Gedung Bale Kambang Karang Setra Hotel & Cottages Jawaban Kebutuhan MICE Kota Bandung

BANDUNG SIDE , Sukajadi – Karang Setra Hotel & Cottages Bandung resmi mengoperasikan Gedung Bale Kambang untuk menunjang kegiatan MICE dalam menjawab tantangan persaingan usaha perhotelan di Kota Bandung, Rabu, (2/9/2020).

Gedung Bale Kambang, yang dibangun pada 2003 telah memiliki usia 17 tahun sudah mulai tidak layak dioperasionalkan sebagai pendukung fasilitas hotel bintang 3, Karang Setra Hotel & Cottages. Sehingga dilakukan pembangunan kembali sejak ground breaking pada tanggal 21 Agustus 2019 lalu.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Proyek, Brigjen Polisi (Purn) Drs. Sunarno, Direktur PT Brajatama memberikan laporan bahwa Gedung Bale Kambang sudah 17 tahun usianya harus direnovasi agar representatif dapat dikelola oleh manajemen hotel sebagai alat produksi.

Kepala Proyek, Brigjen Polisi (Purn) Drs. Sunarno sekaligus sebagai Direktur PT Brajatama pelaksana proyek saat memberi laporan pembangunan Gedung Bale Kambang, Rabu (2/9/2020)

“Gedung Bale Kambang berlokasi di Bandung Utara, dibangun diatas Situ yang airnya tidak pernah kering sepanjang tahunnya maka dari itu saat perencanaan dilakukan test sondir atau Cone Penetrometer Test untuk mengukur kedalaman air sebelum dibuat gambar rencana bangunan,”kata Brigjen Sunarno.

Sejak Ground Breaking pada tanggal 21 Agustus 2019, rencana proyek terselesaikan dalam waktu 11 bulan mengalami force majeure pandemi Covid-19 sehingga proyek lebih lambat 2 bulan, lanjut Bregjen Sunarno.

Karena pada Bulan April dan Mei 2020 pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar sehingga seluruh aktifitas menyesuaikan kebijakan pemerintah tersebut.

Gedung Bale Kambang Menelan Biaya 5,544 M
“Genapnya waktu 12 bulan proyek pembangunan gedung Bale Kambang dapat terselesaikan sampai saat ini diresmikan. Gedung yang menelan biaya 5,544 milyar terdiri dari 2 lantai dengan lantai satu memiliki luas 1.155 m2. Sedangkan lantai 2 seluas 455 m2,”kata Brigjen Sunarno.

Brigjen Sunarto menambahkan, fasilitas Hall seluas 560 m2, meeting room seluas 120 m2 dilantai 1 berjumlah 2 buah, meeting room seluas 84 m2 dilantai 2 sebanyak 2 buah. Musholah 1 buah, toilet 2 buah, kitchen 1 buah dan teras cafe 1 buah.

Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti, Jenderal Polisi (purn) DR. Drs. Chairuddin Ismail, SH, MH, sedang menggunting pita pada prosesi peresmian Gedung Bale Kambang, Karang Setra Hotel & Cotteges, Rabu (2/9/2020)

“Pelaksanaan operasional selalu mematuhi protokol kesehatan, adaptasi kebiasaan baru berlaku bagi orang yang berada dikawasan hotel baik sebagai tamu maupun karyawan. Langkah pengecekan suhu, mencuci tangan, memakai masker dan selalu phisical distancing sudah menjadi kebiasaan baru dilingkungan hotel,”pungkas Brigjen Sunarno.

Gedung Bale Kambang Diresmikan oleh Mantan Kapolri
Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti, Jenderal Polisi (purn) DR. Drs. Chairuddin Ismail, SH, MH, meresmikan Gedung Bale Kambang, Karang Setra Hotel & Cottages yang terletak di jl. Bungur No 2 Kota Bandung.

Dalam ramah tamahnya, Jenderal Chairuddin Ismail mengatakan Gedung Bale Kambang dibangun pada 2003 setahun sesudah diresmikannya Hotel Karang Setra (tahun 2002) oleh Menteri Pariwisata, I Gede Ardika dengan usia sudah 17 tahun sudah tidak layak dipakai sebagai sarana pendukung operasional hotel bintang 3.

Secara konstruktif sudah sangat mengkhawatirkan dan sekaligus membahayakan keselamatan pengunjung. Lantai dan kerangkanya masih menggunakan kerangka kayu hingga banyak yang sudah lapuk dimakan usia.

Desaign atapnya juga landai sehingga apabila turun hujan mengakibatkan kebocoran. Kondisi yang memprihatinkan dan ditambah dengan kontur tanah diatas Situ yang mengakibatkan lantai gedung berada dibawah garis jalan sehingga apabila dilihat dari luar gedung terkesan tenggelam.

“Dengan dasar pertimbangan tersebut, maka Yayasan Brata Bhakti sebagai pemegang saham PT Brajatama menyetujui usulan pembangunan kembali Gedung Bale Kambang,”kata Jenderal Chairuddin.

Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti, Jenderal Polisi (Purn) DR. DRS. Chairuddin Ismail, SH., MH. sedang membubuhkan tanda tangan sebagai simbolis peresmian beroperasinya Gedung Bale Kambang, Rabu (2/9/2020).

Yayasan Brata Bhakti sepenuhnya memberikan dukungan anggaran untuk membangun kembalu Gedung Bale Kambang secara fisik sehingga gedung ini menjadi sebuah gedung yang representatif untuk menyelenggarakan suatu acara, baik meeting, conferensi atau exibition baik oleh masyarakat umum instansi pemerintah, lanjut Jenderal Choiruddin.

Pembangunan Gedung Bale Kambang ini juga untuk menjawab tantangan persaingan usaha dalam bisnis perhotelan yang semakin ketat khususnya didaerah Bandung.

Bandung sebagai salah satu destinasi atau tujuan wisata dipenuhi pembangunan hotel yang baru, jika dilihat dari data statistik PHRI Jawa Barat pembangunan hotel lebih besar dari pada penambahan wisatawan sehingga seolah-olah supplay lebih besar dari pada demand.

Hal ini berdampak pada masing-masing hotel yang sudah lama berdiri hingga dituntut untuk meningkatkan sarana prasarana dan mutu pelayanan hotel baik secara kualitas maupun secara kuantitas sehingga dapat memberikan jaminan kepuasan bagi para customer.

Pesan Jenderal Chairuddin Ismail
“Tugas mengoperasionalkan sebuah hotel ditengah pandemi Covid-19 memang tidak mudah. Karena Covid-19 ini dampaknya dirasakan masyarakat seluruh dunia termasuk masyarakat Indonesia,”terang Chairuddin Ismail.

Dibidang ekonomi sesuai data BPS kwartal ke-2 tahun 2020 pertumbuhan ekonomi minus (-) 5,32% disebabkan oleh Pembatasan Sosial Berskala Besar yang menghambat berbagai kegiatan ekonomi termasuk sektor pariwisata yang didalamnya ada usaha perhotelan.

Selama Bulan April dan Mei 2020 yang lalu hampir semua usaha perhotelan mengambil langkah temporary close dan sebagian besar karyawan terpaksa di PHK akibatnya pendapatan yang diperoleh tidak cukup untuk menutup biaya operasional.

Baru pada Bulan Juni 2020 roda perekonomian mulai bergerak meskipun dengan keterbatasan karena harus tetap mematuhi kebijakan pemerintah.

Masyarakat yang menjalankan usahanya dibidang ekonomi harus selalu sehat terhindar dari tekanan Covid-19, untuk itu kepada manajemen Hotel Karang Setra agar dalam menjalankan operasional hotel harus benar-benar mematuhi ketentuan protokol kesehatan,”pesan Jenderal Chairuddin Ismail.

Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti, Jenderal Polisi (Purn) DR. DRS. Chairuddin Ismail, SH., MH. saat memberi pesan pada acara peresmian Gedung Bale Kambang, Karang Setra Hotel & Cottages, Rabu (2/9/2020)

Lakukan Adaptasi Kebiasaan Baru khususnya dilingkungan Hotel Karang Setra agar para tamu yang menginap tidak was-was tetapi merasa nyaman, aman selama berada dilingkungan hotel dan tetap sehat setelah mereka kembali.

“Mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan kondisi perekonomian bisa segera pulih sehingga usaha perhotelan kembali normal,”pungkas Chairuddin Ismail.

Peresmian Gedung Bale Kambang, Karang Setra Hotel & Cotteges dihadiri oleh unsur petinggi dari Polda Jawa Barat, Sespim Polri, Forkopimda, Bank bjb, Dinas dan SKPD lingkungan Pemerintahan Kota Bandung.

Acara peresmian dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat ini dimaksudkan untuk memperlihatkan bagaimana Hotel Berbintang 3 dengan jumlah kamar 69 sangat mematuhi, melaksanakan standar dan aturan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah Kota Bandung.

Gedung Bale Kambang Jawaban MICE Kota Bandung
General Manajer Karang Setra Hotel & Cottages Bandung, Edwan Ariawan mengatakan,mengenai batasan pelayanan tamu dalam kondisi pandemik Covid-19 pihaknya mengikuti aturan pemerintah, sehingga diharapkan pelanggan dari segmen pemerintahan, perusahaan, travel agent dan masyarakat umum tidak khawatir untuk menggunakan Karang Setra Hotel & Cotteges sebagai tempat melaksanakan acara pernikahan, rapat, dan pertemuan sejenis.

General Manajer Karang Setra Hotel & Cottages Bandung, Edwan Ariawan.

Gedung Bale Kambang dilengkapi Hall terbuka seluas 1.150 m2 menghadap Situ Emuh, Teras Besar dan 4 Ruang Rapat berkapasitas 40 orang.

Karang Setra Hotel & Cottages menawarkan Paket Pernikahan Lengkap untuk kapasitas 200 orang dengan harga mulai Rp. 40 juta, termasuk dengan protokol kesehatan yang sesuai anjuran pemerintah.

“Ditambahkannya bangunan ini juga dilengkapi kebutuhan ruang rapat besar yang dimiliki sebelumnya yaitu Sangkuriang Ballroom, sehingga Karang Setra Hote & Cottagm memiliki 2 ruangan masing-masing mampu melayani pernikahan sampai 1000 orang dalam keadaan normal,”pungkas Edwan Ariawan.***

Tinggalkan Balasan