung identitas geografis menjadi Kopi Organik.

Kopi Temanggung diproduksi dengan memperhatikan aspek pelestarian SDA, keamanan lingkungan dari senyawa pencemar, hingga keamanan hasil panen bagi kesehatan manusia.

Kopi unggulan Temanggung memiliki varian arabika, robusta dan excelsa diproduksi pada tingkat kesuburan tanahnya tinggi, curah hujan serta daya dukung lingkungan menjadi kopi organik terbaik dunia.

Founder Halaman Kopi Indonesia, Slamet Riyadi mengatakan bahwa Kopi Temanggung datang dengan keajaiban aroma dan rasa yang khas.

Kopi yang dibudidayakan petani mulai dari proses produksi, perawatan, pengendalian hama penyakit, panen dan pasca panennya.

Founder Halaman Kopi Indonesia, Slamet Riyadi

“Kopi Temanggung menjadi lebih unggul karena memiliki karakter varietas organik berkualitas baik dengan varian arabica, robusta dan excelsa,”terang Slamet Riyadi yang akrab disapa Dimas.

Mayoritas petani Kopi Temanggung menanam 3 varian tersebut di iklim dan jenis tanah pada wilayah dengan kondisi tanah berbukit pada ketinggian rata-rata diatas 7000 mdpl, sangat mendukung produksi kopi bercitarasa mantap dan khas, lanjut Dimas.

Cara pengolahan basah (wet hulling) yang dilakukan petani kita sangat unik yang menciptakan citarasa kopi terbaik. Pada praktek pertanian yang dilakukan umumnya sesuai dengan tuntutan konsumen yaitu mengandalkan sistem pertanian organik.

Pengelolaan tanah mempunyai arti sangat penting meliputi penyediaan bahan organik yang cukup di dalam tanah dan memanfaatkan mikrobia seperti jamur mikoriza yakni Tricodherma.

Dalam produktivitas, kopi Arabika, Robusta, Excelsa Temanggung masih tergolong rendah, yaitu baru pada kisaran 1 ton green bean per hektar per tahun. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar petani kopi didaerah ini masih mempertahankan pola pertanian konvensional.

Pola pertanian konvensional menjadi kata kunci Kopi Temanggung menjadikan kopi unggul dalam pemasaran dan harganya. Sebab menghasilkan kopi yang berkualitas, aroma dan rasa spesifik berkat pola usaha tani yang terus mempertahankan keorganikan kopi ini,”papar Dimas.

Kopi Temanggung Tersaji Nikmat Dicangkir Halaman Kopi Indonesia
Kehadiran kedai Halaman Kopi Indonesia turut mengalami perjalanan panjang dibawa oleh Dimas hingga tersaji nikmat disetiap cangkirnya yang siap dinikmati pecinta kopi.

Berawal dari tahun 2016 saat Kopi Temanggung mengalami masa anjloknya harga jual dikarenakan pola panen dan tidak adanya Pasar Komoditi Kopi di Temanggung.

Menurut Dimas, berubahnya pola panen pada bulan tertentu disebabkan berubahnya pola transaksi mengakibatkan kopi pasca panen tidak melalui proses produksi sebagaimana mestinya untuk menghasilkan kopi yang berkualitas terburu-buru harus menghasilkan uang.

Ketidak ketersedianya Pasar Komotidi Kopi juga menjadi penyumbang anjloknya harga kopi, membuat kopi yang belum siap jual harus berpindah tangan baik disebut pengijon atau tengkulak maupun pihak distributor dengan memutus mata rantai proses produksi agar menghasilkan harga murah.

“Sebelum menjadikan Kopi Temanggung tersaji dalam cangkir, upaya memberi pertambahan nilai kopi dengan mengelola sebagai bahan terapi pada SPA dan sebagai ekstrak bahan parfum,”cerita Dimas.

Halaman Kopi Indonesia mengangkat kopi lokal Temanggung yang telah mendunia.

Hasil roasting kopi saat ini diperuntukan 80% sebagai pasokan kedai Halaman Kopi Indonesia dan 20 % untuk ekstrak bahan parfum, lanjut Dimas.

“Halaman Kopi Indonesia mampu meroasting menjadi 17 macam kopi robusta dan 2 macam kopi Arabika yang berasal dari tiap wilayah di Temanggung seperti kecamatan Pringsurat, Kranggan, Kaloran, Kandangan, Jumo, Gemawang, Candiroto, Bejen, dan Wonoboyo,”jelas Dimas.

Ciri dan karakter khas Kopi Robusta Temanggung memiliki aroma yang lebih wangi dibandingkan Kopi Robusta yang lain. Begitu pula Kopi Arabika Temanggung mempunyai ciri khas asam yang tertinggal di mulut menjadi kekuatan Halaman Kopi Indonesia memberikan petualangan tersendiri bagi pecinta dan penikmat kopi, lanjut Dimas.

Satu lagi yang menjadi unggulan, yakni Kopi Excelsa Temanggung dikenal dengan kopi nongko bila sudah disangrai akan beraroma buah nangka matang telah dibudidayakan dengan baik.

“Varietas Kopi Excelsa bagian klan Liberika lebih dominan aroma fruity terutama aroma nangka memiliki ciri khas buah kopinya pendek dan lebar, serta bijinya lebih kecil daripada robusta, mempunyai warna kuning cerah menjadi kopi buruan bagi pelaku usaha kopi,”terang Dimas.

Kemitraan Bersama Halaman Kopi Indonesia
Upaya menambah nilai dan memperkenalkan kopi lokal Indonesia, menjadi komitmen Halaman Kopi Indonesia memanfaatkan jejaring kemitraan sejak tahun 2018.

Berawal dari Program BUMN diperkenalkan kepada pegawai Taspen menjelang pensiun sebagai usaha mikro kecil menangah sebagai mitra mendapat sambutan baik.

Halaman Kopi Indonesia memiliki 76 mitra memiliki ciri khas penamaan kedainya menggunakan kata “Halaman” tersebar di Jakarta, Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Depok, Bekasi dan Bandung.

“Sedangkan Halaman Kopi Indonesia sendiri sudah memiliki 24 kedai yang juga tersebar dikota-kota tersebut. Kedai ke-100 ada di Fabu Hotel Bandung jl. Kebon Jati No. 32 Kota Bandung yang hari ini sedang soft opening,” kata Dimas berbunga-bunga.

Signature Es Kopi Susu Halamanku sajian nikmat Halaman Kopi Indonesia. (foto: Arini Hidayat)

Signature Kedai Halaman Kopi Indonesia
Berpetualang menghadapi aroma, tekstur Kopi Temanggung tersaji signature Halaman Kopi Indonesia yakni Es Kopi Susu Halamanku dan Kopi Susu Halaman Tetangga.

“Signature Halaman Kopi Indonesia menjadi pintu masuk penikmat kopi sebelum melanjutkan petualangannya,”kata Dimas.

Halaman Kopi Indonesia memanjakan penikmat kopi dengan manual brew V-60, Aeropress, French Press, Syphon, Vietnam drip, Japanesse style dan kopi tubruk skm.

“Ngopi dengan espresso based, Halaman Kopi Indonesia menyajikan Double espresso, Espresso on the rock, Amerikano, Cappucinno, Cafe latte, Machiatto, Piccolo, Cafe mocca, Flat white dan Chocolate coffee,”seru Dimas.

Ada tantangan bagi penikmat kopi untuk mencoba sajian non coffee seperti Greentea latte, Taro latte, Red Velvet, Chocolate, lanjut Dimas.

“Kedai Halaman Kopi Indonesia di Fabu Hotel Bandung siap melayani penikmat kopi dari pukul 08.00 hingga pukul 20.00 WIB. Temukan Arti Disetiap Seduhan Halaman Kopi indonesia, Jadikan Kenangan Yang Tak Terlupakan Untuk Kembali Lagi, “pungkas Dimas.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan